Peristiwa

Jessica Meir dan Sophie Adenot Jalani Spacewalk 6,5 Jam di Luar ISS

×

Jessica Meir dan Sophie Adenot Jalani Spacewalk 6,5 Jam di Luar ISS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Watch: Astronauts set out on rare all-female spacewalk

jurnalistik.co.id – Jessica Meir dari NASA dan Sophie Adenot dari Prancis menjalani spacewalk ke-6 yang melibatkan dua perempuan di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Keduanya menyelesaikan aktivitas luar orbit selama 6,5 jam.

Spacewalk ini menjadi kali keenam dalam sejarah ketika sepasang perempuan menuntaskan pekerjaan di luar ISS. Dalam misi tersebut, Meir dan Adenot memakai perlengkapan untuk bekerja di lingkungan luar stasiun dengan pengamanan yang sesuai prosedur.

Meir bertindak sebagai astronot yang berpindah posisi menuju titik kerja. Ia menggunakan lengan robotik Canadarm2 untuk menjangkau lokasi-lokasi yang harus ditangani selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Adenot tetap terikat (tethered) pada ISS selama proses spacewalk. Keterikatan ini menjadi bagian dari pengaturan keselamatan agar astronot dapat bekerja dari posisi yang telah ditentukan.

Durasi 6,5 jam menempatkan aktivitas mereka sebagai salah satu rangkaian pekerjaan rutin di luar stasiun. Fokusnya adalah mendukung operasi yang berkaitan dengan perakitan, perawatan, serta peningkatan sistem ISS.

Perlu dicatat bahwa spacewalk ini sekaligus merupakan bagian dari sejarah panjang kegiatan di luar ISS. Dalam konteks total, peristiwa tersebut tercatat sebagai spacewalk ke-284 yang mendukung berbagai pekerjaan stasiun.

Spacewalk ke-284 tersebut dipakai untuk menunjang tahapan assembly, pemeliharaan, dan pembaruan pada infrastruktur ISS. Dengan demikian, kegiatan Meir dan Adenot memiliki peran langsung dalam menjaga keberlanjutan operasional stasiun.

Selain angka total, misi ini juga menandai spacewalk ketujuh pada tahun berjalan. Artinya, dalam kurun waktu yang sama, ISS telah menjalani rangkaian sejumlah aktivitas luar yang diperlukan untuk menjaga kinerja stasiun.

Komposisi dua perempuan pada spacewalk ini menunjukkan pola keterlibatan yang terus berkembang dalam operasi di luar orbit. Kejadian ini kembali menegaskan bahwa format all-female spacewalk bukan sekadar peristiwa sesekali, melainkan telah berulang.

Meir sebelumnya juga pernah menorehkan catatan sejarah. Pada 2019, ia bersama astronot NASA Christina Koch menyelesaikan spacewalk all-female pertama yang pernah dilakukan.

Catatan dari 2019 menjadi latar penting bagi momen kali ini. Pengalaman yang sudah dimiliki Meir membantu menegaskan kontinuitas kontribusinya dalam pekerjaan di luar ISS.

Dalam pelaksanaan kali ini, perbedaan peran keduanya terlihat dari cara mereka mencapai dan mengerjakan titik pekerjaan. Meir berpindah melalui pengantaran menggunakan Canadarm2, sedangkan Adenot bekerja dari posisi yang tetap dengan tether.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bagaimana sistem di ISS dapat mendukung tugas di luar stasiun. Lengan robotik Canadarm2 berfungsi sebagai sarana untuk membawa astronot menuju worksites, sementara koneksi tether menjaga kestabilan Adenot.

Dengan penjadwalan dan pembagian peran seperti itu, aktivitas luar dapat dilakukan secara terukur sepanjang durasi yang telah ditetapkan. Kondisi di luar orbit menuntut ketelitian, sehingga setiap langkah koordinasi menjadi krusial.

Spacewalk 6,5 jam ini juga mengingatkan bahwa kegiatan di luar stasiun selalu memiliki tujuan operasional yang spesifik. Setiap spacewalk umumnya terkait dengan kebutuhan perbaikan, perawatan, ataupun peningkatan kapasitas sistem yang sedang berjalan.

Karena dilakukan di luar ISS, aktivitas seperti ini menjadi bagian penting dari proses menjaga stasiun tetap berfungsi optimal. Dari sisi logistik, keberhasilan misi tidak hanya dinilai pada waktu yang ditempuh, tetapi juga pada kemampuan menyelesaikan tugas di lokasi yang dituju.

Peran Meir dan Adenot dalam misi

Dalam spacewalk tersebut, Jessica Meir berada pada posisi yang memungkinkan ia mengakses titik kerja melalui lengan robotik Canadarm2. Mekanisme ini membantu pergerakan menuju worksites yang diperlukan selama periode 6,5 jam.

Sophie Adenot, di sisi lain, tetap terikat pada ISS selama kegiatan berlangsung. Konfigurasi tether memastikan Adenot berada dalam rentang pengamanan yang ditetapkan sambil menjalankan pekerjaan di luar stasiun.

Pengaturan seperti ini menunjukkan bahwa keselamatan menjadi komponen utama dalam setiap langkah operasi luar orbit. Dengan pembagian peran yang jelas, proses kerja dapat dijalankan dengan kontrol yang konsisten.

Makna historis dan capaian angka

Peristiwa ini menandai keenam kalinya dalam sejarah format all-female spacewalk terjadi. Dengan Meir dan Adenot sebagai aktor utama, episode ini memperpanjang daftar peristiwa serupa yang telah tercatat sebelumnya.

Bagi Meir sendiri, momen kali ini melanjutkan jejak prestasi yang pernah ia buat pada 2019 bersama Christina Koch. Saat itu, mereka menyelesaikan spacewalk all-female pertama, dan kini Meir kembali menjadi bagian dari tonggak serupa.

Dari sisi penghitungan kegiatan ISS, spacewalk kali ini juga menorehkan angka besar dalam total sejarah. Aktivitas ini dicatat sebagai spacewalk ke-284 yang mendukung assembly, maintenance, dan upgrades stasiun.

Sementara itu, peristiwa ini sekaligus menjadi spacewalk ketujuh pada tahun ini. Artinya, dalam kalender yang berjalan, ISS terus mengandalkan pekerjaan di luar stasiun untuk memenuhi kebutuhan teknisnya.

Secara keseluruhan, spacewalk 6,5 jam yang dijalani Jessica Meir dan Sophie Adenot memperlihatkan kombinasi pengalaman, pembagian peran, serta dukungan teknologi yang tersedia di ISS. Kegiatan ini menjadi satu langkah lagi dalam menjaga stasiun tetap siap beroperasi dan terus berkembang.

Dengan format dua perempuan dan catatan historis yang menyertainya, misi ini juga menegaskan kesinambungan kehadiran astronot perempuan dalam operasi paling menantang di luar orbit. Pada akhirnya, keberhasilan mereka menguatkan rangkaian kerja ISS untuk perawatan serta peningkatan sistem yang diperlukan.