Nasional

Teddy Sebut Kunjungan Prabowo ke Prancis Sudah Dijadwalkan Sejak 2025

1
×

Teddy Sebut Kunjungan Prabowo ke Prancis Sudah Dijadwalkan Sejak 2025

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Seskab Teddy Soal Prabowo ke Prancis: Dijadwalkan Sejak 2025 - Nasional

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 sudah dijadwalkan sejak 2025. Teddy menyebut agenda itu sempat mengalami beberapa kali penjadwalan ulang sebelum akhirnya terlaksana pada akhir Mei ini.

Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, Republik Prancis, pada Selasa (26/05/2026) sekitar pukul 09.50 waktu setempat. Kedatangan itu menjadi awal dari rangkaian kunjungan resmi kenegaraan Presiden Prabowo di Prancis.

Dalam siaran pers yang disampaikan pada Selasa (26/05/2026), Teddy menyampaikan bahwa undangan untuk kunjungan tersebut telah diagendakan sejak tahun lalu. Ia menegaskan, meski sudah direncanakan lebih awal, pelaksanaannya sempat bergeser beberapa kali sebelum akhirnya masuk ke jadwal resmi Presiden.

Hubungan strategis Indonesia-Prancis

Teddy mengatakan kunjungan resmi kenegaraan Prabowo kali ini diharapkan dapat makin memperkuat hubungan strategis antara Indonesia dan Prancis. Menurut dia, kedua negara saat ini memiliki sejumlah kerja sama strategis di berbagai bidang.

Meski tidak dijelaskan secara gamblang, Indonesia dan Prancis juga diketahui memiliki kerja sama di bidang militer. Teddy tidak merinci lebih jauh isi pembahasan atau agenda spesifik dalam lawatan tersebut, tetapi menekankan pentingnya hubungan yang sudah terbangun selama ini.

Dia juga menilai hubungan bilateral Indonesia dan Prancis memiliki peran yang saling melengkapi dalam hubungan global. Dalam pandangannya, Indonesia menjadi salah satu gerbang utama hubungan Eropa ke Asia, sementara Prancis merupakan gerbang penting bagi hubungan Asia, khususnya Asia Tenggara, menuju kawasan Eropa.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan posisi kunjungan Prabowo ke Prancis bukan sekadar agenda seremonial. Bagi Teddy, lawatan ini menjadi bagian dari rangkaian hubungan yang lebih luas, terutama karena kedua negara dinilai punya kepentingan dan peran yang saling bertemu dalam percaturan internasional.

Kunjungan ini juga menjadi kali keempat Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Prancis sejak 19 bulan menjabat sebagai presiden. Dengan demikian, hubungan Jakarta dan Paris kembali menjadi sorotan di tengah upaya memperkuat kerja sama yang sudah berjalan dalam beberapa sektor.

Di sisi lain, penjadwalan ulang yang sempat terjadi menunjukkan bahwa agenda luar negeri Presiden memang disusun sejak jauh hari. Teddy menekankan bahwa kedatangan Prabowo pada Mei 2026 ini adalah realisasi dari agenda yang sudah dirancang sejak 2025, lalu disesuaikan kembali hingga memperoleh waktu yang tepat untuk terlaksana.

Dengan tibanya Prabowo di Paris, Indonesia dan Prancis kembali membuka babak baru dalam hubungan kerja sama yang disebut Teddy sebagai strategis. Pemerintah pun menempatkan kunjungan ini sebagai momentum untuk memperkuat hubungan bilateral yang sudah memiliki fondasi di sejumlah bidang, sekaligus mempertegas posisi kedua negara dalam hubungan Asia dan Eropa.

Pola penjadwalan yang mundur-maju itu menunjukkan bahwa agenda luar negeri semacam ini memang disiapkan dengan ruang penyesuaian yang cukup panjang. Dalam konteks itu, kedatangan Prabowo ke Paris pada akhir Mei 2026 dapat dibaca sebagai hasil dari perencanaan yang akhirnya menemukan momentum paling tepat, setelah sebelumnya beberapa kali menyesuaikan agenda resmi Presiden.

Bagi pemerintah, lawatan seperti ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan komunikasi politik dan kerja sama yang sudah terbentuk. Karena itu, penekanan Teddy pada hubungan strategis Indonesia dan Prancis memperlihatkan bahwa kunjungan tersebut diposisikan sebagai langkah untuk merawat hubungan yang sudah ada, bukan sekadar seremoni kenegaraan yang berhenti pada pertemuan singkat.

Di saat yang sama, pernyataan mengenai peran Indonesia dan Prancis sebagai gerbang penting bagi kawasan masing-masing juga mempertegas alasan mengapa hubungan bilateral ini terus dianggap relevan. Dengan latar seperti itu, kehadiran Prabowo di Paris menjadi sinyal bahwa kedua negara tetap melihat hubungan satu sama lain sebagai jalur penting untuk memperkuat posisi di tingkat regional maupun global.