Otomotif

TAM Jelaskan Pemicu Harga Hilux BEV Rp 1 Miliar

×

TAM Jelaskan Pemicu Harga Hilux BEV Rp 1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Toyota Ungkap Alasan Hilux Listrik Dijual Rp 1 Miliar

jurnalistik.co.id – Toyota Astra Motor (TAM) resmi menghadirkan All New Hilux generasi kesembilan di Indonesia, termasuk varian battery electric vehicle (BEV) untuk lini pikap 4×4. Model listrik ini kini melengkapi pilihan bermesin diesel, dengan perbedaan teknologi yang berdampak pada skema harganya.

Dalam peluncuran di GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, PT Toyota-Astra Motor memosisikan Hilux BEV sebagai langkah transisi yang tetap mempertahankan karakter “tangguh” yang selama ini melekat pada Hilux. Untuk pertama kalinya, pikap 4×4 tersebut hadir dalam versi listrik.

Selisih harga antara Hilux diesel dan Hilux BEV cukup mencolok. Hilux 2.8 Diesel 4×4 E M/T dipasarkan mulai Rp 466,3 juta, sedangkan Hilux Battery EV dibanderol Rp 1,019 miliar on the road (OTR) Jakarta.

Marketing Director TAM Bansar Maduma menjelaskan bahwa jarak harga itu merupakan konsekuensi langsung dari teknologi yang diterapkan pada kendaraan listrik. Menurutnya, Hilux BEV menggunakan teknologi battery electric vehicle dengan sistem all-wheel drive, dua motor listrik, serta baterai berkapasitas 59,2 kWh.

“Hilux BEV menggunakan teknologi battery electric vehicle dengan sistem all-wheel drive, dua motor listrik, serta baterai berkapasitas 59,2 kWh,” ujar Bansar saat ditemui di GIIAS 2026 pada Senin (3/8/2026).

Di luar komponen baterai berkapasitas besar, TAM juga menekankan bahwa biaya pengembangan tidak berhenti pada urusan penyimpanan energi. Bansar menyebut proses rekayasa mobil tetap menjadi bagian yang memerlukan investasi besar agar performa dan karakter kendaraan tidak kehilangan nuansa ketangguhan khas Hilux bermesin diesel.

Ia menyoroti bahwa adaptasi teknologi listrik pada platform Hilux dilakukan dengan orientasi penggunaan di beragam medan. Dengan kata lain, pengembangan diarahkan supaya kendaraan tetap dapat dioperasikan dalam kondisi lapangan, bukan hanya untuk kebutuhan harian di area perkotaan.

“Investasi yang dibutuhkan besar karena kendaraan ini harus tetap bisa digunakan di berbagai medan, bukan hanya di jalan perkotaan,” kata Bansar.

Karakter tangguh tersebut, lanjutnya, juga terlihat dari pendekatan penempatan baterai. Pada Hilux BEV, baterai diletakkan di bawah kabin tanpa mengurangi kapasitas angkut. Konsep ini disertai pelindung khusus agar komponen baterai tahan terhadap benturan maupun kondisi jalan ekstrem.

Selain rancangan arsitektur baterai, TAM juga melengkapi Hilux BEV dengan sistem pengaturan sesuai kondisi permukaan. Multi-Terrain Select disediakan untuk membantu pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan melalui beberapa pilihan mode, yakni Mud, Sand, Rock, Dirt, Mogul, hingga Auto.

Fitur multi-terrain tersebut mempertegas arah pengembangan Hilux BEV yang tidak hanya mengejar respons listrik, tetapi juga keluwesan kontrol saat kendaraan menghadapi medan yang berubah-ubah. Mode-mode tersebut disiapkan agar penyesuaian dapat dilakukan sesuai kebutuhan penggunaan di lapangan.

Berangkat dari kebutuhan pengguna

Di saat yang sama, TAM menegaskan bahwa kehadiran varian listrik bukan satu-satunya bagian dari evolusi Hilux generasi terbaru. Pengembangan generasi ini juga disusun berdasarkan masukan pelanggan yang menggunakan Hilux di berbagai sektor industri.

Bansar menjelaskan, Hilux selama ini digunakan sebagai kendaraan operasional di sektor pertambangan, konstruksi, perkebunan, logistik, serta manufaktur. Di luar kebutuhan industri, model ini juga dimanfaatkan konsumen individu untuk aktivitas luar ruang.

“Evolusi Hilux tidak cukup hanya menghadirkan spesifikasi yang lebih baik. Kami melihat bagaimana pelanggan menggunakan Hilux, tantangan yang mereka hadapi, serta apa yang benar-benar mereka butuhkan,” ujar Bansar.

Masukan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat penyempurnaan utama yang ditekankan TAM. Perusahaan menyebut penyempurnaan dilakukan pada desain yang dibuat lebih modern, peningkatan performa, kenyamanan kabin, serta fitur keselamatan.

Dengan pendekatan tersebut, Hilux generasi kesembilan—baik diesel maupun BEV—diposisikan sebagai produk yang tetap relevan bagi pengguna yang menuntut kendaraan untuk bekerja. Bagi TAM, spesifikasi hanyalah satu bagian; konteks penggunaan menjadi pertimbangan penting untuk memastikan kendaraan mampu menjawab kebutuhan di kondisi nyata.

Peluncuran Hilux BEV dengan harga Rp 1,019 miliar OTR Jakarta memperlihatkan betapa perubahan teknologi diperlakukan sebagai transformasi menyeluruh, mulai dari sistem penggerak all-wheel drive dengan dua motor listrik, baterai 59,2 kWh, hingga strategi penempatan baterai di bawah kabin yang tetap menjaga kapasitas angkut.

Pada akhirnya, TAM merangkum bahwa lonjakan biaya yang tercermin dari selisih harga tersebut berakar pada proses rekayasa untuk memastikan kendaraan listrik tetap punya karakter tangguh Hilux. Sejalan dengan itu, Multi-Terrain Select serta pilihan mode Mud, Sand, Rock, Dirt, Mogul, dan Auto menjadi elemen pendukung untuk penggunaan yang menuntut fleksibilitas di berbagai medan.