jurnalistik.co.id – Michael Kim menutup putaran di 3M Open dengan rasa lega yang sulit disembunyikan. Petenis nomor satu lapangan golf Amerika itu merasakan momen yang ia sebut “part of the history books” setelah mencetak angka 59, atau 12-under par, di Minnesota.
Pada hole pamungkas, Kim memasukkan putt birdie sepanjang 24 kaki. Sentuhan terakhir itu mengantar dia mencatatkan 16 putaran sub-60 dalam sejarah tur PGA Tour AS, sebuah angka yang menegaskan betapa langkanya pencapaian yang ia raih hari itu.
Di TPC Twin Cities, Blaine, Kim justru menyelesaikan akhir ronde dengan momentum yang makin menguat. Ia membukukan birdie pada empat hole terakhir dan mengangkat kedua tangan ketika putt di hole ke-18 berhasil bergulir masuk, sebelum melontarkan fist-pump yang menggambarkan euforia sesaat setelah angka krusial diamankan.
Kim berusia 33 tahun dan mengakhiri ronde keduanya sebagai pemimpin klasemen. Ia mencatat 12 birdie tanpa satu bogey pun, sekaligus unggul tiga pukul dari sesama pemain Amerika, Ben Kohles.
Kim yang lahir di Korea Selatan menjadi pemain ke-15 di PGA Tour AS yang mampu mencapai “magic number” 59. Ia juga melengkapi catatan khusus yang sebelumnya pernah disentuh oleh pemain-pemain besar, termasuk Jim Furyk yang mencetak 58 sebagai tur-record pada Travelers Championship 2016, serta pernah membuat 59 pada BMW Championship 2013.
Arti 59 bagi Kim
Dalam penuturannya, Kim mengaku sempat membangun pola pikir untuk menekan permainan menuju akhir. Ia menyatakan, “I kind of remember thinking on 18 that you have to go for it, 60 or 61 doesn’t really make too much of a difference,” dan menambahkan bahwa batas terbaik putaran sebelumnya hanya berhenti di 62.
Baginya, angka 59 bukan sekadar target statistik, melainkan pengalaman yang terasa nyata di lapangan. Kim mengatakan, “To shoot 59 was pretty cool and feels like I’m part of the history books.”
Berita Terkait
- Glasgow 2026 Commonwealth Games: Duncan Scott bangkit dari tekanan, Tom Dean mengantarkan start emas Skotlandia
- Commonwealth Games 2026 di Glasgow: Cedera Gabriel Langton Membayangi Perak Tim Senam Putra Inggris
- Persembahan Kilat Skotlandia: Raih Tiga Medali dalam 45 Menit untuk Membuka Commonwealth Games Glasgow 2026
Rangkaian permainan Kim memperlihatkan konsistensi yang jarang terjadi dalam satu ronde penuh. Ia mencetak lima birdie beruntun mulai dari hole ke-3 sampai ke-7, sebuah rangkaian yang menjadi fondasi utama untuk menekan skor hingga batas sub-60.
Mulai hole ketiga, Kim sudah mencuri peluang lewat putt birdie 11 kaki. Pada hole keempat, ia berhasil membuat 12-footer, lalu pada hole kelima ia menjaring bola hingga berada dalam jarak lima kaki dari green sebelum menyelesaikannya dengan birdie.
Tekanan itu berlanjut pada hole keenam dan ketujuh. Kim memasukkan birdie dari jarak 10 kaki di hole ke-6, kemudian menuntaskan hole ke-7 dengan putt dua kaki yang memastikan laju beruntunnya tak putus di tengah permainan.
Setelah jeda kecil dalam tempo, Kim kembali mengunci ritme melalui birdie beruntun di hole ke-9 dan ke-10. Ia menambah satu birdie lagi pada hole ke-12, sebelum kembali mengangkat intensitas menjelang bagian akhir ronde.
Pada momen penutup, Kim memulai “closing burst” dengan birdie dari jarak sedikit di dalam 12 kaki pada hole ke-15. Ia melanjutkan dengan birdie dari 13 kaki di hole ke-16, lalu menyelesaikan ronde melalui putt birdie 17 kaki di hole ke-17 yang berformat par-three.
Kim juga menyinggung detail eksekusi pada salah satu putt tersulitnya. Ia berkata, “I made a really nice birdie putt on 16. It had a lot of break to it and it went in dead centre,” yang menggambarkan bahwa keberhasilan tidak hanya datang dari jarak, tetapi juga ketepatan membaca garis.
Menekan saat air mengancam
Di bagian akhir, Kim menjadikan kondisi lapangan sebagai bahan pengambilan keputusan. Ia menyebut, “There’s a lot of water on 17 and 18 and I just kind of told myself like ‘hey, this is the way – this is the moment to get into the history books and let’s go for it, let’s not try to luck our way into it, let’s try to step up and hit some really good shots’.”
Pernyataan itu menegaskan pendekatan Kim: bukan sekadar berharap keberuntungan, melainkan memilih untuk tampil berani dan mengeksekusi pukulan terbaik saat tekanan meningkat. Kombinasi keberanian, ketepatan membaca putt, serta konsistensi birdie tanpa bogey menjadi alasan utama mengapa putaran 59-nya terasa seperti peristiwa bersejarah di PGA Tour.












