jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyatakan ia tidak ingin meninggalkan jabatan tanpa menghadirkan perubahan yang “substantial change” pada sistem social care di Inggris. Sistem ini memberi dukungan bagi lansia maupun orang dewasa usia kerja dengan disabilitas.
BBC Verify menelaah sejumlah pendekatan yang mungkin ditempuh untuk membenahi social care, yang selama ini kerap dipandang tidak cukup pendanaan dan tidak adil. Dalam praktiknya, layanan ini sebagian besar disediakan oleh perusahaan, bukan langsung oleh negara.
Andy Burnham menempatkan reformasi sebagai agenda yang berhubungan dengan cara pembiayaan berjalan dan bagaimana manfaat sosial care dialokasikan. Sejumlah angka yang menjadi dasar perdebatan juga menunjukkan besarnya kebutuhan layanan tersebut.
Age UK memperkirakan ada dua juta lansia di Inggris yang kini hidup dengan kebutuhan social care yang belum terpenuhi. Pada saat yang sama, rancangan pembiayaan yang berlaku dinilai memunculkan ketimpangan antara layanan di rumah dan layanan perawatan residensial.
Untuk perawatan di rumah, pendanaan saat ini ditetapkan melalui mekanisme means tested. Artinya, seseorang bisa memenuhi syarat bantuan dana dari dewan setempat berdasarkan pendapatan dan tabungan, namun nilai rumah tidak ikut diperhitungkan.
Sementara itu, untuk perawatan residensial, nilai rumah umumnya dimasukkan ke dalam means test. Orang dengan aset di atas ÂŁ23,250 biasanya diharapkan membayar seluruh biaya perawatannya.
Seiring waktu, pemerintah Inggris telah beberapa kali mencoba mereformasi sistem social care selama 16 tahun terakhir. Namun, upaya-upaya tersebut tidak benar-benar terlaksana karena perdebatan mengenai cara membiayainya.
1) Membatasi biaya seumur hidup
Salah satu ide yang sering muncul adalah menetapkan batas pada biaya social care seumur hidup. Ada anggapan bahwa sebagian orang menghadapi biaya perawatan yang sangat tinggi pada fase akhir kehidupan.
Dalam perkiraan yang disebutkan, sekitar satu dari tujuh orang berusia 65 tahun ke atas menghadapi biaya perawatan seumur hidup lebih dari ÂŁ100,000. Skema yang dibahas mengusulkan pemerintah menanggung biaya di atas ambang tertentu.
Pada 2011, sebuah komisi yang dipimpin ekonom Andrew Dilnot mengajukan lifetime cap sebesar ÂŁ35,000. Dilnot memperkirakan reformasi yang ia usulkan menelan biaya antara ÂŁ1.3bn hingga ÂŁ2.2bn per tahun.
Perkiraan biaya pada hari ini diperkirakan akan lebih tinggi karena faktor inflasi dan penuaan populasi. Pemerintah koalisi Konservatif-Liberal Demokrat yang dipimpin David Cameron menerima rekomendasi Dilnot.
Namun, setelah pemilihan umum 2015 yang menghasilkan mayoritas Konservatif, Cameron menunda penerapan cap tersebut hingga 2020 dengan alasan tekanan pada keuangan publik. Perubahan arah kebijakan kemudian kembali terjadi pada masa kampanye Pemilu.
Pada 2017, ketika Theresa May berada di Downing Street Nomor 10, manifesto Pemilu Konservatif menawarkan cara reformasi yang berbeda. Dalam rencana itu, nilai rumah individu tetap akan dimasukkan ke means test untuk menentukan dukungan pemerintah bagi perawatan di rumah.
Rencana May tidak memasukkan batas biaya seumur hidup pada tahap awal. Manifesto menyebut pendekatan itu lebih “equitable” dibanding skema Dilnot.
Namun, rencana May kemudian diberi label “dementia tax” oleh pihak penentang dan akhirnya dihapus. Perdebatan mengenai keadilan pembiayaan pun bergeser dari satu opsi ke opsi lain.
2) Membuat means test lebih longgar
Berita Terkait
Opsi berikutnya berfokus pada penyesuaian batas aset dalam means test agar lebih banyak orang dapat bantuan. Di Inggris, seseorang saat ini bisa memenuhi syarat dukungan finansial dewan lokal untuk perawatan residensial jika asetnya, termasuk rumah, bernilai kurang dari ÂŁ23,250.
