Peristiwa

3.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Jagoi Babang, Perbatasan RI–Malaysia Jelang HUT ke-81

×

3.000 Bendera Merah Putih Berkibar di Jagoi Babang, Perbatasan RI–Malaysia Jelang HUT ke-81

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 3.000 Bendera Merah Putih Dipasang di Jagoi Babang, Perbatasan RI-Malaysia

jurnalistik.co.id – JAGOI BABANG, Bengkayang—Menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, Jagoi Babang di perbatasan RI–Malaysia dipenuhi nuansa merah putih. Sebanyak 3.000 bendera Merah Putih dipasang di sejumlah titik, mulai dari akses jalan hingga area sekitar PLBN.

Pemasangan bendera dilakukan dari Simpang Empat Sungai Take hingga Titik Nol Perbatasan Indonesia–Malaysia. Warga dan pihak terkait memasang bendera di depan rumah-rumah, sehingga suasana perayaan terlihat dari berbagai sudut pemukiman.

Di beberapa lokasi, bendera juga tampak seolah ikut “memagari” lahan hutan. Setelah melewati Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Indonesia–Malaysia, satu bendera berukuran besar terlihat membentang di Lapangan Tugu Pancasila.

Bendera besar tersebut berukuran 17×8. Di sekitarnya, terdapat pula bendera merah putih berukuran kecil yang berkibar untuk melengkapi tampilan perayaan di area perbatasan.

Pemasangan ketiga ribu bendera ini mulai dilakukan sejak 1 Agustus 2026. Menurut petugas di PLBN Jagoi Babang, Ridwan, penyediaan bendera mendapat dukungan dari BAIS TNI.

“Kami dikasih 3.000 bendera sama Badan Intelijen Strategis Tentara Indonesia (BAIS TNI), dipasang dari Simpang Take ke Titik Nol,” kata Ridwan kepada Kompas.com pada Minggu (16/8/2026).

Ornamen merah putih di lingkungan PLBN

Di dalam kawasan PLBN Jagoi Babang, dekorasi merah putih tidak hanya hadir di luar bangunan. Ornamen tersebut tampak menghiasi setiap sudut, mulai dari titik masuk hingga penanda nama yang dipasang di area sekitar.

Selain umbul-umbul dan bendera, sejumlah spanduk juga dipasang untuk memperkuat suasana perayaan. Penataan tersebut membuat kesan gerbang perbatasan menjadi lebih semarak menjelang upacara HUT.

Kirab Merah Putih sebelum upacara

Bersamaan dengan rangkaian persiapan, masyarakat Jagoi Babang juga menggelar Kirab Bendera Merah Putih pada Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari usaha menumbuhkan semangat kebangsaan di wilayah perbatasan.

Dalam kirab, terdapat bendera berukuran 17×8 meter yang diangkat oleh 45 anggota TNI. Kirab diikuti 1.200 peserta dari masyarakat dan pelajar, yang berjalan bersama dari Kantor Desa Jagoi Babang menuju PLBN Jagoi Babang.

Kepala PLBN Jagoi Babang, Misdo J Purba, menyampaikan kegiatan kirab diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan nasionalisme warga di perbatasan. “PLBN Jagoi Babang tidak hanya menjadi tempat pelayanan lintas batas, tetapi juga merupakan bagian dari beranda depan negara yang memiliki peran dalam memperkuat rasa kebangsaan dan kebanggaan sebagai warga Indonesia,” kata Misdo dalam keterangan tertulis.

Upacara HUT ke-81 di PLBN Jagoi Babang

Puncak peringatan HUT ke-81 RI digelar di PLBN Jagoi Babang. Upacara dipimpin oleh Sekretaris Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Mayjen (Mar) TNI Freddy Ardianzah.

Dalam pelaksanaan upacara, turut hadir sejumlah pejabat dari Sekirin, Sarawak, Malaysia. Kehadiran unsur dari pihak seberang menunjukkan bahwa momentum kebangsaan di perbatasan berlangsung dalam suasana yang terhubung lintas wilayah.

Prosesi peringatan juga diwarnai penampilan tari tradisional Tiongkok-Dayak-Melayu. Kolaborasi unsur budaya tersebut menambah kekhasan perayaan di Jagoi Babang yang berhadapan langsung dengan wilayah Malaysia.

Dengan pemasangan bendera sejak awal Agustus, kirab yang melibatkan ribuan peserta, hingga upacara di PLBN, Jagoi Babang menampilkan perayaan HUT ke-81 yang tidak berhenti pada seremoni. Kegiatan-kegiatan itu menjangkau ruang publik, memunculkan perhatian warga, sekaligus menegaskan arti perbatasan sebagai ruang yang menjaga identitas dan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia.

Rangkaian penempatan bendera merah putih itu dilakukan bertahap dan menyebar dari jalur menuju perbatasan hingga titik-titik yang menjadi penanda wilayah, termasuk sepanjang akses Simpang Empat Sungai Take sampai Titik Nol Perbatasan Indonesia–Malaysia. Di sepanjang rute tersebut, suasana perayaan tampak hadir melalui partisipasi warga dan pihak terkait, sehingga warna merah putih terlihat jelas dari berbagai sudut pemukiman yang menghadap area perbatasan.

Di kawasan PLBN Jagoi Babang sendiri, dekorasi tidak berhenti pada umbul-umbul dan pemasangan bendera, tetapi turut mengisi suasana di area masuk serta penanda nama di sekitar lokasi. Selain bendera dan ornamen, pemasangan spanduk ikut mempertegas kesan gerbang perbatasan yang lebih semarak menjelang upacara. Perpaduan elemen dekorasi itu membuat rangkaian peringatan terasa lebih menyatu dengan ruang publik di lingkungan layanan lintas batas.

Setelah pemasangan yang mulai dilakukan sejak 1 Agustus 2026, momentum peringatan berlanjut melalui Kirab Merah Putih pada 11 Agustus 2026. Kirab yang menggunakan bendera berukuran 17×8 meter diangkat oleh 45 anggota TNI dan diikuti 1.200 peserta dari masyarakat serta pelajar, berjalan bersama dari Kantor Desa Jagoi Babang menuju PLBN Jagoi Babang. Puncaknya, upacara HUT ke-81 RI digelar di PLBN Jagoi Babang dan dipimpin Mayjen (Mar) TNI Freddy Ardianzah, dengan kehadiran unsur dari Sarawak yang turut menambah dimensi keterhubungan lintas wilayah; suasana perayaan juga diwarnai penampilan tari tradisional Tiongkok–Dayak–Melayu.