jurnalistik.co.id – Aryna Sabalenka harus menghentikan sejenak pertarungannya di US Open 2026 saat menghadapi Kamilla Rakhimova karena tercium bau cannabis yang dinilai terlalu kuat. Setelah jeda singkat itu, unggulan teratas melanjutkan pertandingan dan akhirnya melaju ke babak keempat di New York.
Insiden tersebut muncul ketika Sabalenka sudah unggul 3-0 di set pertama. Ia kemudian menyampaikan keluhannya kepada wasit, Eva Asderaki-Moore.
Dalam percakapan itu, Sabalenka menyebut, āsomeone is smoking weedā. Ia meminta wasit untuk mengambil tindakan dengan alasan, ābecause it’s so strongā.
Asderaki-Moore lantas berkomunikasi melalui radio dengan pihak terkait. Setelah itu, ia membuat gerakan gestur seperti orang yang sedang merokok, sebelum pertandingan kembali berjalan.
Begitu alur permainan dipulihkan, Sabalenka tidak membuang momentum. Petenis Belarus itu kemudian menuntaskan laga di Louis Armstrong Stadium dengan skor 6-3, 6-4.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi langkah berikutnya dalam upayanya mengejar gelar grand slam kelima secara tunggal. Sabalenka juga mencatat rekor kemenangan beruntun yang panjang di venue tersebut.
Sebelum memasuki set kedua, Sabalenka menampilkan ritme servis dan agresivitas sejak awal. Ia bahkan hanya kehilangan empat poin di permainan sendiri pada set pembuka, yang menunjukkan kendali penuh terhadap tempo laga.
Di set kedua, Rakhimova tidak menyerah begitu saja. Ia mampu memberikan perlawanan yang lebih solid dan menjaga pertandingan tetap kompetitif.
Meski demikian, pertandingan tetap berbelok pada momen-momen krusial. Sabalenka merebut break yang menentukan untuk unggul 5-4, lalu mengamankan sisa set melalui servisnya hingga kemenangan resmi.
Berita Terkait
Secara statistik, Sabalenka mengumpulkan 10 ace, sementara Rakhimova hanya mampu membalas dua. Ia juga tidak menghadapi satu pun break point sepanjang pertandingan, menegaskan efektivitas permainannya saat situasi rapat.
US Open juga bukan kali pertama menghadirkan keluhan serupa dari pemain terkait bau cannabis di area permainan. Pekan lalu, Katie Boulter dari Inggris menyatakan bau tersebut mengganggu konsentrasinya.
Selain Boulter, Harriet Dart dan Francesca Jones juga disebut turut menyadari bau yang sama. Keluhan dari pemain, dalam beberapa tahun sebelumnya, bahkan pernah disampaikan oleh nama-nama besar seperti Novak Djokovic dan Alexander Zverev.
Aturan merokok di area Flushing Meadows disebut tidak memperbolehkan aktivitas itu di lokasi. Namun, bau cannabis terkadang masih bisa terbawa dari Corona Park yang berada di dekat kompleks tersebut.
Di wilayah New York, kebijakan merokok untuk orang dewasa berusia 21 tahun ke atas dinyatakan legal. Kondisi inilah yang membuat bau dapat muncul meski tidak ada penampakan langsung di dalam arena pertandingan.
Bagi Sabalenka, hasil ini memperpanjang catatan kemenangan beruntunnya menjadi 16 kali secara berurutan di Flushing Meadows. Ia kini berpeluang memperpanjang perjalanan sekaligus mengejar pencapaian yang belum pernah diraih petenis putri sejak rentang 2012 hingga 2014.
Jika mengacu pada rentang tersebut, Sabalenka berpeluang menjadi petenis pertama setelah Serena Williams untuk menyelesaikan hat-trick gelar US Open secara tunggal dalam tiga edisi berturut-turut.
Menjelang pertandingan berikutnya, Sabalenka akan menghadapi pemenang dari duel Taylor Townsend dan Diana Shnaider. Shnaider merupakan unggulan ke-15 dan pernah mengalahkan Sabalenka pada perempat final French Open di bulan Juni.
Dengan kemenangan ini, Sabalenka membuktikan bahwa gangguan bau tidak mengubah fokusnya terlalu lama. Setelah jeda yang dipicu keluhan langsung, ia kembali mendominasi ritme permainan hingga menutup laga dua set.
Setelah 6-3 dan 6-4, perhatian kini mengarah pada babak berikutnya. Di sisa turnamen, tantangan akan semakin berlapis, terutama ketika lawan bisa berasal dari profil permainan yang berbeda, baik dari Townsend maupun Shnaider.












