jurnalistik.co.id – Panitia Daerah (Panda) Polda Gorontalo melanjutkan rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dengan menggelar Tes Psikologi Tahap II. Kegiatan ini berupa wawancara kesehatan mental dan kejiwaan bagi para calon siswa (casis) yang berlangsung di Gedung Lab SMK 3 Kota Gorontalo pada Rabu (17/6/26).
Pelaksanaan wawancara psikologi tersebut menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen Polri. Agenda ini ditujukan untuk menggali secara lebih dalam aspek kepribadian, karakter, pengendalian emosi, serta kesiapan mental peserta dalam menghadapi tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.
Wawancara kesehatan mental dan kejiwaan
Dalam kegiatan ini, proses wawancara dilakukan oleh tim psikologi Ekternal yang kompeten dan profesional. Tim pelaksana menekankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis), agar seluruh rangkaian seleksi berjalan sesuai standar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi secara objektif dan terukur. Selain menilai kondisi kesehatan mental dan kejiwaan, tim pemeriksa juga mendalami berbagai aspek yang berkaitan dengan motivasi, integritas, kemampuan beradaptasi, hingga kematangan emosional para calon anggota Polri.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan peserta tidak hanya memiliki kesiapan secara umum, tetapi juga memiliki kualitas psikologis yang diperlukan dalam lingkungan tugas kepolisian. Melalui tahapan ini, Panda Polda Gorontalo berkomitmen menghadirkan calon anggota yang siap menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.
Komitmen memilih calon berkarakter dan berintegritas
Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro A.P, S.I.K., M.T., menyampaikan bahwa seleksi psikologi tahap II menjadi bagian penting dalam upaya menjaring calon personel Polri yang berkualitas dan berintegritas. Menurutnya, Tes Psikologi Tahap II bertujuan untuk menggali aspek kepribadian, kematangan emosi, serta kesiapan mental para peserta.
“Kami berharap melalui proses seleksi yang objektif dan transparan ini akan terpilih calon anggota Polri yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, ujar Kombes Pol. Desmont Harjendro.” Pernyataan tersebut menegaskan harapan agar hasil seleksi benar-benar menghasilkan calon yang siap memberikan layanan kepada masyarakat.
Polda Gorontalo memastikan seluruh tahapan seleksi penerimaan Polri Tahun Anggaran 2026 dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan sumber daya manusia Polri yang unggul serta Presisi.
Pelaksanaan Tes Psikologi Tahap II ini berlangsung sebagai kelanjutan dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri TA 2026, sehingga seluruh calon siswa mengikuti proses yang terstruktur. Wawancara dilaksanakan di Gedung Lab SMK 3 Kota Gorontalo pada Rabu (17/6/26), dengan fokus pada penggalian kondisi mental dan kejiwaan yang relevan dengan kebutuhan tugas kepolisian.
Dalam proses penilaian, tim psikologi eksternal menempatkan prinsip BETAH sebagai pedoman pelaksanaan, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Dengan prinsip tersebut, setiap tahapan wawancara diarahkan agar berjalan sesuai standar, sekaligus memberi ruang komunikasi yang baik kepada peserta. Pendekatan ini juga dimaksudkan agar hasil asesmen dapat diterima secara logis dan dapat dipertanggungjawabkan, mulai dari cara penyampaian materi hingga penilaian yang dilakukan.
Selain menilai kesehatan mental dan kejiwaan, pemeriksaan juga menyentuh indikator lain yang berkaitan dengan kesiapan calon anggota Polri. Tim menelusuri motivasi, integritas, kemampuan beradaptasi, serta kematangan emosional, termasuk bagaimana calon mengelola emosi dalam situasi yang menuntut ketenangan. Melalui rangkaian ini, Panda Polda Gorontalo berupaya memastikan bahwa seleksi tidak berhenti pada penilaian umum, tetapi menghasilkan calon yang benar-benar memiliki karakter kuat dan siap menjalankan tugas secara profesional serta bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.












