Bisnis & Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa: PHK Masih Terjadi, Ekonomi Tetap Tumbuh

×

Purbaya Yudhi Sadewa: PHK Masih Terjadi, Ekonomi Tetap Tumbuh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Purbaya Respons Banyaknya PHK Meski Pertumbuhan Ekonomi Tinggi - Market

jurnalistik.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dinilai masih berlangsung, meski ekonomi Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Dalam penjelasannya, ia tidak menafikan adanya pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor, tetapi menekankan bahwa penciptaan lapangan kerja juga bergerak di pasar yang kompetitif.

Purbaya menyampaikan pandangan itu saat konferensi pers APBN Kita pada Selasa (21/7/2026). Ia mengaitkan responsnya dengan dinamika ekonomi yang tidak sepenuhnya seragam bagi setiap perusahaan, terutama ketika aktivitas ekonomi tumbuh.

Menurut Purbaya, PHK dapat muncul bersamaan dengan pertumbuhan karena kondisi usaha tidak melulu membaik di seluruh entitas. Ia menyatakan, “Karena di ekonomi yang lagi tumbuh pun ada perusahaan bangkrut. Jadi mesti dilihat yang tercipta seperti apa lapangan kerjanya. Kalau kita lihat unemployment turun, sepertinya sih banyak adanya penciptaan lapangan kerja dibanding yang keluar,” kata Purbaya dalam konferensi pers tersebut.

Dalam kerangka itu, ia meminta agar tren PHK tidak dibaca sebagai gambaran tunggal mengenai ketahanan pasar tenaga kerja. Purbaya menilai yang perlu diperhatikan adalah berapa banyak peluang kerja baru yang terbentuk, dibanding jumlah pekerja yang keluar akibat perusahaan berhenti beroperasi atau melakukan efisiensi.

Purbaya juga mengaitkan penilaiannya dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada periode berjalan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi mencapai 5,6% di triwulan I-2026, sehingga secara agregat seharusnya kondisi perekonomian tetap baik.

Meski demikian, ia tetap menegaskan bahwa pemecatan tidak bisa dipastikan nol dalam situasi apa pun. Ia menyatakan, “Bukan berarti enggak ada pemecatan. Itu pasti ada. Cuma kita lihat yang baru berapa. Harusnya banyak yang baru di perusahaan yang baru atau yang menciptakan lapangan kerja baru dibandingkan dengan yang perusahaan bangkrut atau keluar,” kata Purbaya.

Monitor pengangguran dan PHK menjadi fokus

Lebih lanjut, Bendahara Negara menyatakan akan terus memantau keadaan pengangguran serta perkembangan PHK di Indonesia. Dengan pemantauan itu, pemerintah diharapkan dapat melihat apakah penciptaan pekerjaan baru benar-benar lebih besar daripada perpindahan tenaga kerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja.

Penekanannya pada penciptaan lapangan kerja baru juga menunjukkan bahwa penilaian kinerja ekonomi tidak hanya berhenti pada angka pertumbuhan. Purbaya menempatkan aspek pasar kerja sebagai ukuran penting untuk membaca dampak pertumbuhan terhadap kesejahteraan dan kesempatan kerja.

Dalam pandangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tidak otomatis berarti setiap perusahaan akan menambah jumlah pekerja. Sebaliknya, Purbaya menggarisbawahi bahwa di tengah ekonomi yang bergerak naik, tetap ada perusahaan yang menghadapi kesulitan hingga berujung pada kebangkrutan, sehingga PHK dapat terjadi pada kondisi tertentu.

Namun, ia memandang keseluruhan dinamika lebih relevan jika ditinjau dari arah pergerakan pekerjaan yang tercipta. Ketika unemployment dinilai turun, Purbaya menyimpulkan bahwa penciptaan lapangan kerja cenderung lebih banyak dibanding yang keluar.

Dengan demikian, perhatian diarahkan pada perbandingan antara dua arus yang berlangsung dalam waktu yang sama: pekerja yang terdampak PHK dan pekerja yang memperoleh peluang pada perusahaan baru atau perusahaan yang melakukan ekspansi. Purbaya menilai pola yang diharapkan adalah arus penciptaan kerja yang lebih dominan agar dampak sosial dari PHK tidak melebar.

Pada akhirnya, respons Purbaya menempatkan PHK sebagai fenomena yang dapat terjadi, tetapi bukan sinyal tunggal yang menutup interpretasi pertumbuhan ekonomi. Ia mengingatkan pentingnya menilai “yang tercipta” dan “yang baru berapa,” sehingga pembahasan tidak berhenti pada keberadaan pemecatan, melainkan bergerak pada hasil bersih bagi pasar tenaga kerja.