Olahraga

US Open 2026: Carlos Alcaraz Bikin Kemenangan di Laga Kembali, Tundukkan Roman Safiullin 6-4 6-4 6-4

×

US Open 2026: Carlos Alcaraz Bikin Kemenangan di Laga Kembali, Tundukkan Roman Safiullin 6-4 6-4 6-4

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US Open 2026 results: Carlos Alcaraz beats Roman Safiullin on singles return - how did defending champion look?

jurnalistik.co.id – Setelah absen karena cedera pergelangan, Carlos Alcaraz akhirnya kembali ke lapangan tunggal putra US Open dan langsung mengunci kemenangan meyakinkan. Ia menundukkan Roman Safiullin dengan skor 6-4, 6-4, 6-4 di Arthur Ashe Stadium.

Kemenangan itu sekaligus menandai kembalinya Alcaraz ke ritme kompetisi setelah penantian selama 139 hari. Petenis berusia 23 tahun menjalani laga pertama sebagai juara bertahan, setelah menghabiskan sedikit lebih dari empat bulan di luar arena karena masalah pada pergelangan tangan.

Alcaraz datang dengan energi yang sama seperti saat tampil menghibur di turnamen-turnamen besar. Di hadapan pendukung yang memadati stadion, ia menunjukkan permainan agresif dan keberanian mengambil inisiatif sejak reli-reli awal.

“I missed the crowd, the energy, the competition – I missed everything,” ujar Alcaraz dalam wawancara di lapangan. “I’m just really, really happy that I was able to compete again.”

Bagi Alcaraz, periode tanpa tampil di tunggal berarti harus menyaksikan rival-rivalnya meraih trofi besar tanpa dirinya. Ia menonton dari pinggir ketika Alexander Zverev dan Jannik Sinner menjuarai French Open serta Wimbledon musim ini.

Meski memakai sleeve kompresi di lengan kanan, Alcaraz tetap melepaskan forehand khasnya dengan daya tekan yang akrab. Serangan di sisi kanan itu menjadi senjata utama, dan ia mengakhiri laga dengan 28 winner yang sebagian besar lahir dari pukulan forehand.

“I felt great. I don’t know how it looked from outside, but from inside, my feeling was that I was hitting normal,” kata Alcaraz. Ia menambahkan bahwa ia merasa bermain dengan cara yang normal, serta tetap menjalankan gaya permainannya seperti biasa.

Selepas setiap poin penting, Alcaraz tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga merayakan momen tersebut. Ia kerap mengangkat kepalan tangan, disertai teriakan “vamos” yang diarahkan ke timnya di sisi lapangan.

Dalam beberapa pertukaran, Alcaraz tampak menikmati suasana pertandingan secara penuh. Ia tersenyum setelah poin-poin panjang, dan pada satu kesempatan ikut bernyanyi ketika pertukaran berubah ke momen pergantian sisi sambil berselaras dengan lagu Michael Jackson.

Ketika reli yang intens berakhir pada servis terakhirnya, Alcaraz menutup dengan drop shot yang sangat rapi. Sesaat setelahnya, ia mengangkat kepalan tangan ke langit, lalu menunjuk ke telinga dan mengayunkan tangan agar sorakan stadion semakin bergema.

Mantan juara Wimbledon Pat Cash juga menilai penampilan tersebut mencerminkan kebahagiaan Alcaraz saat kembali. Dalam siaran BBC Radio 5 Sports Extra, Cash menyebut, “What I really want to do is enjoy every time that I’m going to walk into the court, feeling the energy from the people.”

Cash menambahkan bahwa yang ia lihat adalah perayaan terhadap setiap perkembangan kecil. Ia menilai “every little win” tampak dinikmati oleh Alcaraz sepanjang laga.

Di sisi lain, Alcaraz menegaskan tujuan utamanya bukan semata-mata mengejar hasil cepat. “That’s what I’m going do this tournament. The results, it’s going to come after all.”

