jurnalistik.co.id – Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Gorontalo menggelar latihan bela diri melalui olahraga jiu-jitsu sebagai bagian dari pembinaan kemampuan personel.
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 31 Juli 2026, di Lapangan Tembak Detasemen Gegana Satbrimob Polda Gorontalo, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Latihan dipimpin oleh Wadanden Gegana AKP Ricky P. Parmo, S.Hi., yang memimpin langsung pelaksanaan sesi pembinaan selama kegiatan berlangsung.
Dalam pelatihan tersebut, Detasemen Gegana menghadirkan professional trainer jiu-jitsu sebagai instruktur untuk memberikan arahan teknis secara langsung kepada para personel.
Para peserta tidak hanya mengenal teori dasar, tetapi juga memperoleh latihan bertahap terkait teknik-teknik bela diri yang digunakan dalam situasi lapangan.
Materi meliputi teknik dasar, penguncian, bantingan, pengendalian lawan, hingga simulasi penerapan teknik dalam kondisi yang berpotensi dihadapi saat pelaksanaan tugas kepolisian.
Pendekatan latihan dibuat agar kemampuan personel berkembang secara sistematis, mulai dari penguasaan gerak dasar hingga kemampuan mengendalikan situasi secara lebih terukur.
Melalui rangkaian tersebut, personel diarahkan untuk memahami tujuan latihan, yaitu meningkatkan kesiapsiagaan serta ketangkasan dalam menghadapi dinamika tugas di lapangan.
Di sisi lain, pembinaan juga difokuskan pada kemampuan mempertahankan diri dan penguatan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dengan adanya instruktur profesional, setiap tahapan latihan mendapat bimbingan langsung agar teknik yang dipelajari dapat dipahami dan diterapkan dengan benar.
Seluruh personel mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menunjukkan kedisiplinan selama sesi berlangsung.
Berita Terkait
Antusiasme peserta terlihat sejak awal latihan, ketika instruktur menyampaikan pengantar materi dan memandu praktik di lapangan.
Komitmen pembinaan ini selaras dengan upaya Detasemen Gegana untuk terus meningkatkan kualitas kemampuan dalam menunjang pelaksanaan tugas di berbagai situasi.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa bela diri merupakan kemampuan dasar yang perlu diasah secara berkelanjutan.
“Kemampuan bela diri merupakan bekal penting bagi setiap personel Brimob dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Oleh karena itu, latihan harus dilakukan secara berkelanjutan dan dibimbing oleh instruktur yang kompeten. Dengan belajar langsung dari professional trainer Jiu-Jitsu, saya berharap personel Detasemen Gegana semakin profesional, memiliki kemampuan yang mumpuni, disiplin dalam bertindak, serta mampu menjalankan setiap tugas secara humanis, presisi, dan bertanggung jawab,” ujar Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K.
Menurut penekanan tersebut, latihan tidak berhenti pada penguasaan gerakan, melainkan juga diarahkan pada sikap dan cara bertindak yang tetap berada dalam koridor profesional.
Komandan juga menggarisbawahi pentingnya pembinaan yang konsisten serta dipandu oleh pihak yang kompeten, agar peningkatan kemampuan dapat berjalan nyata dan terukur.
Dalam konteks itu, latihan jiu-jitsu diposisikan sebagai salah satu sarana untuk memperkuat kesiapan personel saat menghadapi tantangan dan situasi berisiko tinggi.
Pelatihan rutin dan berkesinambungan menjadi bagian dari komitmen Satuan Brimob Polda Gorontalo dalam mencetak personel yang profesional, modern, dan terpercaya.
Diharapkan, kemampuan yang terus diasah melalui latihan ini dapat mendukung pelaksanaan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pada akhirnya, melalui pembinaan bela diri yang terarah, personel diharapkan mampu merespons setiap tantangan tugas dengan kemampuan yang optimal, sesuai kebutuhan operasional di lapangan.
Dalam setiap tahapan, personel mengikuti arahan pelatih secara langsung sebelum mempraktikkan teknik yang diberikan. Penyusunan latihan secara bertingkat membantu peserta menyambungkan penguasaan gerak dengan cara bertindak yang sesuai kebutuhan saat menjalankan tugas kepolisian.
Keseluruhan pembinaan ini menekankan bahwa peningkatan kemampuan harus dibangun melalui latihan yang teratur dan terarah. Dengan demikian, kesiapsiagaan serta ketangkasan personel diharapkan semakin solid, sekaligus memperkuat sikap profesional dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan layanan kepada masyarakat.












