Pendidikan

Banyak Anak Rektor Tak Lolos SNBT, Panitia Tegaskan Seleksi Transparan

0
×

Banyak Anak Rektor Tak Lolos SNBT, Panitia Tegaskan Seleksi Transparan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Anak Rektor Banyak Gagal SNBT, Panitia Klaim Seleksi Transparan - Gaya Hidup

jurnalistik.co.id – Jakarta — Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, menegaskan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 berjalan akuntabel dan penuh integritas. Ia menyebut transparansi proses seleksi bisa dilihat dari hasil akhir yang justru membuat banyak anak rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri (PTN) tidak lolos SNBT tahun ini.

Eduart menyampaikan hal itu dalam konferensi pers SNPMB 2026. Menurut dia, fakta bahwa sejumlah anak para rektor dan pimpinan PTN tidak lulus menjadi salah satu bukti bahwa seleksi berjalan terbuka. Ia juga menekankan bahwa pihak yang menetapkan kelulusan adalah para rektor, sehingga hasil seleksi tidak bisa dilihat dari asumsi di luar mekanisme yang sudah dijalankan panitia.

“Buktinya apa? Kalau ada buktinya bahwa akuntabel dan berintegritas, banyak terdapat anak para rektor dan pimpinan PTN yang tidak lulus SNBT. Padahal yang menetapkan kelulusan adalah para rektor,” kata Eduart dalam konferensi pers SNPMB 2026, dikutip Selasa (26/5).

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana panitia menempatkan hasil seleksi sebagai ukuran utama untuk menilai apakah proses UTBK SNBT 2026 berlangsung transparan. Dalam penjelasannya, Eduart tidak menyoroti siapa peserta yang lolos semata, melainkan juga siapa yang tidak lolos, termasuk dari kalangan keluarga pimpinan perguruan tinggi negeri sendiri.

Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat tingkat kelulusan peserta UTBK SNBT 2026 mencapai 29,42% dari total peserta yang mengikuti seleksi. Angka itu menjadi gambaran bahwa persaingan dalam jalur ini tetap ketat dan hanya sebagian peserta yang berhasil melewati seluruh proses seleksi.

Di sisi lain, Eduart juga menjelaskan asal tambahan kuota pada jalur SNBT. Menurut dia, penambahan itu bersumber dari sisa kursi yang tidak terisi pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), khususnya untuk program Diploma 3. Dengan demikian, kuota yang tersedia di jalur SNBT tidak berdiri sendiri, melainkan juga dipengaruhi oleh kursi yang belum terpakai pada jalur sebelumnya.

Penjelasan tersebut menegaskan kembali bahwa SNBT 2026 disusun dalam kerangka seleksi yang terhubung dengan jalur penerimaan mahasiswa baru lainnya. Pada saat yang sama, panitia berupaya menunjukkan bahwa proses yang berlangsung tetap berada dalam koridor akuntabilitas, integritas, dan keterbukaan sebagaimana ditegaskan Eduart.

Dalam keterangan yang sama, Eduart menekankan bahwa ukuran transparansi tidak hanya dilihat dari narasi umum, tetapi juga dari hasil seleksi yang tidak memberi perlakuan khusus kepada peserta dari latar belakang mana pun. Karena itu, menurut dia, keberadaan peserta yang merupakan anak rektor atau pimpinan PTN namun tidak lolos SNBT justru menguatkan klaim bahwa seleksi berjalan sesuai mekanisme.

SNPMB sendiri menjadi pintu utama bagi calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur tes. Pada pelaksanaan tahun ini, perhatian publik tak hanya tertuju pada hasil kelulusan, tetapi juga pada bagaimana panitia memastikan prosesnya tetap bisa dipertanggungjawabkan dari awal hingga akhir.

Dengan tingkat kelulusan 29,42% dan penjelasan mengenai tambahan kuota dari kursi SNBP yang tidak terisi, panitia berusaha menegaskan bahwa SNBT 2026 dijalankan secara terukur. Eduart pun kembali menempatkan hasil akhir seleksi sebagai bukti bahwa pelaksanaan UTBK SNBT berlangsung akuntabel, berintegritas, dan transparan.

Dalam konteks itu, Eduart tampak ingin menegaskan bahwa keberhasilan peserta sepenuhnya bergantung pada hasil seleksi, bukan pada posisi keluarga atau jabatan orang tua. Pesan utamanya sederhana: ketika peserta dari lingkungan pimpinan PTN pun tetap bisa tidak lolos, maka mekanisme penilaian berjalan sebagaimana mestinya dan tidak memberi ruang bagi perlakuan istimewa.

Ia juga menunjukkan bahwa publik sebaiknya membaca hasil SNBT 2026 secara utuh, bukan hanya dari jumlah yang diterima, tetapi dari proses seleksi yang melandasi hasil tersebut. Dengan demikian, data kelulusan, asal tambahan kuota, dan kenyataan bahwa tidak semua peserta dari keluarga pejabat kampus berhasil lolos menjadi bagian dari gambaran yang sama tentang ketatnya persaingan masuk PTN tahun ini.