Bisnis & Ekonomi

IHSG Menguat 1,74%, Investor Asing Mengakumulasi Saham DSSA, ANTM, hingga BMRI

×

IHSG Menguat 1,74%, Investor Asing Mengakumulasi Saham DSSA, ANTM, hingga BMRI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: IHSG Ditutup Melonjak 1,74 Persen, Asing Akumulasi Saham DSSA, ANTM, hingga BMRI

jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,74 persen pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Indeks naik 108 poin ke level 6.340.

Penguatan tersebut ditopang oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing sebesar Rp 360 miliar. Arus masuk itu terlihat terutama pada beberapa saham yang menjadi target akumulasi.

Salah satu akumulasi terbesar datang dari saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai net buy Rp 264 miliar. Setelah itu, investor asing juga mencatat pembelian bersih pada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp 92 miliar.

Selain ANTM, investor asing membukukan net buy pada PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp 81 miliar. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) ikut menguat karena menyerap pembelian bersih hingga Rp 66 miliar.

Di kelompok perbankan, investor asing juga melakukan akumulasi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net buy Rp 62 miliar. Pola pembelian bersih ini memperlihatkan konsentrasi dana asing pada beberapa emiten utama selama sesi berlangsung.

Meski demikian, investor asing juga melakukan aksi jual bersih pada sejumlah saham. Saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi yang terbesar dalam aksi jual bersih dengan nilai Rp 61 miliar.

Berikutnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net sell Rp 52 miliar. Setelah BUMI, investor asing menjual bersih PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 48 miliar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) senilai Rp 47 miliar, serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 34 miliar.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona hijau dan berakhir di level tertinggi hariannya. Indeks dibuka pada 6.273,571, lalu sempat menyentuh level terendah di 6.247,353.

Setelah melewati fase penurunan intraday, IHSG kembali menguat hingga mencapai puncak sekaligus penutupan di 6.340,020. Secara pergerakan, penutupan berada tepat di bagian atas rentang harga sesi tersebut.

Aktivitas pasar berlangsung cukup ramai. Volume transaksi tercatat mencapai 51,103 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,593 triliun.

Frekuensi transaksi pada hari itu mencapai 2.942.073 kali. Dari sisi pergerakan harga saham, sebanyak 421 saham menguat, 205 saham melemah, dan 169 saham bergerak stagnan.

Selain dinamika harga dan transaksi, capaian ukuran pasar juga ikut tercatat. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di Rp 11.069,356 triliun.

Dengan berakhirnya sesi Selasa tersebut, IHSG mencatat kenaikan yang bersifat konsisten dari awal hingga penutupan setelah sempat turun ke level terendah. Komposisi aksi asing yang didominasi net buy pada beberapa saham utama turut menjadi bagian penting dari jalannya perdagangan.

Di saat bersamaan, daftar net sell investor asing menunjukkan adanya selektivitas pada saham tertentu. Perbedaan nilai net buy dan net sell pada DSSA, ANTM, hingga BMRI, serta ASII dan BUMI, menggambarkan bahwa arus dana asing tidak merata di seluruh emiten yang diperdagangkan.

Arus dana asing yang mengarah pada akumulasi di beberapa emiten utama ikut membantu menjaga arah IHSG tetap positif sepanjang sesi. Nama-nama seperti DSSA, ANTM, PTRO, BUVA, serta BMRI menjadi penyangga yang memperlihatkan bahwa dorongan beli tidak hanya muncul sesaat, tetapi terkonsentrasi pada kelompok saham tertentu.

Walaupun demikian, selektivitas juga tampak dari aksi jual bersih yang menimpa sejumlah saham lain. ASII, BUMI, AMMN, BNBR, dan TLKM mencatat net sell yang mengindikasikan adanya penyeimbangan portofolio. Kombinasi antara penyerapan bersih pada sejumlah saham pilihan dan pelepasan bersih pada saham lainnya akhirnya membuat IHSG tetap berada di zona hijau hingga penutupan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, pergerakan IHSG yang berakhir di puncak harian beriringan dengan aktivitas pasar yang terpantau tinggi. Volume transaksi mencapai 51,103 miliar saham dengan nilai Rp 21,593 triliun, sementara frekuensi transaksi berada pada 2.942.073 kali. Lebih lanjut, komposisi pergerakan saham—421 menguat, 205 melemah, dan 169 stagnan—menunjukkan mayoritas pelaku pasar tetap memilih posisi beli saat sesi berlangsung.