Pendidikan

Pertamina melalui TJSL Serahkan 39 Meja dan 70 Kursi untuk SDN Batu Cermin

×

Pertamina melalui TJSL Serahkan 39 Meja dan 70 Kursi untuk SDN Batu Cermin

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kisah Siswa SDN Batu Cermin, Belajar Lebih Nyaman dengan Meja dan Kursi Baru

jurnalistik.co.id – Suasana belajar di SDN Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, kini perlahan membaik setelah PT Pertamina (Persero) menyalurkan bantuan sarana pendidikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan itu berupa 39 meja dan 70 kursi yang ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.

Sebelumnya, fasilitas yang tersedia sudah menampilkan tanda-tanda pemakaian panjang. Meja mulai berlubang, sementara kursi yang digunakan bergoyang sehingga kenyamanan siswa saat mengikuti pelajaran terganggu.

Di tengah kondisi tersebut, proses belajar tetap berjalan setiap hari. Namun, keterbatasan sarana membuat kegiatan di kelas tidak sepenuhnya optimal untuk mendukung pembelajaran yang efektif, terutama bagi siswa yang membutuhkan lingkungan belajar yang stabil dan layak.

Kepala SDN Batu Cermin, Agustinus Aba, menyampaikan bahwa bantuan dari Pertamina menjawab kebutuhan sekolah yang dinilai cukup mendesak. Ia menyebutkan, sebagian meja dan kursi yang telah lama dipakai tidak lagi berada pada kondisi ideal untuk menunjang aktivitas belajar-mengajar.

“Sebelumnya mereka menggunakan sarana apa adanya. Ada kursi yang sudah goyang, meja yang berlubang, kusam, bahkan mulai lapuk karena sudah lama digunakan,” ujar Agustinus dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (22/8/2026).

Bantuan tersebut tidak datang secara instan. Pihak sekolah sempat mengomunikasikan kebutuhan yang ada kepada Pertamina, lalu dilanjutkan dengan proses verifikasi hingga dukungan akhirnya bisa direalisasikan. Setelah mendapat penjelasan dan memastikan kesesuaian tujuan bantuan, sekolah memastikan sarana yang diterima memang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan belajar para siswa.

Menurut Agustinus, meja dan kursi baru tidak hanya dimaknai sebagai tambahan perlengkapan. Di ruang kelas, fasilitas tersebut dipakai siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan kondisi yang lebih nyaman, termasuk di kelas 1 yang membutuhkan perhatian besar pada keteraturan tempat duduk dan meja saat belajar.

Agustinus menilai dampaknya terasa langsung dalam rutinitas kelas. Ia mengungkapkan, dengan sarana yang lebih layak, kekhawatiran siswa terhadap penggunaan meja berkaki rapuh berkurang, sehingga kegiatan belajar dapat berlangsung lebih tertib dan fokus.

“Dampaknya sangat kami rasakan. Meja dan kursi yang diberikan Pertamina sangat bermanfaat dan mendukung kegiatan pembelajaran di kelas. Bagaimana mungkin pembelajaran bisa efektif kalau sarana dan prasarananya tidak mendukung,” cerita Agustinus.

Ia menambahkan bahwa perubahan sederhana di ruang kelas ikut mendorong semangat siswa maupun para guru. Fasilitas yang lebih memadai membantu sekolah membangun suasana belajar yang lebih nyaman, sehingga proses pembelajaran sehari-hari dapat berjalan dengan dukungan yang lebih baik.

Lebih jauh, Agustinus menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas perhatian yang diberikan kepada SDN Batu Cermin. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus berlanjut, dengan Pertamina tetap memerhatikan kebutuhan sekolah agar dukungan yang diberikan benar-benar berdampak bagi peningkatan kualitas pendidikan.

“Harapan kami, Pertamina tetap bermitra dan melihat apa yang menjadi kebutuhan sekolah. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan membawa sekolah menjadi lebih unggul ke depan,” tutur Agustinus.

Melalui program TJSL, Pertamina disebut secara konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan lewat dukungan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Bagi siswa SDN Batu Cermin, bantuan berupa 39 meja dan 70 kursi itu hadir sebagai bagian dari keseharian mereka: menghadirkan tempat belajar yang lebih layak untuk menemani langkah meraih masa depan.

Kini, setelah penyaluran sarana tersebut, aktivitas belajar mengajar di SDN Batu Cermin berlangsung dengan penataan kelas yang lebih teratur. Guru dapat menjalankan proses pembelajaran tanpa harus menyesuaikan situasi akibat perlengkapan yang sudah tidak layak, sementara siswa lebih mudah mengikuti pelajaran dengan kondisi duduk yang lebih nyaman.

Selain membantu kenyamanan selama pelajaran, pergantian meja dan kursi juga menjadi penguatan bagi pelaksanaan kegiatan harian di sekolah. Sekolah menilai dukungan yang diberikan melalui TJSL bukan sekadar pengadaan perlengkapan, melainkan respons langsung terhadap kebutuhan yang sebelumnya dirasakan menghambat proses belajar.