Olahraga

Ashley Williams kembali ke staf pelatih Wales, Craig Bellamy: ‘freshened up’ dengan kembalinya sang kapten

×

Ashley Williams kembali ke staf pelatih Wales, Craig Bellamy: ‘freshened up’ dengan kembalinya sang kapten

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ashley Williams: Craig Bellamy's Wales 'freshened up' by captain's return as a coach

jurnalistik.co.id – Wales memasuki lanjutan fase Nations League dengan harapan tambahan di lini teknis. Craig Bellamy menyambut kembalinya Ashley Williams ke staf kepelatihan, setelah nama kapten berpengaruh era modern itu memutuskan untuk beralih peran dari pemain.

Kembalinya Williams membuat Bellamy merasa timnya “freshened up”. Dalam pengantar yang dibagikan kepada publik, Bellamy menilai kedatangan Williams dapat menghadirkan “a different dynamic” dalam cara kerja ruang ganti dan pendekatan taktikal tim.

Williams sendiri dikenal sebagai sosok sentral saat Wales menembus semifinal Euro 2016. Kala itu, ia membawa timnya berhadapan dengan Cristiano Ronaldo dan Portugal—sebuah puncak karier internasional yang kelak tercatat dalam total 86 penampilan bersama Wales.

Saat ini usianya 42 tahun, dan ia tidak lagi menambah caps di level tim nasional. Ia memilih bergabung sebagai bagian dari tim belakang yang “new-look” di bawah komando Bellamy, dengan keyakinan Football Association of Wales (FAW) bahwa tambahan elemen baru bisa membantu langkah Wales menuju Euro 2028.

Bellamy juga memberi konteks bahwa kebijakan staf baru bukan sekadar perubahan nama, melainkan penyegaran perspektif. Ia menyebut Williams dan Alan Sheehan akan berperan untuk menyusun ulang ritme kerja tim, termasuk cara staf melihat potensi pemain dan kebutuhan menghadapi lawan.

Keputusan ini tidak sepenuhnya muncul sebagai skenario yang diperkirakan banyak pihak. Williams sebelumnya lebih sering hadir di ranah media setelah karier bermainnya usai. Sementara itu, Sheehan—mantan pemain full-back—juga bukan tipe rekrutmen yang langsung terbayang setelah ia tidak bekerja sejak pemecatannya oleh Swansea City pada November 2025, menyusul masa kerja tujuh bulan yang dinilai relatif tidak berhasil.

Di sisi lain, ada pula perubahan dari komposisi yang telah dibangun Bellamy. James Rowberry memilih memusatkan perhatian pada perannya bersama Mark Robins di Stoke City, sedangkan Piet Cremers meninggalkan skema kerja analitik yang sebelumnya dipuji Bellamy—yang menyebut kontribusinya “everything”. Cremers kemudian bergabung dengan Club NXT di Belgia pada Juli lalu.

Meski komposisi mengalami pergeseran, Bellamy menegaskan bahwa proses perekrutan memang diarahkan untuk mendapatkan kekuatan berbeda. Ia menceritakan kegiatannya pada musim panas dengan melakukan wawancara, mencari sosok yang dianggap bisa menambah kapasitas tim.

Bellamy berkata, “It freshens you up, gives you a different eye. Different strengths coming in means a different dynamic to how you work, which leaves me quite excited.” Ia juga menyebut beberapa sosok, termasuk Andrew Crofts yang kini berperan sebagai asisten di Tottenham, tetap menjadi bagian dari setup Wales.

Dalam penilaian Bellamy, kekuatan paling nyata yang dibawa Williams adalah karakter. Bellamy menggambarkan bahwa kehadiran Williams mampu memberi pengaruh yang cepat di ruang ganti, terutama bagi tim yang sedang berada dalam fase bertumbuh dan berisi pemain muda.

Sam Vokes—yang pernah merasakan dinamika ruang ganti bersama Williams—menyebut hal serupa. Vokes mengatakan, “I played underneath Ash as a captain, and he was a great leader in the dressing room and led by example in the way he conducted himself on and off the pitch,” sambil menambahkan, “He can be someone who speaks from experience and [will] go into that dressing room and immediately command respect.”

Menurut Vokes, Williams juga memahami tuntutan pertandingan di lingkungan kompetitif tinggi karena pernah menjalani pengalaman seperti laga tandang melawan Portugal dan Denmark. Vokes menambahkan, “Portugal and Denmark away, he has played in those environments,” dan ia yakin Williams bisa mengarahkan pemain dari pengalaman langsung: “He will be able to speak to the lads that are going out in those environments because he led by example, and led in the trenches many times.”

Bellamy pun menegaskan sudut pandang pribadi tentang peran Williams di lapangan. Ia berkata, “In my time he’s been our greatest captain.” Ia menambahkan, “Some ex-players with a certain presence can really add something, but also his knowledge of the game is really high, his football IQ is really high.”

Di luar nilai kepemimpinan, Williams juga diproyeksikan memberi kontribusi yang relevan dengan karakter Nations League A. Dave Adams, chief football officer FAW, menyatakan bahwa Williams membawa kemampuan khusus untuk pertandingan yang menuntut kerja bertahan.

Adams mengatakan, “He’ll bring some unique skills, particularly when you play Nations League A games when you have to defend a lot,” sebelum menambahkan, “Some of the dark arts of defending, he’ll bring some interesting things for the players to think about.”

Dalam lanskap yang lebih luas, keputusan staf baru datang di tengah sorotan atas perjalanan Wales yang tidak berhasil mencapai Piala Dunia serta mulai muncul kritik terkait cara tim bermain. Adams menilai, penekanan pada aspek bertahan bisa menjadi nilai penting—terutama saat Wales menghadapi rangkaian laga yang berat.

Bellamy sendiri menjelaskan bagaimana ia ingin memadukan kepemimpinan pemain berpengalaman dengan gaya manajemen yang tetap menekankan analisis dan pertanyaan. Ia berkata, “With his position, sometimes it’s easier coming from a player who’s been in there,” dan menegaskan peran dirinya dalam mengarahkan informasi: “Now, I’ll lead a lot on the information, but it’s nice for me to be able to ask ‘What would you see with this? If you played there, how did you feel when I asked you to do that? Is that possible? Is that not possible?’ I believe he’ll be a huge asset to me.”

Nama Sheehan juga diposisikan selaras dengan kebutuhan taktik yang lebih defensif. Ia selama karier kepelatihannya dikenal memiliki pendekatan yang pragmatis saat menangani Swansea. Bellamy dan FAW menilai Wales bisa memanfaatkan ketajaman Sheehan, terutama dalam aspek set-piece.

Adams menambahkan bahwa fokus itu tidak hanya bersifat umum, melainkan diarahkan ke detail yang bisa menentukan hasil. Ia berkata, “We really want someone who is in tune with restarts and set-pieces,” lalu menekankan bahwa dalam pertandingan seperti Nations League, momen-momen dari situasi bola mati dan restart dapat menjadi faktor pembeda: “In these sorts of games they could be the factor that give us a chance to win the game, because they are going to be very hard games to play in.”

Adams juga menyebut periode enam pertandingan ke depan sebagai fase yang menuntut konsentrasi khusus. Ia menegaskan, “We realise the importance of attacking and defending set-pieces in these next six games, and feel Alan and [goalkeeping coach] Martyn Margetson will bring that level of detail to help the team be best prepared for these games.”

Peluang tersebut akan diuji segera. Wales dijadwalkan bertandang ke Portugal dalam Nations League Grup A4 pada Kamis, 24 September pukul 19:45 BST di Estádio José Alvalade, Lisbon.