Bisnis & Ekonomi

Pemerintah Serap Rp 8,85 Triliun dari Lelang 8 Seri SBSN, Penawaran Masuk Rp 26,05 Triliun

0
×

Pemerintah Serap Rp 8,85 Triliun dari Lelang 8 Seri SBSN, Penawaran Masuk Rp 26,05 Triliun

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Serap Rp 8,85 Triliun dari Lelang SBSN, Penawaran Masuk Rp 26 Triliun Money 3 Juni 2026
Ilustrasi: Pemerintah Serap Rp 8,85 Triliun dari Lelang SBSN, Penawaran Masuk Rp 26 Triliun

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Pemerintah menyerap dana sebesar Rp 8,85 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN pada 2 Juni 2026. SBSN juga dikenal sebagai sukuk negara. Sementara itu, total penawaran masuk dalam lelang tersebut mencapai Rp 26,05 triliun.

Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko atau DJPPR Kementerian Keuangan mencatat, serapan terbesar berasal dari seri SPNS01032027 yang merupakan penerbitan baru. Dari seri ini, pemerintah memenangkan Rp 4 triliun, dengan total penawaran masuk Rp 5,34 triliun. Imbal hasil atau yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan tercatat sebesar 6,68000 persen, dengan jatuh tempo pada 1 Maret 2027.

Serapan terbesar berikutnya datang dari seri SPNS23112026 yang merupakan pembukaan kembali. Pemerintah memenangkan Rp 2,55 triliun dari seri tersebut. Total penawaran masuk untuk SPNS23112026 mencapai Rp 2,71 triliun, sedangkan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada di level 6,40000 persen. Seri ini jatuh tempo pada 23 November 2026.

Masih dari kelompok seri surat berharga jangka pendek, SPNS13072026 yang juga merupakan pembukaan kembali dimenangkan sebesar Rp 1 triliun. Total penawaran masuk untuk seri ini mencapai Rp 2,1 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,20000 persen, dengan jatuh tempo pada 13 Juli 2026.

PENYERAPAN SERI BERJANGKA PANJANG

Selain seri SPNS, pemerintah juga menyerap Rp 500 miliar dari seri PBS034. Seri pembukaan kembali itu mencatat penawaran masuk Rp 2,57 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,84870 persen. PBS034 jatuh tempo pada 15 Juni 2039.

Berikutnya, pemerintah menyerap Rp 300 miliar dari seri PBS030. Total penawaran masuk untuk seri pembukaan kembali tersebut mencapai Rp 5,15 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,68857 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Juli 2028.

Untuk seri PBS040 dan PBS038, pemerintah masing-masing memenangkan Rp 200 miliar. PBS040 menerima penawaran masuk Rp 2,29 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,69714 persen dan jatuh tempo pada 15 November 2030. Sementara itu, PBS038 mencatat penawaran masuk Rp 3,41 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,90830 persen dan jatuh tempo pada 15 Desember 2049.

Serapan terakhir berasal dari seri PBS005. Pemerintah memenangkan Rp 100 miliar dari seri pembukaan kembali tersebut. Total penawaran masuk untuk PBS005 mencapai Rp 2,48 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,79546 persen. Seri ini jatuh tempo pada 15 April 2043.

Jika dirinci, delapan seri SBSN yang dilelang pada 2 Juni 2026 terdiri dari satu seri penerbitan baru dan tujuh seri pembukaan kembali. Dari seluruh seri yang dilelang, SPNS01032027 menjadi penyerap dana terbesar, disusul SPNS23112026 dan SPNS13072026. Sementara itu, seri PBS034, PBS030, PBS040, PBS038, dan PBS005 melengkapi total serapan pemerintah dalam lelang kali ini.

Dengan total penawaran masuk Rp 26,05 triliun dan serapan Rp 8,85 triliun, lelang SBSN tersebut menunjukkan minat pasar yang tetap terjaga pada instrumen sukuk negara. DJPPR Kementerian Keuangan mencatat, tiap seri memiliki penawaran masuk dan imbal hasil yang berbeda, menyesuaikan karakter jatuh tempo masing-masing seri.

Dalam lelang ini, seri berjatuh tempo pendek seperti SPNS01032027, SPNS23112026, dan SPNS13072026 menarik penawaran yang besar, sementara seri berjangka lebih panjang seperti PBS034, PBS030, PBS040, PBS038, dan PBS005 tetap mendapat dukungan pasar. Pemerintah pun membagi serapan dana ke delapan seri tersebut sesuai hasil lelang yang masuk pada hari itu.

Secara keseluruhan, hasil lelang 2 Juni 2026 menempatkan SBSN sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang masih aktif diminati investor. Dengan serapan terbesar pada seri SPNS01032027, pemerintah memperoleh dana Rp 8,85 triliun dari total penawaran masuk Rp 26,05 triliun di delapan seri yang dilelang.