Olahraga

Ouahbi Puas Usai Maroko Singkirkan Kanada di 16 Besar Piala Dunia 2026

×

Ouahbi Puas Usai Maroko Singkirkan Kanada di 16 Besar Piala Dunia 2026

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kata Pelatih Maroko Usai Hancurkan Mimpi Kanada di Piala Dunia 2026

jurnalistik.co.id – Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, menyatakan dirinya puas usai timnya menyingkirkan tuan rumah Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Ouahbi menilai pertandingan berjalan ketat sejak menit awal karena kedua tim sama-sama tampil habis-habisan.

“Kami sangat senang. Ini pertandingan Piala Dunia dan ini adalah pertandingan sulit di mana tim-tim bermain mati-matian.”

Menurutnya, Maroko bisa menemukan ritme setelah turun minum. Perubahan itu terlihat dari cara tim memperebutkan bola kedua serta intensitas duel di lapangan.

“Kami bereaksi dengan sangat baik di babak kedua dalam perebutan bola kedua dan duel-duelnya.”

Ouahbi juga mengakui kualitas Kanada. Ia menilai, lawan tidak sekadar bertahan, melainkan menjalankan permainan dengan standar tinggi.

“Saya harus mengakui bahwa Kanada tampil mengesankan, mereka memainkan pertandingan kelas atas.”

Pelatih berusia tersebut kemudian menjelaskan momen penting yang membuat Maroko mampu berbalik menekan. Baginya, kemenangan lahir dari kemampuan memanfaatkan ruang yang muncul ketika Kanada makin terbuka di paruh kedua.

“Itu bukan kejutan bagi kami, tetapi di babak kedua kami mampu memanfaatkan ruang yang mereka tinggalkan, itulah kuncinya.”

Kemenangan 3-0 dan tiket perempat final

Maroko memastikan langkah ke babak perempat final setelah mengalahkan Kanada dengan skor 3-0. Laga berlangsung di Stadion Houston, Amerika Serikat, pada Minggu (5/7/2026) pukul 00.00 WIB.

Secara jalannya pertandingan, babak pertama berakhir dengan ritme yang masih seimbang. Kanada beberapa kali memberi tekanan, tetapi belum mampu mengubah peluang menjadi gol.

Setelah jeda, Maroko meningkatkan tempo dan mulai mendominasi jalannya laga. Dari situ, peluang-peluang Maroko lebih sering tercipta dan terus mengalir hingga akhirnya menjadi gol.

Pembuka keunggulan Maroko dicetak Azzedine Ounahi pada menit ke-50. Gol itu lahir setelah Ounahi memanfaatkan umpan dari tendangan bebas Achraf Hakimi.

Unggul lebih awal membuat Maroko semakin agresif. Pada menit ke-82, Ounahi kembali mencatatkan nama di papan skor melalui gol yang berasal dari assist Brahim Diaz.

Menjelang akhir laga, Maroko menutup pertandingan lewat gol Soufiane Rahimi pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+8. Rahimi menyelesaikan serangan balik cepat setelah menerima umpan kedua dari Brahim Diaz.

Maroko menemukan momentum setelah turun minum

Ouahbi menegaskan bahwa kunci dari pertandingan ini bukan hanya soal peluang, melainkan bagaimana tim bereaksi ketika duel mulai berubah intensitas di babak kedua.

Ia menyebut Maroko tampil lebih baik dalam memenangkan duel dan membaca momen ketika lawan meninggalkan ruang. Dengan demikian, tim bisa mengalirkan serangan lebih efektif dan menjaga momentum hingga laga berakhir.

Bagi Ouahbi, meski Kanada menunjukkan performa yang kuat, perbedaan muncul pada cara Maroko mengelola fase-fase perebutan bola kedua. Ketika Maroko mampu mengambil alih duel-duel tersebut, serangan yang dibangun menjadi lebih tajam.

Hasil ini membawa Maroko keluar sebagai pemenang di Houston dan mengamankan tiket perempat final Piala Dunia 2026. Sementara itu, Kanada harus mengakhiri perjalanan mereka di babak 16 besar setelah tersingkir dengan skor 0-3.

Ouahbi juga menekankan bahwa proses itu dimulai dari kesadaran membaca jalannya pertandingan. Ketika tensi makin naik di paruh kedua, Maroko tidak hanya mengejar peluang, tetapi memastikan duel berjalan sesuai rencana.

Secara khusus, Ouahbi menilai momen-momen kunci datang lewat eksekusi yang tepat. Gol pada menit ke-50 dari Ounahi yang menerima umpan tendangan bebas Hakimi membuat permainan berubah, lalu tambahan gol Ounahi pada menit ke-82 dan Rahimi di menit ke-90+8 mempertegas dominasi hingga akhir.

Ia menilai kemenangan 3-0 itu berawal dari respons yang konsisten setelah turun minum. Begitu ruang muncul saat Kanada makin terbuka, Maroko mampu bergerak lebih efektif, menjaga ritme, dan memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026.