jurnalistik.co.id – JAKARTA — Pemerintah menyiapkan program vokasi nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai bagian dari stimulus ekonomi pada semester II tahun ini.
Program itu ditargetkan menjangkau 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang terdampak PHK. Untuk pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp2,12 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk semester II. Ia menyampaikan target dan anggaran itu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Target peserta program
“Program vokasi nasional itu ditargetkan untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja yang ter-PHK dengan anggaran Rp2,12 triliun,” ujar Airlangga.
Dengan skema itu, pemerintah menempatkan lulusan SMK dan pekerja yang kehilangan pekerjaan sebagai dua kelompok utama yang disasar dalam program vokasi nasional. Keduanya masuk dalam agenda stimulus yang akan berjalan pada paruh kedua tahun ini.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan program magang nasional batch keempat yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Program itu menargetkan 150.000 peserta dengan total anggaran Rp4,14 triliun.
Jika digabungkan, dua program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tetap menaruh perhatian pada penguatan keterampilan dan pengalaman kerja melalui jalur vokasi dan magang. Keduanya disusun untuk berjalan di semester II, bersamaan dengan rangkaian stimulus ekonomi lain yang disiapkan pemerintah.
Rangkaian insentif semester II
Secara total, pemerintah tercatat menggelontorkan insentif sepanjang semester II tahun ini, termasuk untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah, dengan nilai sekitar Rp7,85 triliun.
Angka tersebut menggambarkan besarnya paket kebijakan yang disiapkan pemerintah dalam beberapa bulan ke depan. Dalam hitungan yang disampaikan Airlangga, program vokasi nasional dan program magang nasional menjadi bagian penting dari keseluruhan insentif tersebut.
Program vokasi nasional sendiri diarahkan kepada lulusan SMK yang dinilai membutuhkan jalur penguatan keterampilan lebih lanjut. Sementara itu, pekerja yang terkena PHK menjadi kelompok lain yang masuk dalam sasaran program.
Adapun program magang nasional batch keempat akan menyusul pada Juli dengan sasaran yang jauh lebih besar, yakni 150.000 peserta. Pemerintah menyiapkan anggaran Rp4,14 triliun untuk program itu.
Dengan jadwal yang sudah disebutkan, pemerintah tampak menata beberapa program dalam urutan waktu yang berdekatan selama semester II. Program vokasi nasional ditujukan untuk 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja ter-PHK, sedangkan program magang nasional batch keempat diarahkan untuk 150.000 peserta.
Di tengah rangkaian itu, total anggaran yang disiapkan untuk stimulus semester II, termasuk Nataru dan libur sekolah, mencapai sekitar Rp7,85 triliun. Nilai tersebut menjadi penanda bahwa pemerintah menyiapkan dukungan fiskal yang cukup besar untuk periode lanjutan tahun ini.
Pernyataan Airlangga di Jakarta pada Selasa (26/5/2026) menjadi penegasan terbaru mengenai arah kebijakan pemerintah dalam menyiapkan stimulus ekonomi. Fokusnya, antara lain, berada pada program vokasi nasional, program magang nasional, dan dukungan lain yang masuk dalam paket semester II.
Dengan begitu, lulusan SMK dan pekerja yang terdampak PHK menjadi dua kelompok yang secara langsung disebut sebagai penerima manfaat program vokasi nasional. Pemerintah menetapkan target, anggaran, dan jadwal pelaksanaan yang sudah mulai dipetakan untuk beberapa bulan mendatang.
Dalam kerangka itu, program vokasi nasional tidak hanya diposisikan sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga sebagai upaya memperkuat kesiapan tenaga kerja yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar. Pemerintah menempatkan lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK dalam jalur yang sama agar keduanya bisa memperoleh penguatan kompetensi secara lebih terarah.
Rincian target, anggaran, dan waktu pelaksanaan yang telah diumumkan menunjukkan bahwa agenda stimulus semester II disusun dengan fokus yang cukup jelas. Selain vokasi, program magang nasional batch keempat juga menjadi penopang lain untuk menjaga kesinambungan peningkatan keterampilan dan pengalaman kerja pada paruh kedua tahun ini.








