jurnalistik.co.id – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mencatat capaian besar pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Kampus yang berlokasi di Solo itu menempati posisi kedua sebagai perguruan tinggi negeri dengan jumlah peminat terbanyak di Indonesia, setelah Universitas Indonesia.
Berdasarkan konferensi pers Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru pada Senin (25/5/2026), jumlah pendaftar yang memilih UNS melalui jalur SNBT mencapai 91.611 orang. Angka tersebut menempatkan UNS tepat di bawah UI, yang berada di peringkat pertama dengan 100.253 peminat.
Di tengah tingginya minat itu, kuota yang tersedia jauh lebih kecil. Pada SNBT 2026, UNS menerima 3.624 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 300 mahasiswa Program Diploma Tiga (D-3), 363 mahasiswa Program Sarjana Terapan (D-4), dan 2.961 mahasiswa Program Sarjana (S-1).
Dengan perbandingan antara jumlah peminat dan daya tampung tersebut, tingkat keketatan seleksi di UNS tercatat sebesar 3,96 persen. Artinya, persaingan untuk bisa lolos ke UNS pada SNBT tahun ini berlangsung sangat ketat di hampir semua rumpun program studi.
Persaingan paling ketat di kelompok vokasi
Di kelompok vokasi, Program Studi D-4 Keperawatan Anestesiologi menjadi jurusan dengan persaingan paling ketat. Tingkat keketatannya hanya 0,48 persen, menjadikannya salah satu prodi yang paling sulit ditembus di UNS pada SNBT 2026.
Di bawahnya, D-4 Manajemen Bisnis mencatat keketatan 0,51 persen. Posisi berikutnya ditempati D-3 Farmasi dengan keketatan 0,64 persen. Tiga prodi itu menunjukkan bahwa minat besar pada jalur vokasi di UNS juga diikuti persaingan yang sangat padat.
Selain tiga prodi teratas tersebut, daftar 10 program studi vokasi dengan tingkat keketatan tertinggi di UNS pada SNBT 2026 juga memuat D-3 Manajemen Administrasi dengan keketatan 0,76 persen, D-4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja 0,77 persen, D-3 Budi Daya Ternak 1,07 persen, D-3 Perpajakan 1,11 persen, D-3 Akuntansi 1,24 persen, D-3 Agribisnis 1,32 persen, serta D-4 Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional 1,46 persen.
Saintek juga tidak kalah ketat
Pada kelompok saintek, Farmasi menjadi program studi dengan persaingan tertinggi. Keketatan jurusan tersebut mencapai 2,13 persen, menandakan tingginya minat calon mahasiswa terhadap bidang kesehatan dan ilmu farmasi di UNS.
Di bawah Farmasi terdapat Teknik Industri dengan keketatan 3,10 persen. Posisi ketiga di kelompok saintek ditempati Kedokteran, yang mencatat keketatan 3,14 persen. Setelah itu, urutan berikutnya adalah Teknik Elektro 3,39 persen, Informatika 3,69 persen, Ilmu dan Teknologi Pangan 3,83 persen, Teknik Mesin 4,27 persen, Teknik Sipil 4,29 persen, Psikologi 4,30 persen, dan Ilmu Lingkungan 4,52 persen.
Rangkaian angka itu menunjukkan bahwa persaingan di rumpun saintek UNS tersebar di banyak bidang, mulai dari kesehatan, teknik, teknologi informasi, hingga ilmu lingkungan. Namun, Farmasi tetap menjadi magnet terbesar di antara seluruh prodi saintek yang disebutkan dalam data SNBT 2026.
Bisnis Digital unggul di sosial-humaniora
Untuk kelompok sosial-humaniora, Bisnis Digital menjadi jurusan dengan tingkat persaingan paling ketat. Keketatan prodi ini berada di angka 2,57 persen, lebih tinggi dibanding sejumlah prodi sosial-humaniora lain yang juga diminati banyak peserta.
Setelah Bisnis Digital, Ilmu Komunikasi berada di posisi berikutnya dengan keketatan 2,95 persen. Manajemen menyusul dengan 3,14 persen, lalu Akuntansi 3,52 persen. Selanjutnya, Ilmu Administrasi Negara tercatat 4,01 persen, Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok 4,20 persen, Sastra Inggris 4,70 persen, Hubungan Internasional 4,94 persen, Bimbingan dan Konseling 5,34 persen, dan Sosiologi 6,25 persen.
Data tersebut menegaskan bahwa minat tinggi terhadap UNS datang dari berbagai rumpun ilmu. Di satu sisi, kampus ini menjadi tujuan utama calon mahasiswa yang memburu prodi vokasi tertentu. Di sisi lain, jurusan saintek dan sosial-humaniora juga tetap menyajikan persaingan yang tak kalah sengit bagi para peserta SNBT 2026.






