Olahraga

Ratko Mladic: Fans Red Star Unjuk Tifo Bergambar Penjahat Perang Menjelang Derbi Lawan Partizan

×

Ratko Mladic: Fans Red Star Unjuk Tifo Bergambar Penjahat Perang Menjelang Derbi Lawan Partizan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Ratko Mladic: Red Star fans display tifo of war criminal

jurnalistik.co.id – Suporter Red Star Belgrade menampilkan tifo bergambar Ratko Mladic menjelang laga derbi menghadapi Partizan pada Minggu malam. Aksi itu dipasang sebelum pertandingan, sementara kedua tim kemudian menyisihkan waktu untuk satu menit hening.

Derbi tersebut akhirnya dimenangkan Red Star dengan skor 2-1 di kasta tertinggi sepak bola Serbia. Sebelum kick-off, bentangan tifo Mladic menjadi sorotan karena sosok yang ditampilkan dikenal sebagai pelaku kejahatan perang.

Mladic wafat di sebuah penjara PBB pada bulan Agustus. Ia sebelumnya divonis penjara seumur hidup pada 2017 atas tuduhan genosida, kejahatan perang, serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurut catatan dakwaan dan putusan, Mladic bersama pasukannya bertanggung jawab atas pembunuhan sistematis terhadap penduduk non-Serbia di Bosnia-Herzegovina selama konflik di wilayah bekas Yugoslavia pada periode 1992 hingga 1995. Salah satu peristiwa yang disebut secara spesifik adalah pembantaian terhadap 8.000 laki-laki dan anak laki-laki di Srebrenica.

Selain itu, ia juga disebut mengendalikan pengepungan terhadap ibu kota Sarajevo, yang menewaskan lebih dari 10.000 orang. Rangkaian peristiwa inilah yang membuat namanya tetap terkait dengan tragedi kemanusiaan besar pada masa perang tersebut.

Kontroversi dari stadion hingga Eropa

Red Star tercatat sudah pernah dikenai denda 90.000 euro (sekitar £77.000) oleh UEFA musim ini. Hukuman tersebut muncul setelah para penggemar mereka memperlihatkan spanduk yang mengenang Mladic pada play-off Liga Europa melawan klub Ceko, FC Viktoria Plzen, bulan lalu.

Kali ini, akun media sosial Red Star mempublikasikan video saat tifo Mladic ditampilkan. Dalam unggahan tersebut, disebutkan pula kedua tim melakukan satu menit hening, serta disertai emoji salam.

Reaksi internasional pun datang. Akun resmi X tim nasional Bosnia dan Herzegovina merespons dengan kata-kata yang tergolong tidak pantas (obscenity), sebagai bentuk penolakan terhadap penggunaan simbol yang merujuk pada Mladic.

Di sisi lain, sejarah politik yang membentuk cara sebagian orang memandang Mladic juga disebut dalam laporan. Mladic sempat menikmati perlindungan Presiden Serbia, Slobodan Milosevic, sebelum Milosevic akhirnya meninggal saat menjalani persidangan untuk kasus genosida yang juga menimpa dirinya.

Setelah periode perlindungan itu, Mladic kemudian menghabiskan lebih dari satu dekade dalam pelarian. Ia akhirnya ditemukan bersembunyi di sebuah rumah pertanian terpencil.

Meski statusnya sudah berakhir di penjara PBB, laporan juga menekankan bahwa bagi sebagian kalangan di Serbia, Mladic tetap dipandang sebagai figur yang dihormati. Ratusan hingga ribuan orang dilaporkan berkumpul di sebuah gereja di Belgrade untuk memadati prosesi pemakaman yang berlangsung pada Senin.

Dengan demikian, tifo menjelang derbi di kandang Red Star tidak berdiri sendiri sebagai insiden sesaat. Ia tersambung ke rangkaian kontroversi sebelumnya yang juga berujung sanksi UEFA, sekaligus memantik reaksi dari pihak-pihak yang menganggap simbol tersebut tidak layak dikaitkan dengan ruang publik maupun stadion sepak bola.

Hingga jelang pertandingan, derbi yang mempertaruhkan gengsi antarklub tetap berjalan dengan satu menit hening untuk Mladic. Namun, cara suporter memilih mengekspresikan dukungan melalui tifo bergambar tetap menjadi faktor utama yang membuat laga tersebut mendapat perhatian luas.

Di tengah rangkaian momen sebelum kick-off, tifo tersebut tidak hanya menjadi bagian dari atmosfer pertandingan, melainkan juga pemicu perdebatan karena memunculkan nama yang diasosiasikan dengan vonis kejahatan perang. Keputusan kedua tim tetap menjalankan satu menit hening menunjukkan adanya upaya menandai tragedi secara seremonial, tetapi pilihan simbol dalam tampilan suporter tetap menjadi titik sorot utama.

Serangkaian respons juga memperlihatkan bahwa konteks hukum dan politik memengaruhi bagaimana publik membaca tindakan semacam ini. Mladic sempat disebut berada di bawah perlindungan Slobodan Milosevic, sebelum Milosevic meninggal saat persidangan terkait kasus genosida. Setelah masa perlindungan berakhir, Mladic dilaporkan menghabiskan lebih dari satu dekade dalam pelarian dan akhirnya ditemukan bersembunyi di rumah pertanian terpencil.

Pada saat yang sama, laporan menegaskan bahwa sebagian kalangan di Serbia masih menghormati sosok tersebut, terlihat dari kerumunan yang dilaporkan datang ke gereja di Belgrade untuk memadati prosesi pemakaman pada Senin. Karena itu, kontroversi yang muncul di derbi kandang Red Star diposisikan sebagai lanjutan dari perdebatan serupa, termasuk sanksi UEFA yang sebelumnya dijatuhkan musim ini.