Olahraga

West Ham: Daniel Kretinsky Menguasai Saham Terbesar, Amanda Staveley Tersingkir

×

West Ham: Daniel Kretinsky Menguasai Saham Terbesar, Amanda Staveley Tersingkir

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: West Ham: Daniel Kretinsky strikes deal to become Hammers' largest shareholder

jurnalistik.co.id – West Ham berada di ambang babak baru setelah Daniel Kretinsky mengamankan kesepakatan untuk menjadi pemegang saham terbesar klub. Langkah ini sekaligus mengakhiri rencana Amanda Staveley yang sebelumnya masih punya ruang untuk masuk lewat skema investasi di Championship.

Dikutip dari kesepakatan yang beredar, pengusaha asal Ceko itu akan mengambil porsi kepemilikan setara 46% pada West Ham. Dengan komposisi tersebut, Kretinsky menempati posisi sebagai pemilik terbesar, setelah sebelumnya saham mayoritas berada dalam lingkaran pemegang berbeda termasuk pihak Gold dan David Sullivan.

Inti transaksi berawal dari bagian saham yang selama ini terkait dengan keluarga Gold. Disebutkan, keluarga Gold memiliki 25% saham klub. Dalam prosesnya, Kretinsky melakukan pendekatan dan menyepakati langkah dengan pemegang saham tersisa, termasuk mantan ketua klub David Sullivan, untuk mengatur perpindahan porsi kepemilikan.

Menurut pemaparan yang ada, kesepakatan ini “secara efektif” menutup pintu bagi Staveley dari proses yang sedang berjalan. Artinya, harapan Staveley untuk menginvestasikan dana pada klub pada tahap berikutnya terhenti karena struktur penawaran dan preferensi di internal pemegang saham sudah bergeser lebih dulu.

Perubahan komposisi saham juga berdampak langsung pada posisi Sullivan. Kendati ia telah mengundurkan diri sebagai ketua pada bulan Juni, sahamnya tetap menjadi variabel penting dalam perhitungan kepemilikan terbaru. Kesepakatan yang disebut telah menghasilkan peningkatan saham Sullivan, meski perannya sebagai ketua tidak lagi berjalan.

Dalam konteks yang lebih luas, status Sullivan juga tengah menjadi perhatian regulator independen. Namun, informasi yang tersedia menyebut bahwa langkah terbaru ini tidak otomatis memicu pemeriksaan tambahan. Pernyataan yang dicantumkan mengarah pada proses yang sudah berjalan sebelumnya.

“The IFR’s enquiries into the suitability of David Sullivan under our ODSE [owners, directors and senior executives] regime are active and ongoing and we are in touch with relevant authorities as part of this process.”

Perkembangan ini tidak muncul dari ruang hampa. Disebutkan, Sullivan sebelumnya menyatakan niatnya untuk melawan tuduhan yang mengarah padanya dalam investigasi gabungan BBC Panorama dan Times. Pada fase setelah tuduhan itu mengemuka, ko-ketua Vanessa Gold diketahui telah menyetujui rencana untuk menjual sebagian sahamnya kepada Kretinsky.

Namun, pada musim panas ini, Vanessa Gold kemudian mengumumkan adanya kesepakatan untuk menjual seluruh sahamnya kepada Staveley. Keputusan itu memunculkan kebutuhan pengaturan ulang hak pre-emption di West Ham, karena mekanisme preferensi pemegang saham yang berlaku memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang sudah ada di struktur kepemilikan untuk melakukan penawaran lebih dulu bila ada penjualan porsi yang signifikan.

Dalam kerangka itulah, transaksi dipahami telah “terpicu” sebelum batas waktu berakhir. Proses tersebut menghasilkan Kretinsky menyetujui pembelian porsi saham yang dinilai signifikan dari Sullivan. Dampaknya, kepemilikan Kretinsky melonjak menjadi 46%, sementara Sullivan—yang sebelumnya memiliki 38.8%—disebut naik hingga 40% pada struktur akhir.

Komposisi lain juga ikut menata ulang porsi kepemilikan. Pemegang saham besar ketiga, Tripp Smith, disebut akan meningkatkan kepemilikannya menjadi 11%. Sementara itu, pemegang saham lainnya memegang sisa kepemilikan sebesar 3%, yang menutup variasi persentase dalam kesepakatan terbaru.

Dari hasil susunan saham tersebut, perubahan yang terlihat bukan sekadar perpindahan angka, tetapi juga keputusan siapa yang pada akhirnya memiliki kendali paling besar terhadap arah klub. Dengan posisi Kretinsky sebagai pemegang saham terbesar, pusat gravitasi pembahasan investasi akan bergeser, sementara jalur yang sempat dibidik Staveley menjadi tertutup karena jadwal dan preferensi pre-emption berjalan sesuai kerangka yang sudah ditetapkan.

Sampai saat ini, tidak ada komentar resmi dari Kretinsky, Gold, Sullivan, maupun pihak West Ham terkait rincian yang dibicarakan. Meski demikian, perhatian tetap mengarah pada proses pengawasan regulator independen terhadap kesesuaian Sullivan di bawah rezim ODSE, yang disebut masih berlangsung aktif dan bersifat berkelanjutan.