Olahraga

Peringkat performa klub Premier League di awal musim: setelah lima laga

×

Peringkat performa klub Premier League di awal musim: setelah lima laga

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ranking every Premier League team's start to the season

jurnalistik.co.id – Kompetisi Liga Primer kini sudah memasuki lima pertandingan awal, sebelum jeda internasional selama tiga pekan tanpa laga Premier League hingga 10 Oktober. Di fase masih dini ini, penilaian performa jadi cara cepat membaca siapa yang benar-benar terlihat tajam, dan siapa yang justru belum menemukan ritme.

BBC Sport menyajikan pemetaan start musim dengan sudut pandang yang merangkum perjalanan “dari ‘Far from their best’ menuju ‘a joy to watch’”. Dari angka-angka peringkat ini, tampak jelas bahwa sebagian tim langsung menancap, sementara lainnya perlu kerja ekstra agar tak tertinggal terlalu jauh.

Tim yang paling mengesankan sejauh ini

Brighton menjadi salah satu sorotan paling terang dengan skor 9. Dalam lima laga teratasnya, mereka mencetak 16 gol—termasuk tiga gol ke gawang juara bertahan Arsenal—sehingga permainan mereka terasa seperti hiburan yang konsisten, bukan kebetulan.

Manchester City juga mengantongi nilai tertinggi, yakni 9. Lima kemenangan dari lima pertandingan menunjukkan dominasi penuh, termasuk saat mereka mampu menang di markas Manchester United meski sempat harus bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama.

Brentford berada tepat di belakang dengan skor 8. Mereka menghancurkan Tottenham Hotspur dan Chelsea tanpa banyak drama dalam rangkaian awal yang tetap tak terkalahkan, dan kini pertanyaannya berubah menjadi apakah mereka bisa mempertahankan momentum untuk bersaing hingga level Eropa.

Hull City meraih skor 5, namun pencapaian delapan poin dari lima laga awal justru jadi catatan yang kuat. Di pembuka yang tergolong berat, mereka mampu mengalahkan Manchester United serta bermain imbang melawan Aston Villa dan Chelsea.

Ipswich Town dinilai dengan skor 8 setelah dua kemenangan lewat gol akhir. Meski pertahanan mereka disebut defensively vulnerable, keberhasilan menyegel kemenangan melawan Sunderland dan Crystal Palace membuat mereka mengantongi enam poin dan menunjukkan karakter pantang menyerah.

Leeds United mendapat skor 5, tetapi status mereka menempati posisi kelima bersama catatan tak terkalahkan dan rekor pertahanan terbaik secara bersama. Kemenangan 4-1 atas Newcastle United juga menjadi bukti bahwa mereka mampu mengubah dominasi jadi hasil yang nyata.

Tim dengan langkah yang masih naik-turun

Arsenal memperoleh skor 7 dalam start yang solid untuk mempertahankan gelar. Namun laju mereka tidak sepenuhnya mulus, karena mereka “direnggut” oleh Brighton setelah sebelumnya sempat melewati ancaman penalti saat menghadapi Sunderland.

Liverpool meraih skor 7, dengan satu kata besar: tak terkalahkan. Meski begitu, performa mereka dianggap belum berada di level terbaik; tiga clean sheet dalam tiga laga terakhir memang memberi sinyal positif, tetapi ekspektasi lebih besar tetap dibebankan pada Andoni Iraola.

Tottenham Hotspur justru berada di sisi yang berlawanan dengan skor 2. Setelah menggelontorkan lebih dari £300 juta di musim panas, mereka tampil buruk dan gagal mencetak gol di empat laga liga pertama—sebuah situasi yang membuat tuntutan perbaikan langsung menguat setelah jeda internasional.

Aston Villa mendapat skor 6 karena tanda-tanda mulai bergerak ke arah yang lebih benar. Gagasan utamanya adalah penyesuaian setelah kehilangan banyak pemain kunci selama bursa transfer, dan sejauh ini mereka masih terlihat mampu merapikan permainan.

Bournemouth bernilai 6 dengan logika yang cukup menarik: bila pertandingan hanya berdurasi 80 menit, The Cherries disebut berpotensi berada dekat puncak. Karena itu, pekerjaan paling mendesak mereka adalah menghentikan kebiasaan kebobolan terlalu akhir laga.

Chelsea juga diberi skor 6. Di bawah Xabi Alonso, mereka sempat melaju kuat, tetapi dua kekalahan dari tiga laga terakhir—ditambah dihancurkan Brentford—membuat arah performa klub ini kembali dipertanyakan.

Ada juga catatan serupa pada Newcastle United yang memperoleh skor 4? Tidak, Newcastle bernilai 6. Di bawah pelatih baru Matthias Jaissle, mereka menunjukkan paket campuran: sempat menahan imbang Liverpool, menang nyaman di Tottenham, lalu tampil buruk saat kalah dari Leeds. Meski begitu, respons mereka kembali terlihat saat mampu mengalahkan Hull.

Nottingham Forest diberi skor 6. Hasil terbaik mereka datang saat bertandang—menahan Liverpool dan mengalahkan Aston Villa—namun performa kandang jadi pekerjaan rumah besar. Mereka bahkan disebut belum mencetak gol dan hanya mengumpulkan satu poin dari tiga laga di City Ground.

Manchester United memperoleh skor 4 setelah start yang mengecewakan. Mereka kalah dari Hull dan ditahan imbang oleh Fulham yang disebut sedang berada di dasar klasemen; satu-satunya kemenangan mereka sejauh ini datang saat menghadapi Ipswich, sementara upaya meraih hasil melawan Everton pupus karena kebobolan lewat gol penyama di akhir laga.

Tim yang masih perlu peningkatan nyata

Crystal Palace bernilai 5 setelah hanya meraih satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan. Angkanya sederhana, tetapi pesannya jelas: ruang perbaikan masih lebar agar mereka bisa keluar dari zona yang membuat frustrasi.

Coventry City juga berada di skor 6. Ada gambaran suasana lega dari kubu tandang saat mereka menang di Nottingham Forest, dan kini pertanyaan yang muncul adalah apakah Frank Lampard mampu membuat timnya terus berkembang setelah momen itu.

Everton mengantongi skor 6. Meskipun bursa transfer mereka disebut sebagai sesuatu yang bisa dilupakan, David Moyes membuat The Toffees sulit dikalahkan—sebuah fondasi yang penting di awal musim ketika konsistensi sering menjadi penentu.

Fulham berada pada skor 6 setelah hasil-hasil yang tergolong “cukup”, dengan dua hasil imbang melawan Liverpool dan Manchester United. Namun mereka membutuhkan kemenangan agar dapat mengangkat posisi, dan jadwal setelah jeda internasional—Ipswich (away), lalu Hull (home), Coventry (away), serta Crystal Palace (home)—dipandang sebagai peluang ketika kompetisi kembali bergulir.

Selain itu, Sunderland mendapat skor 5. Setelah finis ketujuh pada 2025-26, para pendukung Black Cats menginginkan start yang lebih baik, dan meski tim mereka memberi perlawanan saat menghadapi Arsenal serta Manchester City, keduanya tetap berakhir dengan kekalahan.

Pada akhirnya, lima laga awal memperlihatkan bahwa Premier League musim ini sudah punya pola: tim yang mampu menjaga kualitas—baik lewat efisiensi mencetak gol maupun keteguhan meraih hasil—lebih cepat mendapatkan tempat. Sementara yang lain harus segera merapikan aspek paling mendasar agar tidak terus tertahan ketika kalender kembali padat setelah 10 Oktober.