jurnalistik.co.id – Penjualan suku cadang Daihatsu dilaporkan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Kondisi ini terjadi di tengah pasar otomotif yang masih menghadapi sejumlah tantangan.
Rokky Irvayandi, Marketing Director sekaligus Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menyampaikan bahwa pihaknya mencatat adanya kenaikan penjualan spare parts. Ia juga menekankan bahwa peningkatan tersebut terlihat jika dibandingkan periode tahun sebelumnya.
“Terus terang ya, untuk performa penjualan spare parts ada peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Mohon maaf, saya angkanya saya gak bawa ya. Tapi saya bisa bilang bahwa ada peningkatan penjualan spare parts dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Rokky saat ditemui di ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.
Menurut Rokky, salah satu kemungkinan yang ikut mendorong kenaikan permintaan suku cadang berkaitan dengan perilaku konsumen yang memilih menunda pembelian atau penggantian mobil baru. Ketika keputusan untuk membeli kendaraan baru mundur, kebutuhan perawatan dan penggantian komponen pada mobil yang sudah dimiliki cenderung menjadi lebih besar.
“Bisa jadi kan, bisa jadi konsumen yang melakukan penundaan untuk pembelian atau penggantian kendaraannya,” kata Rokky. Ia menambahkan bahwa pilihan untuk tetap menggunakan mobil lama berimbas pada pembelian spare parts.
“Dengan demikian, dia masih tetap menggunakannya, sehingga pembelian spare parts menjadi lebih, ada peningkatan,” ujar Rokky.
Kontribusi model utama selama Januari–Juli 2026
Sementara itu, kinerja penjualan kendaraan Daihatsu sepanjang Januari–Juli 2026 ditopang sejumlah model utama. Dari total penjualan ritel Daihatsu pada periode tersebut, tiga model disebut menjadi kontributor terbesar.
Gran Max Pick Up menjadi penyumbang paling besar dengan penjualan sebanyak 29.099 unit. Jika dipersentasekan terhadap total penjualan Daihatsu, angka tersebut setara sekitar 34 persen.
Berita Terkait
Di bawahnya, Sigra tercatat terjual sebanyak 19.427 unit. Kontribusinya berada di kisaran sekitar 23 persen dari total penjualan ritel Daihatsu selama Januari–Juli 2026.
Gran Max Mini Bus juga turut mendorong performa dengan penjualan 14.698 unit. Berdasarkan komposisinya, model ini menyumbang sekitar 17 persen terhadap total penjualan ritel Daihatsu pada periode tersebut.
Apabila ketiga model itu digabungkan, total kontribusinya disebut mencapai sekitar 74 persen dari penjualan ritel Daihatsu Januari–Juli 2026. Komposisi ini menunjukkan bahwa permintaan masih terkonsentrasi pada beberapa model andalan di lini kendaraan Daihatsu.
Adapun model lainnya, seperti Terios, Xenia, Ayla, Rocky, Luxio, dan Sirion, secara keseluruhan membukukan 21.735 unit. Angka itu setara dengan sekitar 26 persen terhadap total penjualan ritel Daihatsu pada periode Januari–Juli 2026.
Dengan demikian, laporan peningkatan suku cadang yang disampaikan ADM sejalan dengan gambaran bahwa mobil Daihatsu tetap dipakai dalam jangka yang lebih panjang oleh sebagian konsumen. Ketika penggunaan kendaraan berlanjut, kebutuhan perawatan dan penggantian komponen menjadi faktor yang dapat menjaga pembelian spare parts.
Meski pasar otomotif menghadapi berbagai tantangan, ADM menilai performa penjualan spare parts masih menunjukkan tren naik dibanding tahun lalu. Uraian tersebut memperlihatkan bagaimana dinamika keputusan konsumen untuk menunda penggantian kendaraan dapat berpengaruh pada kebutuhan suku cadang.
Rokky juga menegaskan bahwa kenaikan penjualan suku cadang Daihatsu tidak disampaikan dengan angka spesifik saat diwawancarai, namun ia menyampaikan arah perubahannya secara jelas, yakni lebih tinggi dibanding periode tahun sebelumnya. Ia menyoroti bahwa kondisi ini muncul saat industri otomotif tetap berada dalam situasi yang belum sepenuhnya mudah.
Dalam rentang Januari–Juli 2026, penjualan ritel Daihatsu sendiri memperlihatkan adanya konsentrasi pada beberapa model utama. Gran Max Pick Up, Sigra, dan Gran Max Mini Bus bersama-sama disebut berkontribusi sekitar 74 persen, sedangkan sisanya sekitar 26 persen berasal dari deretan model lain seperti Terios, Xenia, Ayla, Rocky, Luxio, dan Sirion secara keseluruhan.
Gabungan dua gambaran tersebut membuat tren kebutuhan suku cadang lebih mudah dipahami: saat konsumen menunda pembelian atau penggantian kendaraan baru, mobil yang sudah dimiliki cenderung tetap digunakan sehingga kebutuhan perawatan dan penggantian komponen menjadi lebih sering muncul. Dengan pola itu, peningkatan pembelian suku cadang dibanding tahun lalu menjadi sesuatu yang sejalan dengan dinamika keputusan konsumen di pasar.












