jurnalistik.co.id – Pekan kedua NFL menyuguhkan dinamika yang cepat berubah: setelah pekan pertama sarat gol, lini pertahanan tampil lebih disiplin. Namun sorotan tetap jatuh pada dua cedera serius yang menimpa quarterback muda, bersamaan dengan kebangkitan performa Patrick Mahomes bersama Kansas City Chiefs.
Di Chicago, Bears harus menerima kenyataan pahit. Tim yang pada pekan lalu mencetak 59 poin kali ini tumbang 9-3 di kandang sendiri saat menghadapi Minnesota Vikings, sekaligus mengakhiri catatan kemenangan Minnesota yang sudah berjalan tujuh kali beruntun di Soldier Field.
Penurunan performa Bears juga tercermin dari angka: terjadi drop 56 poin, dan itu menjadi catatan terbesar kedua dalam sejarah NFL. Dalam kekalahan tersebut, dua touchdown Bears hilang karena bola sempat gagal ditangkap dan berujung fumble, ada pula field goal yang diblokir. Yang paling mengkhawatirkan, Caleb Williams harus dibawa keluar lapangan pada kuarter keempat setelah terlihat kesakitan.
Laporan awal menyebut cedera hamstring Williams belum tentu seberat yang mula-mula dikhawatirkan. Meski demikian, pekan kedua juga memperlihatkan betapa rapuhnya rencana tim ketika QB utama tidak bisa melanjutkan pertandingan.
Nasib serupa menimpa Jayden Daniels. Daniels meninggalkan kekalahan Washington saat bertandang ke Dallas dengan cedera serius pada siku yang sama seperti yang pernah mengalami dislokasi musim lalu. Ia tampak akan absen untuk waktu yang lama, dan Washington pun tetap kesulitan menjaga ritme melawan Dak Prescott.
Prescott tampil efektif dengan empat touchdown saat kemenangan Dallas atas Washington berakhir 37-20. Ia juga melewati rekor tim Tony Romo yang sebelumnya 248 passing touchdown, menjadi 249.
Chiefs menang dalam overtime, Mahomes mencetak angka besar
Sementara itu, Kansas City Chiefs kembali menunjukkan identitasnya: memenangkan pertandingan ketat dengan momen menentukan. Chiefs meraih kemenangan 33-30 atas Indianapolis Colts lewat drama overtime, setelah Harrison Butker menendang field goal kemenangan tepat di akhir waktu.
Patrick Mahomes menjadi pusat kendali dengan tiga touchdown serta 382 yard passing—angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhirnya. Travis Kelce mencatat 101 yard sekaligus satu touchdown, sedangkan Kenneth Walker juga tampil besar bagi tim.
Di sisi lain, Colts tetap merepotkan hingga detik-detik penentuan. Daniel Jones dan timnya menghadirkan tantangan kuat, tetapi Chiefs pada akhirnya mampu mengatasinya pada momen krusial, dengan Mahomes mencatat total 178 yard yang berperan penting dalam fase overtime.
Opsi perubahan formasi, rebound, dan kejaran rekor
Berita Terkait
Tak hanya Chiefs, beberapa tim lain juga menuntaskan laga melalui skenario yang menegangkan. Green Bay Packers tampil di luar dugaan saat menaklukkan New York Jets 20-17 di overtime. Packers berhasil menghapus defisit 10 poin pada kuarter keempat, sekaligus memutus rentetan enam kekalahan beruntun.
Seattle Seahawks juga menjaga momentum setelah mengalahkan Arizona Cardinals 31-7. Kemenangan itu sekaligus membuat Seahawks meraih kemenangan ke-12 secara beruntun. Drew Lock memperlihatkan kemampuannya sebagai quarterback dengan tiga passing touchdown kepada Jaxon Smith-Njigba, termasuk operan sejauh 82 yard yang menjadi yang terpanjang dalam karier penerima tersebut.
Seahawks memang kehilangan Walker ke Chiefs, tetapi mereka tetap mempertahankan 17 dari 22 starter dan 44 dari 53 anggota roster dari musim sebelumnya yang berujung gelar juara. Stabilitas seperti itu menjadi alasan bahwa tim bisa kembali bersaing ketat sepanjang musim, meski jadwal mereka akan berhadapan dengan San Francisco 49ers yang juga melaju 2-0.
49ers menegaskan statusnya dengan menghantam Miami Dolphins 35-15. Di pertandingan itu, tim mengemas touchdown di lima penguasaan pertama. Christian McCaffrey mencetak dua gol ke end zone, George Kittle turut menemukan sasaran, dan Brock Purdy menyumbang tiga skor keseluruhan.
Kondisi itu juga dibaca sebagai sinyal bahwa skuad Kyle Shanahan kembali lengkap. Dengan bintang-bintang pertahanan yang kembali dari cedera, 49ers dipandang memiliki paket yang lebih lengkap untuk menjalani musim.
Konsistensi lain datang dari Cincinnati Bengals yang menang 20-6 atas Houston. Ja’Marr Chase menyumbang touchdown awal, dan laga menjadi bukti kedalaman tim—terutama karena pertahanan Bengals mampu menjaga CJ Stroud tidak mencetak gol dari end zone serta menorehkan empat kali sack saat bertanding tandang.
Di Philadelphia, Eagles sempat berada di bawah tekanan melawan Tennessee Titans. Namun segalanya berbalik saat Jalen Hurts melepaskan umpan touchdown kemenangan kepada Darius Cooper hanya menyisakan sembilan detik. Kemampuan untuk menang di detik-detik akhir menjadi ciri yang familiar bagi Philly pada musim-musim sebelumnya.
Sejumlah kejutan lain pada pekan kedua
Pekan kedua juga diwarnai hasil yang mengejutkan. New Orleans Saints yang sebelumnya hampir memenangi pertandingan setelah comeback besar melawan Detroit pekan lalu justru kali ini mengambil langkah lebih baik dengan menumbangkan Baltimore Ravens 24-17 di kandang sendiri pada laga pembuka musim. Tyler Shough mencetak touchdown yang sempat menimbulkan sedikit kontroversi karena bola terlihat kurang jelas saat masuk, sebelum Lamar Jackson kemudian melempar intercept pada fase akhir ketika berupaya menyelamatkan laga.
Las Vegas Raiders juga tampil meyakinkan dengan catatan 2-0 usai mengalahkan Chargers 26-14. Chargers, menurut narasi pertandingan, kembali terpuruk—mereka mengalami kekalahan dengan margin dua digit dari dua tim yang menjadi penyulit terbesar pada musim lalu. Dengan sisa laga tandang mereka yang akan menghadapi Buffalo dan Seattle, peluang perbaikan dipandang semakin berat.
Di Tampa Bay, Cleveland Browns juga membalikkan keadaan. DeShaun Watson mencetak touchdown pada kuarter keempat saat Browns meraih kemenangan kejutan di laga tandang. Pertandingan juga mengalami weather delay sehingga tim harus menunggu tambahan dua jam sebelum memastikan kemenangan.
Adapun Atlanta Falcons menjadi salah satu catatan paling buruk. Falcons kalah 34-3 dari Carolina Panthers, dan itu membuat mereka menjadi tim keempat sejak 1978 yang gagal masuk ke zona red zone lawan pada dua pertandingan pertama. Masalah pada quarterback disebut ikut berperan: Jack Strand yang merupakan rookie undrafted menggantikan Cooper Rush yang kesulitan, lalu melempar pick-six. Jika pola itu berlanjut, Atlanta bahkan dapat mengarah pada prospek memilih pemain pertama pada draft tahun berikutnya.