“That’s why I enjoyed so much today, and it wasn’t a surprise for me, because I came here to enjoy,” lanjutnya.

Serve jadi catatan, tetapi peluang beradaptasi tetap terbuka

Walau tampil nyaman di reli dan konsisten dalam menekan lawan, laga ini tetap menyisakan ruang perbaikan. Dari sisi servis, ancaman yang biasanya menjadi kekuatan utama Alcaraz tidak muncul dengan intensitas yang sama.

Alcaraz hanya membukukan dua ace, namun juga mencatat lima double faults. Ia tetap relatif aman saat servis pertama masuk dengan persentase 68%, dan memenangkan 66% poin yang datang dari servis pertama tersebut.

“The serve is the shot I was struggling [with] the most,” jelas Alcaraz. Ia menyatakan juga bahwa penggunaan servis yang lebih lambat menjadi strategi yang disengaja untuk mengejutkan Safiullin.

“I’m going try to serve better. The point is going to try to serve normal, but it’s a shot that I just always struggle [with].” Ia menutup dengan keyakinan bahwa kondisi servis akan kembali pulih. “But it will be back, for sure.”

Selain teknik, aspek mental dan kesiapan fisik juga sempat menjadi pertimbangan sebelum bertanding. Meski tampil tidak terlihat kekurangan kebugaran berlebihan, Alcaraz mengakui sebelum menghadapi Safiullin ia punya keraguan terkait ketahanan laga panjang.

Ia mengungkapkan bahwa pikirannya sempat berkutat pada skenario pertandingan terbaik dari lima set. “There were some doubts in the match, I’m not going to lie,” ujar Alcaraz.

“I’ve been thinking about ‘am I going to last the best of five, am I going to last playing four sets, five sets?’. I need more matches under the belt to get again into the rhythm of the tournament. I’m pretty sure I’m going to get better and better every day.”

Babak berikutnya dan gambaran undian

Dengan kemenangan ini, Alcaraz membuka langkah menuju putaran berikutnya menghadapi Safiullin sebagai lawan pertama. Di pertandingan selanjutnya, ia dijadwalkan bertemu Jaime Faria dari Portugal, yang menempati peringkat ke-72 dunia.

Meski lawan berikutnya bukan yang paling mudah, jalur turnamen Alcaraz terlihat lebih terbuka dibanding skenario awal. Penilaian ini dipengaruhi oleh beberapa hasil besar yang terjadi lebih dulu di bagian undian.

Jannik Sinner tidak hadir karena persoalan lutut, sementara Novak Djokovic mengalami kejutan pada laga putaran pertama. Djokovic kalah di tangan Mariano Navone dari Argentina pada hari Minggu, sehingga satu nama besar langsung tersingkir sejak awal.

Sebagai unggulan kedua, Alcaraz berada di bagian undian yang berbeda dari Zverev, yang keluar sebagai juara French Open sekaligus unggulan teratas. Dua petenis tersebut dipastikan tidak akan saling bertemu sampai laga final.

Situasi ini juga diwarnai tersingkirnya Arthur Fils lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Unggulan ke-10 itu yang sempat dipandang sebagai salah satu kandidat setelah menjuarai Cincinnati Masters bulan ini, kalah lebih awal pada hari Senin dan tidak melangkah jauh.

Fils jatuh ke tangan petenis Stefanos Tsitsipas dari Yunani. Dengan hasil tersebut, peluang Alcaraz menghadapi pemain peringkat sepuluh besar sebelum semifinal menjadi semakin jelas.

Nama yang berpotensi menjadi ujian terbesar sebelum semifinal adalah Ben Shelton. Petenis Amerika itu dapat menunggu di perempatfinal, sehingga Alcaraz perlu menjaga ritme permainan dan terus merapikan aspek yang masih menjadi kelemahan—terutama servis—ketika turnamen makin memasuki fase penting.