Olahraga

US Open: Unggulan Ketiga Auger-Aliassime Tumbang di Ronde Kedua oleh Khachanov

×

US Open: Unggulan Ketiga Auger-Aliassime Tumbang di Ronde Kedua oleh Khachanov

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: US Open: Felix Auger-Aliassime beaten by Karen Khachanov in second round

jurnalistik.co.id – US Open di New York menghadirkan kejutan pada hari-hari awal turnamen. Unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime dipaksa angkat koper lebih cepat dari perkiraan setelah kalah mengejutkan di babak kedua.

Di laga itu, Auger-Aliassime yang berstatus unggulan ketiga tumbang oleh Karen Khachanov. Petenis Kanada menelan kekalahan dengan skor 6-7 (5-7) 6-3 6-2 6-2, padahal lawannya datang sebagai petenis yang tidak diunggulkan.

Kekalahan tersebut sekaligus menempatkan nama Auger-Aliassime sebagai pemain peringkat tertinggi yang lebih dulu angkat langkah pada undian putra sejauh ini di New York. Dengan usia 26 tahun, ia akhirnya mengakui bahwa kondisi fisiknya menjadi masalah sejak awal pertandingan.

Usai pertandingan, Auger-Aliassime menyebut ia mengalami gangguan yang ia rasakan langsung di lapangan. Ia mengatakan, “dizzy and seeing spots”. Pernyataan itu muncul setelah ia menilai gejalanya mulai terasa sejak fase awal laga melawan Khachanov.

Menurut penjelasannya, momen krusial terjadi setelah ia melewati set pertama dan memasuki bagian berikutnya. Ia menjelaskan, “After a set and a half, I just couldn’t feel well and was dizzy and seeing spots and couldn’t recover,” he said. “I thought maybe it would pass, but it didn’t.”

Ia menambahkan bahwa pengalaman seperti itu tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia menyampaikan, “I’ve never felt quite like that. I’ve had cramps before. I’ve felt tired towards the end of matches, but in a normal way. This was abnormal a little bit, and there were no signs in the last couple of days and no signs this morning, as well.”

Dengan kata lain, Auger-Aliassime menilai kemunculan kondisi tersebut tidak terlihat dari tanda-tanda yang muncul sebelum pertandingan. Ia juga menekankan bahwa sejak beberapa hari sebelumnya hingga pagi hari ketika laga dimulai, tidak ada indikasi serupa yang ia rasakan.

Di sisi lain, kemenangan Khachanov menjadi salah satu sorotan karena ia berhasil menjaga momentum hingga akhirnya memastikan tiket ke ronde berikutnya. Khachanov juga memberi tanggapan terkait kemungkinan masalah fisik yang dialami lawannya melalui wawancara di lapangan. Ia menyatakan, “I am not sure but maybe he had some physical issues and that is part of our sport,” Khachanov said in his on-court interview. “I wish him to feel better and speedy recovery if he is injured.”

Cuaca juga disebut turut memengaruhi kondisi para pemain pada hari Kamis. Suhu di New York dilaporkan mencapai 30C setelah beberapa hari sebelumnya diguyur hujan. Kondisi tersebut membuat pertandingan berlangsung dengan tuntutan fisik yang lebih berat bagi sejumlah petenis.

Hal serupa tampak terjadi pada petenis Italia Lorenzo Musetti. Unggulan ke-13 itu juga mengalami kendala fisik ketika kalah 3-6 6-1 6-2 6-2 dari wildcard asal Australia, Dane Sweeny, di laga yang berlangsung pada waktu dan kondisi yang sama.

Di babak yang sama, turnamen juga telah kehilangan nama besar. Kegagalan Auger-Aliassime dan Musetti menambah deretan kejutan, termasuk tersingkirnya Novak Djokovic yang berstatus unggulan keempat. Djokovic—pemenang 24 gelar Grand Slam—jatuh lebih dulu di ronde pertama.

Djokovic mengomentari kekalahannya dengan cara yang tegas. Ia mengatakan, “despised every moment I spent on the court for that”. Kalimat itu menggambarkan betapa buruknya pengalaman yang ia jalani pada laga pertamanya di edisi ini.

Sebelum tersingkir, Auger-Aliassime memiliki perjalanan yang patut diperhitungkan. Ia mencapai perempat final di Wimbledon dan French Open musim ini. Namun, ia sempat mengundurkan diri dari Rogers Cup di Montreal pada bulan Agustus karena cedera punggung.

Dengan deretan hasil tersebut, US Open semakin menegaskan betapa kompetitifnya persaingan putra. Bagi Auger-Aliassime, kekalahan dari Khachanov tidak hanya soal kalah, melainkan juga soal bagaimana kondisi tubuh yang tidak terduga mengganggu ritme sejak awal.

Sementara itu, bagi Khachanov, kemenangan ini membuka jalan untuk melanjutkan perjuangan di babak berikutnya. Dari sisi lawan, Auger-Aliassime kini menunggu proses pemulihan sambil memastikan apakah gangguan yang ia sebut “dizzy and seeing spots” benar-benar merupakan kejadian yang akan berulang atau hanya respons sementara tubuhnya pada situasi pertandingan dan cuaca.