Internasional

Pejabat Ukraina: Delapan orang tewas dalam serangan rudal dan drone Rusia, termasuk dua anak

×

Pejabat Ukraina: Delapan orang tewas dalam serangan rudal dan drone Rusia, termasuk dua anak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Children among eight dead in Russian strikes, Ukraine officials say

jurnalistik.co.id – Pejabat Ukraina melaporkan delapan orang tewas dalam serangan rudal dan drone Rusia semalam, termasuk dua anak.

Dalam keterangan otoritas setempat, korban mencakup seorang gadis dan dua bocah laki-laki. Enam di antaranya dilaporkan meninggal dunia di desa Radushne, dekat Kryvyi Rih.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut Rusia meluncurkan lebih dari 70 rudal dan lebih dari 280 drone ke berbagai wilayah sepanjang malam.

Menurutnya, serangan terparah terjadi di area dekat kampung halamannya, Kryvyi Rih. Zelensky juga menyatakan banyak rumah warga, bisnis sipil, serta fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan atau hancur.

Sehari sebelumnya, Zelensky melakukan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Washington DC. Dalam pertemuan itu, ia mendesak agar AS memberikan izin produksi rudal pencegat Patriot, yang dikatakannya penting bagi pertahanan Ukraina.

Oleksandr Vilkul, kepala dewan pertahanan setempat, mengatakan sebuah rudal balistik Rusia menghantam desa Radushne, berjarak beberapa kilometer dari Kryvyi Rih. Vilkul menyebut enam korban tewas terkait hantaman tersebut, termasuk seorang gadis berusia enam tahun serta dua bocah berusia 11 dan 17 tahun.

Vilkul menuturkan rudal mengenai sebuah rumah tempat keluarga besar tinggal. Zelensky mengatakan rumah itu “blown into smithereens”.

Dua rumah milik pribadi lainnya juga dinyatakan hancur total oleh dewan pertahanan. Selain korban tewas, laporan otoritas juga menyebut delapan orang lainnya mengalami luka-luka.

Salah satunya adalah seorang perempuan berusia 84 tahun yang dibawa ke rumah sakit. Otoritas juga menyatakan dua anak berhasil ditarik hidup dari reruntuhan.

Serangan ini datang setelah Zelensky memperingatkan, beberapa jam sebelum rudal dan drone jatuh, bahwa Moskow sedang menyiapkan serangan “massive attack”.

Di Kyiv, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan kebakaran dilaporkan terjadi di tiga gedung non-perumahan selama malam. Wali kota Kyiv Vitali Klitschko menuliskannya melalui Telegram.

Wali kota Poltava juga melaporkan adanya satu korban tewas. Ia mengaitkan informasi itu dengan serangan yang disebutnya mengenai terminal pengiriman Nova Poshta.

Di Lviv, otoritas setempat melaporkan adanya ledakan dan kerusakan pada bangunan hunian. Wali kota Andriy Sadovyi mengatakan beberapa orang mengalami luka, termasuk laporan bahwa ada yang terjebak di bawah bangunan, sementara warga membantu petugas membersihkan reruntuhan.

Jalur respons di Polandia dan laporan lokasi kawah

Di Polandia, Perdana Menteri Donald Tusk diberitakan menuju lokasi kawah sedalam 10 meter. Ia menyampaikan bahwa “a violation of Polish airspace occurred” selama serangan Rusia terhadap Lviv.

Pasukan bersenjata Polandia menyatakan mereka mengerahkan pesawat tempur yang sedang bertugas setelah mendeteksi setidaknya selusin rudal di atas Ukraina barat. Rudal terdekat teramati sekitar 5 kilometer dari perbatasan pada pukul 03:29, sebelum kemudian mengubah arah dan bergerak ke timur.

Militer Polandia menyebut mereka kemudian menemukan kawah beserta pecahan di tanah Polandia. Lokasinya berada di sebuah ladang sekitar 2 kilometer dari desa Tarnawa-Kolonia, di wilayah Lublin, bagian selatan.

Menurut keterangan, lokasi telah diamankan. Polisi juga menyebut telah menerima laporan adanya ledakan kuat di area tersebut.

Laporan di Rusia: serangan gudang dan korban di fasilitas Wildberries

Sementara itu, seorang pejabat regional di Rusia melaporkan serangan semalam terhadap gudang perusahaan ritel di kota Penza. Pejabat itu menyatakan satu orang terluka di fasilitas Wildberries.

Gubernur regional Oleg Melnichenko menuliskan informasi itu melalui Telegram. Ia menambahkan bahwa Wildberries sering disebut “Russia’s Amazon”, dan laman-lamannya beberapa waktu terakhir menjadi sasaran serangan dari pihak Ukraina.

Langkah militer tersebut, menurut laporan, mengikuti seruan berulang dari Presiden Ukraina agar pertahanan Ukraina di Kyiv diperkuat. Zelensky sebelumnya juga menekankan, “The protection of people’s lives depends directly on their willingness, or lack of willingness, to provide air defence missiles,” dalam unggahan di X pada Rabu.

Patriot disebut sebagai salah satu sistem pertahanan udara yang mampu mencegat rudal balistik. Rusia, menurut uraian, semakin sering memakai rudal balistik untuk membombardir kota-kota di Ukraina.