jurnalistik.co.id – Mainan anak tidak selalu hadir sekadar sebagai hiburan. Dalam konsep Body Blocks, desainer asal Beirut, Davina Atallah, menghadirkan sistem balok kayu yang mengajak anak mengeksplorasi ragam bentuk tubuh melalui permainan susun.
Menurut laporan Dezeen pada Rabu (14/8/2026), Body Blocks tersusun dari bagian kepala, badan, dan tubuh bagian bawah yang dapat ditumpuk, dibalik, serta dikombinasikan untuk membentuk berbagai karakter. Lewat cara merakit dan merombak yang berulang, anak diarahkan untuk memaknai tubuh sebagai sesuatu yang beragam, bukan satu bentuk yang “pasti”.
Atallah melihat bahwa sebagian besar set bangunan selama ini biasanya diarahkan untuk menghasilkan rumah, gedung pencakar langit, atau struktur abstrak. Namun, ia mengalihkan fokus permainan ini.
“Meskipun sebagian besar set bangunan dirancang untuk membangun rumah, gedung pencakar langit, atau struktur abstrak, Body Blocks menggeser fokus tersebut ke arah membangun diri sendiri,” kata Atallah dalam Dezeen.
Dengan kata lain, yang dibangun dalam Body Blocks bukan sekadar bentukan bangunan, melainkan pengalaman anak saat memahami diri dan lingkungannya. Konsep ini memberi ruang bagi anak untuk melihat bahwa tubuh manusia tidak muncul dalam satu ukuran atau satu rupa saja.
Susunan balok yang mengundang interpretasi
Balok-balok dalam Body Blocks sengaja dibuat dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. Anak dapat menyusunnya menjadi konfigurasi berbeda, sehingga karakter yang terbentuk pun ikut berubah tampilannya dari satu percobaan ke percobaan berikutnya.
Pada proses merakit itu, anak tidak hanya berlatih mengenal bagian-bagian tubuh, tetapi juga belajar bahwa satu bentuk tidak selalu identik dengan satu “identitas” yang tetap. Atallah menilai pendekatan ini penting karena desain tidak semestinya membatasi cara anak menafsirkan.
“Sangat penting untuk tidak membebani desain dengan makna atau simbolisme, tetapi memberikan ruang untuk interpretasi,” ujar Atallah. Menurutnya, bentuk-bentuk tersebut tetap dibuat cukup familiar agar anak memiliki titik awal yang mudah sebelum berimajinasi lebih jauh.
Elemen anamorfik untuk imajinasi yang lebih luas
Berita Terkait
Salah satu daya tarik dari permainan ini adalah adanya elemen anamorfik yang memungkinkan bagian tubuh digabungkan dengan bentuk fantasi. Dalam rancangan Atallah, anak bisa merangkai kombinasi yang memunculkan detail seperti sayap, ekor, atau kuku pada karakter yang mereka buat.
Kehadiran elemen fantasi tersebut membuat anak tidak harus mengikuti satu model karakter tertentu. Ketika anak dapat membongkar dan menyusun kembali balok sesuai imajinasi masing-masing, permainan berubah menjadi ruang kreatif yang terus terbuka.
Beberapa modul di Body Blocks juga membawa referensi abstrak terhadap kursi roda dan anggota tubuh prostetik. Detail ini tidak disajikan secara literal, melainkan dijadikan bagian dari sistem permainan yang secara tidak langsung memperkenalkan keberagaman kondisi fisik melalui bentuk yang lebih imajinatif.
Yang bisa dieksplorasi anak
Melalui permainan susun yang fleksibel, Body Blocks memberi tiga ruang eksplorasi utama bagi anak. Pertama, anak diajak mengenal beragam bentuk tubuh lewat bentuk dasar yang disederhanakan, sehingga interpretasi anak tidak langsung “dikunci” oleh gambar tubuh yang umum dikenal.
Dalam tahap ini, anak dapat memproses kemiripan dan perbedaan tanpa tekanan untuk memilih satu jawaban yang benar. Dengan begitu, anak belajar bahwa variasi tubuh adalah bagian dari realitas yang wajar.
Kedua, permainan ini mendukung imajinasi dan kreativitas. Anak bisa membuat satu karakter, lalu membongkarnya dan menyusun kembali balok-balok tersebut menjadi bentuk lain. Saat susunan balok terjatuh, anak kembali memiliki kesempatan untuk bereksperimen dengan kombinasi yang berbeda.
Atallah memandang proses berulang seperti ini dapat mendorong ketekunan sekaligus membuka peluang bagi anak untuk mencoba berbagai kemungkinan. Perubahan bentuk yang dihasilkan dari satu rangkaian ke rangkaian berikutnya membuat anak terus bergerak mencari variasi.
Ketiga, Body Blocks turut melibatkan motorik halus dan koordinasi mata-tangan. Aktivitas menyusun balok menghadirkan tantangan fisik yang mendorong anak mengatur gerak, memposisikan bagian, lalu menata kembali saat struktur tidak sesuai harapan.
Dalam penjelasannya, Atallah juga menyebut permainan ini dapat membantu melatih kesabaran. Namun, manfaat utama yang ia tekankan bukan semata keterampilan fisik, melainkan bagaimana anak mengembangkan pemahaman tentang tubuh melalui pengalaman bermain yang terarah pada eksplorasi.
Secara keseluruhan, Body Blocks menghadirkan gagasan bahwa permainan balok dapat menjadi media belajar yang lembut dan menyenangkan. Dengan variasi bentuk, elemen fantasi, serta referensi abstrak terhadap beragam kondisi fisik, anak diberi kesempatan untuk menyusun dunia versi mereka sendiri—tanpa harus menunggu satu bentuk tubuh yang “standar”.












