Bisnis & Ekonomi

IHSG Terkoreksi 1,23%, Jadi yang Terlemah di Bursa Asia Hari Ini

0
×

IHSG Terkoreksi 1,23%, Jadi yang Terlemah di Bursa Asia Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Turun 1% Lebih, IHSG Terlemah di Bursa Asia Hari Ini - Market

jurnalistik.co.id – JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (26/5/2026) di zona merah dan menjadi indeks dengan pelemahan terdalam di Bursa Asia pada hari ini. IHSG terkoreksi 1,23% ke posisi 6.130, setelah sempat bergerak di rentang 6.124 pada level terendah dan 6.286 pada level tertinggi di awal perdagangan.

Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia pada hari itu juga menunjukkan aktivitas yang cukup besar. Volume jual-beli tercatat mencapai 24,88 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp18,09 triliun, dan transaksi didominasi manuver jual.

Di antara kelompok saham, sektor perindustrian menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 3,37%. Disusul saham konsumen nonprimer yang melemah 2,2% serta saham properti yang turun 2,14%. Tekanan juga terasa pada saham konsumen primer yang terkoreksi 1,68% dan saham keuangan yang turun 1,51%.

Sejumlah saham bahkan masuk jajaran top losers. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) amblas 14,9%, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) juga jatuh 14,9%, sementara PT Tunas Alfin Tbk (TALF) ambrol 14,8%.

Kondisi itu membuat IHSG tidak hanya bergerak merah, tetapi juga tampil paling lemah dibanding indeks saham utama di kawasan Asia. Pada saat yang sama, sejumlah bursa regional lain ikut terkoreksi, meski penurunannya tidak sedalam IHSG.

Index Straits Times di Singapura turun 0,82%, PSEi Filipina melemah 0,77%, dan SENSEX India terkoreksi 0,63%. Dari China, Shenzhen Composite turun 0,6% dan Shanghai Composite melemah 0,17%.

Sementara itu, KLCI Malaysia terkoreksi 0,55%, TW Weighted Index Taiwan turun 0,27%, NIKKEI 225 Jepang melemah 0,25%, dan TOPIX Jepang turun 0,1%. Ho Chi Minh Stock Index Vietnam juga terkoreksi 0,1%, sedangkan Hang Seng Hong Kong turun paling tipis di antara indeks yang disebutkan, yakni 0,03%.

Dengan pola pergerakan seperti itu, IHSG berada dalam kelompok indeks Asia yang sama-sama ditutup di zona merah, tetapi pelemahannya paling dalam. Perdagangan hari ini sekaligus menunjukkan tekanan yang merata di berbagai sektor, terutama pada perindustrian, konsumen nonprimer, dan properti yang menjadi penekan utama indeks domestik.

Di sisi lain, pelemahan yang terjadi juga menegaskan bahwa tekanan pasar tidak hanya datang dari satu kelompok saham. Saat saham-saham berkapitalisasi tertentu terkoreksi tajam, pasar keseluruhan ikut bergerak turun dan menahan upaya IHSG untuk bertahan di area yang lebih tinggi.

Penutupan di level 6.130 membuat IHSG menutup sesi dengan jarak yang cukup lebar dari titik tertinggi intraday-nya. Dalam perdagangan hari itu, arah pasar cenderung berat sejak awal, lalu berlanjut hingga sesi penutupan tanpa mampu kembali ke zona hijau.

Dengan kinerja tersebut, IHSG menjadi sorotan utama di kawasan Asia pada Selasa ini. Bukan hanya karena melemah lebih dari 1%, tetapi juga karena penurunannya tercatat paling dalam dibanding bursa-bursa regional lain yang sama-sama bergerak negatif.

Jika dilihat dari komposisi pelemahan hari ini, tekanan pada IHSG tampak datang secara berlapis. Bukan hanya sektor yang sensitif terhadap siklus ekonomi yang terkoreksi, tetapi juga kelompok saham konsumsi dan keuangan ikut terseret, sehingga ruang penguatan indeks menjadi semakin terbatas. Situasi ini membuat pasar bergerak lebih defensif sepanjang perdagangan dan sulit menemukan pijakan untuk berbalik arah.

Di tengah derasnya tekanan jual, pergerakan saham-saham yang masuk daftar top losers ikut memperbesar beban indeks. Penurunan tajam pada beberapa emiten membuat sentimen pasar kian rapuh dan menutup peluang IHSG untuk mengejar level yang lebih stabil. Dengan hasil seperti ini, penutupan perdagangan Selasa menegaskan bahwa pasar domestik sedang berada dalam fase pelemahan yang lebih berat dibandingkan sebagian besar bursa Asia lain pada hari yang sama.