Olahraga

Kit kandang Wales dikritik fans: Adidas diganti Sudu

×

Kit kandang Wales dikritik fans: Adidas diganti Sudu

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: New Wales football kit slammed by fans as Adidas swapped for SUDU

jurnalistik.co.id – Kit kandang terbaru timnas Wales memicu perdebatan hangat di kalangan pendukung. Sejumlah fans menilai desainnya tidak layak, sementara pihak lain berpendapat reaksi publik akan berbeda jika Adidas yang meluncurkan motif serupa.

Seragam kandang baru Wales diperkenalkan pada Kamis oleh Football Association of Wales (FAW). FAW menyebutnya “inspired by the rich tradition of Welsh double cloth weaving”.

Menurut FAW, ini menjadi jersey Wales pertama yang diproduksi oleh brand sportswear Sudu setelah asosiasi berpisah dengan Adidas yang sudah menjalin kerja sama selama 13 tahun. Perubahan pemasok tersebut tampaknya ikut mewarnai respons para pendukung sejak awal peluncuran.

Di media sosial, kritik datang dengan nada tajam. Salah satu komentar menyebutnya sebagai “worst Welsh shirt in history”.

Seorang fans lain kepada reporter BBC Wales di ajang Eisteddfod pada hari yang sama mengatakan bahwa desain itu mengingatkannya pada “a bus seat back in the day”. Perbandingan tersebut membuat sebagian orang merasa pola pada kaus merah seperti meniru tampilan kursi bus lawas.

Namun tidak semua orang sepakat dengan penilaian negatif. Ada yang berargumen bahwa respons terhadap kit akan berbeda apabila desain tersebut dirilis oleh Adidas, meski kenyataannya motif kini hadir dalam format Sudu.

FAW menegaskan bahwa reaksi terhadap kostum termasuk hal yang bersifat subjektif. Asosiasi juga menyatakan tetap “incredibly proud of the creative process behind the new Cymru home kit”.

Mereka menambahkan kit ini menolak “reused designs”. FAW menyebut Sudu bekerja sama dengan asosiasi dan fans untuk “to understand the DNA of the nation”.

Dalam penjelasan elemen desain, FAW menyatakan seragam dibuat dengan “incredible passion and care” dan menyebut motif khususnya bersumber pada “bespoke pattern draws on elements of traditional Welsh tapestry”.

Menjelang pengumuman, BBC Wales Sport berbincang dengan Noel Mooney, CEO FAW, pada 9 Juni terkait kit tersebut. Mooney mengatakan, “We’ve had a brilliant, more than decade-long relationship with Adidas.”

Ia juga menekankan kebutuhan tim untuk terus menimbang keputusan dari sisi desain dan ketersediaan kit. Mooney menambahkan, “At the same time we have to keep thinking about what is the best for the FAW in terms of design, in terms of the amount of kit that we get.”

Poin lain yang disorot Mooney adalah keberlanjutan dukungan bagi level akar rumput. Ia menyatakan, “We’ve got to fund the grassroots game here and we’ll always look at opportunities for getting more resources for the grassroots game as well.”

CEO FAW menutup dengan penegasan bahwa pertumbuhan sepak bola Wales menjadi pertimbangan utama. “We need to grow Welsh football and we will always look for the option that’s best for Welsh football,” katanya.

Harga kit dan pembanding negara lain

Dari sisi harga, versi “pro” untuk kaus dewasa dibanderol £90. Sepasang celana pendek dan kaus kaki yang serasi dijual dengan total £136.

Untuk versi replika, kaus dewasa berharga ÂŁ70. Sementara itu, paket lengkap anak yang mencakup kaus, celana pendek, dan kaus kaki dipatok ÂŁ89.

Sebagai pembanding, England menampilkan kaus kandang dewasa termahal yang dijual ÂŁ134.99, sedangkan Scotland seharga ÂŁ75. Perbedaan harga tersebut turut memberi konteks tentang posisi pasar jersey antar-negara asal kompetisi home nations.

FAW juga menyebut keterlibatan pendukung sebagai bagian dari proses peralihan. Seorang juru bicara menyatakan, “We understand that change is difficult but we are incredibly excited to start this new journey. It has been heartening to see the views of supporters who connect with the meaning behind the shirt and the sense of Welsh pride that it evokes.”

Asosiasi menambahkan seragam tersebut dipajang pada National Eisteddfod pada pagi hari itu, disertai umpan balik yang dinilai “overwhelmingly positive” dari pengunjung secara langsung. Dengan demikian, meski perbincangan di ruang publik bersifat beragam, FAW mengklaim respons positif juga datang dari pengalaman tatap muka di acara tersebut.