Olahraga

Kejuaraan Lari Jalan Raya Dunia: Ingebrigtsen harus puas di tempat kedua nomor 5 km Copenhagen

×

Kejuaraan Lari Jalan Raya Dunia: Ingebrigtsen harus puas di tempat kedua nomor 5 km Copenhagen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Road Running: Ingebrigtsen pipped to 5km road title in Copenhagen

jurnalistik.co.id – Jakob Ingebrigtsen harus menerima hasil runner-up pada nomor 5 km putra Kejuaraan World Road Running di Copenhagen. Atlet asal Norwegia itu finis kedua setelah persaingan sengit hingga kilometer-kilometer terakhir, saat Dawit Seare mencuri kemenangan untuk Eritrea.

Seare, yang sebelumnya dikenal sebagai juara Afrika nomor 5.000 meter, tampil dengan tenaga cadangan di fase penentuan. Ia berhasil menyalip dan melampaui Ingebrigtsen dalam kondisi balapan yang makin memadat, sebelum akhirnya memastikan medali emas.

Ingebrigtsen, usia 26 tahun, turun di lomba ini dalam rangkaian yang lebih singkat dari biasanya. Ini juga menjadi hanya laga keenamnya di musim yang banyak terganggu cedera. Delapan hari sebelumnya, ia meraih kemenangan 5.000 meter di lintasan pada Ultimate Athletics Championships di Budapest.

Statusnya sebagai juara Olimpiade nomor 5.000 meter membuat Ingebrigtsen terlihat cepat menemukan ritme di awal. Namun, ia tampak belum sepenuhnya terlibat sebagai penentu ketika balapan memasuki bagian akhir, sebelum kemudian memacu diri menjelang penanda terakhir.

Menjelang kilometer-kilometer akhir, Ingebrigtsen mulai mengambil alih tempo dan mencoba menjadi pemimpin balapan. Dorongan kuatnya membawa ia berada di depan hingga momen-momen genting menjelang finis.

Ketika jarak sudah tinggal hitungan detik, Seare justru menunjukkan momen yang menentukan. Ia berhasil menyusul dan mengambil alih posisi, lalu melesat untuk memastikan kemenangan dengan catatan 12 menit 56 detik atau 12:56.

Di podium berikutnya, Saymon Amanuel melengkapi hasil Eritrea dengan merebut medali perunggu. Sementara itu, finis kedua Ingebrigtsen sekaligus menjadi bukti bahwa comeback di musim yang tengah terganggu cedera tetap mampu menghasilkan performa kompetitif di level elite dunia.

Hasil lain di Copenhagen: dominasi Amebaw dan kejutan di nomor mile

Bukan hanya nomor 5 km putra yang menyita perhatian. Pada nomor 5 km putri, Likina Amebaw menunjukkan keunggulan yang hampir tak terbantahkan sejak awal. Ia membuat terobosan lebih dulu dan mampu mempertahankan kecepatan untuk mengunci kemenangan dengan waktu 14:41.

Caroline Gitonga dari Kenya harus puas dengan posisi kedua, terpaut tujuh detik dari catatan pemenang. Rose Davies meraih perunggu, sedangkan Hannah Nuttall dari Inggris mencatat 15:08 dan finis di urutan kesepuluh.

Amebaw datang ke balapan ini dengan momentum setelah enam hari sebelumnya menjuarai 5.000 meter di Budapest dan mendapatkan hadiah $150.000 atau setara dengan £112.000. Kali ini, ia kembali menegaskan bahwa kematangan strategi dan daya tahan jarak jauh sejalan dengan performa puncak di jalan raya.

Di nomor mile putra, terjadi kejutan melalui Robert Farken. Ia tampil sebagai pemenang yang tak diduga, setelah Yared Nuguse sempat memimpin sejak awal perlombaan.

Nuguse menjaga keunggulan hingga memasuki fase terakhir. Namun, pada seratus meter terakhir, Farken menekan lebih agresif dan akhirnya menyalip untuk meraih kemenangan dengan waktu 3:51.80, sekaligus menjadi gelar besar pertama dalam kariernya di kategori utama.

Jake Heyward dari Inggris menyusul di posisi kesebelas dengan catatan waktu terbaik pribadinya, 3:55.76. Sementara itu, Agathe Guillemot dari Prancis memastikan kemenangan pada nomor mile putri dengan waktu 4:22.74.

Catatan tersebut sekaligus menjadi waktu tercepat di dunia pada tahun ini untuk nomor jalan raya. Guillemot merancang aksinya dengan presisi, lalu mengungguli Freweyni Hailu dari Ethiopia untuk memastikan kemenangan. Mirriam Cherop dari Kenya menyelesaikan balapan di posisi ketiga, sedangkan Katie Snowden dari Inggris berada di urutan ke-16.

Menjelang hari berikutnya

Persaingan di Copenhagen masih berlanjut. Gelar nomor half-marathon akan diputuskan pada hari Minggu, dengan rangkaian lomba elite menjadi bagian dari festival lari yang berlangsung selama dua hari di ibukota Denmark.

Dengan berakhirnya nomor-nomor bergengsi pada Sabtu, perlombaan memasuki babak berikutnya yang menjanjikan pertarungan lebih panjang, sementara sorotan tetap melekat pada Ingebrigtsen yang harus puas di posisi kedua dan Seare yang memastikan emas lewat dorongan di ujung balapan.