Dengan logika means test, tingkat bantuan yang diterima bergantung pada nilai aset dan tabungan. Sejumlah usulan menyarankan ambang batas tersebut dinaikkan secara signifikan agar jumlah penerima bantuan bertambah.
Pada 2021, pemerintahan Konservatif di bawah Boris Johnson merencanakan menaikkan ambang means test menjadi ÂŁ100,000. Biaya tahunan reformasi Johnson diperkirakan mencapai ÂŁ1.8bn per tahun selama tiga tahun, meskipun diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya jumlah orang yang memenuhi syarat.
Rencana Johnson juga mengaitkan pendanaan melalui Health and Social Care levy baru. Namun, levy itu kemudian dibatalkan oleh penerus Konservatif ketika Johnson masih menjabat sebagai Perdana Menteri, dengan pertimbangan untuk menjaga agar pajak tetap rendah.
3) Personal care gratis bagi yang memenuhi syarat
Salah satu pendekatan yang berbeda adalah menjamin semua orang yang memenuhi syarat berdasarkan kebutuhannya mendapatkan personal care yang gratis saat digunakan. Skema ini dirancang diberikan tanpa memandang kemampuan finansial seseorang dan tanpa membedakan apakah penerima merawat diri di rumah atau berada di panti.
Scottland telah menerapkan model seperti ini. Yang perlu dicermati, personal care mencakup bantuan seperti menolong lansia yang rapuh untuk mandi, berpakaian, hingga ke kamar mandi.
Namun, personal care tidak termasuk biaya akomodasi, makanan, dan kebutuhan hidup sehari-hari. Komponen-komponen tersebut tetap tunduk pada means test.
Health Foundation memperkirakan penerapan sistem bergaya Skotlandia di Inggris akan menelan biaya ÂŁ7.5bn per tahun pada 2036. Dalam konteks yang lebih luas, beberapa negara lain juga dikaitkan pada basis kebutuhan, bukan kemampuan membayar.
Seperti Skotlandia, Jepang dan Jerman membentuk sistem yang menetapkan hak atas personal social care terutama berdasarkan kebutuhan perawatan. Namun, di Jepang dan Jerman terdapat skema mandatory long-term care insurance yang didanai lewat kontribusi pekerja dan pemberi kerja.
Kedua negara itu juga umumnya tidak menanggung seluruh biaya personal care, sehingga individu tetap bertanggung jawab atas sebagian pengeluaran.
4) Layanan perawatan nasional
Opsi keempat menyarankan pemerintah membentuk national care service yang mirip semangatnya dengan NHS. Model ini berarti personal care akan gratis saat digunakan, sekaligus menetapkan standar nasional serta kriteria entitlement.
Health Foundation memperkirakan biaya membangun sistem social care universal dan menyeluruh di Inggris akan sekitar tambahan ÂŁ19bn per tahun pada 2036. Ide tersebut pernah muncul sebelumnya, bahkan ketika Andy Burnham menjabat sebagai health secretary dalam pemerintahan Partai Buruh pimpinan Gordon Brown.
Pada 2010, Burnham menghasilkan rencana national care service. Rencana itu disebut akan dibiayai lewat kontribusi wajib dari harta peninggalan seseorang setelah ia meninggal.
Namun, gagasan tersebut kemudian diberi label “death tax” oleh pihak penentang dari Partai Buruh. Setelah Partai Buruh kalah dalam pemilu umum 2010, proposal itu tidak berlanjut ke tahap berikutnya.
Dalam pemilihan umum 2024, Partai Buruh kembali mengusulkan national care service tanpa rincian serta tanpa kejelasan skema pendanaannya. Setelah pemilu, Keir Starmer—saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri—tidak langsung melanjutkan, melainkan mengalihkan isu dengan meminta Louise Casey melakukan kajian reformasi social care dan melaporkan kembali pada 2028.
BBC Verify juga menekankan bahwa keempat pendekatan di atas tidak bersifat saling eksklusif. Usulan reformasi sebelumnya kerap menggabungkan lebih dari satu elemen, misalnya menggabungkan cap biaya seumur hidup dengan means test yang lebih longgar.












