jurnalistik.co.id – Elena Rybakina memulai kampanye US Open 2026 dengan kemenangan meyakinkan, sekaligus menjaga asa mengejar peringkat nomor satu dunia. Petenis unggulan kedua itu mengaku “motivated” dalam perebutan puncak klasemen, namun menegaskan fokusnya dijalankan “one step at a time”.
Menurutnya, perjalanan menuju No. 1 bukan sesuatu yang bisa dipercepat, melainkan rangkaian langkah yang harus dijalani satu per satu. Dengan kemenangan ini, Rybakina kini berada dalam posisi kuat untuk membalik persaingan setelah musim sebelumnya sempat membuka peluang yang ia anggap belum menjadi kenyataan.
Rybakina turun untuk pertama kalinya sejak mengalami cedera tumit saat Cincinnati Masters, tepatnya ketika ia terpaksa berhenti di babak perempat final. Ia sempat menarik diri di tengah pertandingan, sehingga muncul tanda tanya terkait kondisi kebugarannya menjelang turnamen berikutnya.
Tetapi di Flushing Meadows, Rybakina terlihat nyaman di lapangan. Ia mengatasi Thea Frodin—wildcard berusia 17 tahun—dengan skor 6-3 6-2 dalam laga yang memperlihatkan kontrolnya dari baseline dan ketenangan servis.
World number two ini juga menatap target besar, yakni mengamankan gelar mayor kedua musim ini setelah sebelumnya meraih Australian Open. Bagi Rybakina, US Open menjadi panggung penting untuk meneruskan momentum sekaligus memburu pencapaian peringkat puncak untuk pertama kalinya.
Dalam klasemen dunia, Rybakina tertinggal 434 poin dari Aryna Sabalenka. Ia akan menjadi nomor satu dunia jika mampu melangkah hingga semifinal di New York, “even if Sabalenka defends her title” pada edisi ini.
Selain skenario berdasarkan hasil Sabalenka, Rybakina juga bisa memastikan posisi teratas bila tidak ada satu pun dari Sabalenka, Coco Gauff, dan Jessica Pegula yang meraih trofi. Artinya, meski persaingan ketat, jalur Rybakina tetap terbuka lebar tergantung dinamika hasil pertandingan di paruh akhir turnamen.
“I’m definitely motivated [to become world number one],” kata Rybakina. Ia menambahkan bahwa ia merasa pernah memiliki kesempatan sebelumnya, namun hasilnya belum berpihak: “I feel like I had opportunities before and it didn’t go my way.”
Rybakina juga menyebut pencapaian itu sebagai sesuatu yang luar biasa, tetapi masih terlalu jauh untuk dipatok sebagai target instan. “It will be an amazing achievement but it’s still too far and I need to focus on my day off tomorrow, my recovery, and just keep on going.”
Ia berbicara lebih lanjut mengenai kondisi cederanya, menempatkan pemulihan sebagai prioritas utama. “We will see day by day,” ujarnya. “I wasn’t playing or doing much physically [in the build-up to the tournament].”
Berita Terkait
“It’s just one step at a time. The most important thing is to recover and listen to the body. For now, I’m ok.” Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa ia tidak ingin terlalu memaksa, tetapi juga tidak ingin kehilangan ritme kompetisi sejak awal.
Pada pertandingan melawan Frodin, laga sempat diawali dengan penundaan akibat hujan. Setelah itu, Rybakina memulai dengan reli yang rapi dan disiplin, termasuk pada game pembuka yang sempat diwarnai double fault. Meski demikian, ia tidak membiarkan momentum lepas.
Di set pertama, ia menjatuhkan hanya tiga poin saat memegang servis dan meraih tiga love holds secara beruntun. Ketika memasuki set kedua, Rybakina juga tampil solid hingga titik pergeseran datang di sekitar game keenam, saat Frodin akhirnya menekan untuk merebut kesempatan break.
Rybakina tidak menghadapi break point sampai game keenam pada set kedua, dan ia sukses menyelamatkan keduanya. Setelah itu, ia mengubah momen menjadi dominasi yang kian tegas, dengan mengonversi tiga peluang break pertama untuk melesat dan membuka keunggulan sekaligus mengunci ritme permainan.
Ia sempat memimpin 5-1 setelah berhasil mengendalikan servis lawan pada momen-momen kunci. Meski Frodin adalah pemain yang relatif belum dikenal luas, ia tidak menyerah begitu saja dalam situasi tertekan.
Frodin, yang mencatat debut undian utama WTA Tour setelah menjadi juara USTA Girls’ 18s National Championship, justru memaksa Rybakina bekerja lebih keras di akhir pertandingan. Ia menahan laju Rybakina dengan menyelamatkan tiga match points menggunakan ace pada game servis terakhirnya.
Di sepanjang laga, total Frodin menghasilkan 11 ace. Namun, Rybakina pada akhirnya tetap menutup kemenangan dengan servis, menyudahi pertandingan melalui ace miliknya sendiri—yang sekaligus menjadi ace keenam pada laga tersebut.
Rybakina mencatat ace-nya sebagai yang memimpin tur untuk musim ini, yakni ace ke-363. Ia lantas memberikan apresiasi kepada lawan yang tampil di luar status sebagai wildcard: “She played really well today. She has great shots, great serve, it was no easy,” katanya tentang Frodin.
Ia juga mengaku senang berada di turnamen ini. “I’m just happy to be here. I really enjoyed it.”
Bagi Frodin sendiri, perjalanan menuju debut WTA pada laga ini juga menyimpan kisah di luar lapangan. Ia pernah menjadi body double Serena Williams dalam film “King Richard”, yang dinominasikan untuk Oscar.
Dengan hasil tersebut, Rybakina melangkah selangkah lagi dalam balapan peringkat, sambil tetap memegang prinsip pemulihan dan konsistensi. US Open 2026 pun memasuki fase berikutnya dengan Rybakina yang jelas tidak hanya mengejar angka, tetapi juga menjaga cara untuk tetap bertahan di ritme kompetisi.











