jurnalistik.co.id – Aktor Hollywood Jason Momoa yang dikenal lewat perannya sebagai Aquaman kembali menarik perhatian, kali ini bukan dari proyek film terbarunya, melainkan dari koleksi kendaraan klasik yang telah dikonversi menjadi kendaraan bertenaga listrik.
Mengutip Carscoops, Minggu (7/6/2026), Momoa menggandeng perusahaan spesialis konversi kendaraan listrik asal Inggris, Electrogenic, untuk mengerjakan proyek tersebut. Total ada lima kendaraan klasik yang dimodifikasi: tiga motor Harley-Davidson dan dua Land Rover lawas. Proyek ini sekaligus menjadi bagian dari musim kedua serial dokumenter On The Roam yang tayang di HBO Max.
Konsep plug-in hybrid di Harley-Davidson
Salah satu bagian paling menarik adalah konversi dua unit Harley-Davidson Model JD, masing-masing keluaran 1924 dan 1927. Berbeda dari konversi kendaraan listrik pada umumnya, Electrogenic tidak mencopot mesin bensin bawaan motor tersebut. Motor tetap diubah menjadi kendaraan plug-in hybrid sehingga bisa memakai tenaga listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya.
Pada dua motor Model JD itu, tenaga dari motor listrik disebut sebesar 15 PS. Sementara mesin bensin aslinya dipertahankan dengan tenaga sekitar 20 PS. Dengan konfigurasi tersebut, pengendara memiliki beberapa mode penggunaan sesuai kebutuhan, tanpa harus sepenuhnya menghapus karakter mesin bensin yang sudah melekat pada motor klasik.
Motor klasik tanpa kick starter
Berkat tambahan motor listrik, torsi mencapai 260 Nm, sehingga kedua motor klasik tersebut kini tidak lagi membutuhkan kick starter untuk dihidupkan. Selain dua Model JD, ada juga Harley-Davidson Model FD tahun 1921 yang dikonversi menjadi motor listrik murni. Langkah ini diambil karena mesin aslinya sudah tidak dapat diperbaiki.
Ketiga motor tersebut menggunakan baterai berkapasitas 2,7 kWh yang ditempatkan di dalam pannier bergaya klasik. Dalam mode listrik, pengembang mengklaim motor ini mampu menempuh jarak lebih dari 80 kilometer. Dengan demikian, perubahan menuju elektrifikasi tidak hanya menyangkut sumber tenaga, tetapi juga penataan komponen agar tetap selaras dengan tampilan kendaraan klasik.
Land Rover lawas pakai motor listrik
Selain motor, Electrogenic juga mengubah dua Land Rover klasik milik Momoa menjadi kendaraan listrik penuh. Kendaraan yang dipilih adalah Land Rover Series I tahun 1949 dan Land Rover Series IIA 109 Dormobile Camper tahun 1961. Meski kini menggunakan motor listrik, karakter asli kendaraan dinilai tetap dipertahankan.
Hal yang dijaga termasuk sistem penggerak empat roda dan transfer case bawaan, sehingga kemampuan off-road khas Land Rover tetap terjaga. Untuk Land Rover Series I, baterai berkapasitas 48 kWh dipadukan dengan motor listrik bertenaga 204 PS. Sedangkan Dormobile Camper menggunakan baterai lebih besar 62 kWh dengan motor listrik bertenaga 163 PS.
Menurut klaim yang disebut dalam informasi tersebut, kedua kendaraan mampu menempuh jarak sekitar 240 kilometer dalam sekali pengisian daya. Keduanya juga sudah mendukung pengisian cepat dengan standar CCS. Dengan konfigurasi itu, elektrifikasi tidak hanya dihadirkan sebagai penggantian tenaga, melainkan juga disertai dukungan infrastruktur pengisian yang lebih praktis untuk penggunaan jarak jauh.
Secara keseluruhan, proyek Electrogenic pada koleksi Momoa memperlihatkan pendekatan elektrifikasi yang berupaya mempertahankan identitas kendaraan klasik, baik pada sisi penggunaan mode di motor Harley-Davidson maupun karakter penggerak di Land Rover. Dari lima kendaraan yang dimodifikasi, pilihannya memperlihatkan variasi dari plug-in hybrid hingga listrik murni, lengkap dengan spesifikasi baterai, tenaga motor, serta jarak tempuh yang diklaim untuk tiap unit.
Proyek ini juga memperlihatkan bagaimana elektrifikasi dapat dirancang agar tetap terasa “masuk” ke kebiasaan berkendara motor klasik. Dengan tetap mempertahankan mesin bensin pada Harley-Davidson Model JD, pilihan tenaga menjadi lebih fleksibel: pengendara bisa mengandalkan listrik saat kondisi tertentu, memakai mesin bensin ketika diperlukan tenaga tambahan, atau memadukan keduanya agar karakter motor tetap terasa familiar.
Di sisi lain, pendekatan pada Land Rover lebih menekankan keberlanjutan kemampuan dasar kendaraan. Transfer case dan penggerak empat roda dipertahankan agar respons gaya off-road tidak hilang, sementara kapasitas baterai yang besar—hingga puluhan kilowatt-jam—disusun untuk menunjang jarak tempuh yang diklaim sekitar 240 kilometer. Dukungan pengisian cepat standar CCS turut melengkapi paket modifikasi agar kendaraan elektrifikasi ini tetap relevan untuk perjalanan jarak jauh.












