jurnalistik.co.id – Dua pelari berusia 25 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah pingsan saat mengikuti Great North Run, kata penyelenggara acara.
Keduanya dinyatakan meninggal setelah jatuh sakit di lintasan lomba lari jarak setengah maraton pada hari Minggu, yang berlangsung dari Newcastle hingga South Shields.
Great Run Company menyampaikan bahwa kedua peserta berasal dari wilayah timur laut Inggris dan meninggal dunia meski tim medis yang bertugas di lokasi telah berupaya semaksimal mungkin.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa penyebab kematian keduanya akan ditentukan pada waktu berikutnya.
“Kami terus mendukung keluarga mereka selama masa yang sangat sulit ini, dan pikiran serta simpati kami tertuju kepada semua orang yang menyayangi dan mengenal mereka,” demikian pernyataan juru bicara penyelenggara.
Great North Run yang kini memasuki tahun ke-45 diikuti oleh 63.000 pelari. Lomba menempuh jarak 13,1 mil (21,1 km) di rute setengah maraton tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah berlangsungnya rangkaian lomba yang menjaring banyak peserta, termasuk sejumlah pelari yang datang dari berbagai daerah untuk merampungkan jarak yang menjadi ciri utama acara.
Dalam laporan penyelenggara, disebutkan bahwa Andy Burnham ikut mengambil bagian di antara para peserta yang menyelesaikan lomba.
Andy Burnham juga disebut sebagai orang pertama yang sedang menjabat sebagai Perdana Menteri duduk (sitting Prime Minister) untuk menuntaskan setengah maraton dalam Great North Run.
Tim medis dan respons penyelenggara
Menurut informasi yang disampaikan, insiden berawal ketika dua peserta mengalami kondisi yang membuat mereka jatuh sakit di sepanjang rute lomba, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.
Berita Terkait
Penyelenggara menekankan bahwa pada situasi tersebut, tim medis telah memberikan penanganan sesuai kapasitas dan prosedur yang tersedia selama acara berlangsung.
Meski demikian, kedua peserta tidak bisa diselamatkan. Penyelenggara lalu menyatakan akan terus memberikan dukungan kepada keluarga masing-masing selama masa duka ini.
Sehubungan dengan proses lanjutan, pihak Great Run Company menyatakan bahwa penentuan penyebab kematian akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Untuk saat ini, perhatian diarahkan pada keluarga kedua korban dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara, sambil menunggu hasil pemeriksaan yang menjadi dasar penetapan penyebab kematian.
Dengan adanya kabar ini, Great North Run tetap melanjutkan rangkaian kegiatannya dalam kerangka acara lari yang menjadi agenda tahunan besar, namun peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian paling menyedihkan dari pelaksanaan edisi tahun ini.
Dalam pernyataannya, penyelenggara juga menyampaikan pesan simpati dan dukungan agar semua orang yang kehilangan tetap dapat menghadapi situasi dengan kekuatan bersama.
Menurut keterangan penyelenggara, kedua peserta mengalami gangguan kesehatan ketika lomba masih berlangsung, sehingga mereka terpaksa tumbang di lintasan. Petugas medis yang siaga selama acara kemudian melakukan penanganan di lokasi, namun pada akhirnya keduanya dinyatakan tidak tertolong.
Insiden ini menyoroti besarnya tantangan pada sebuah lomba jarak setengah maraton yang diikuti puluhan ribu pelari. Great North Run menempuh rute dari Newcastle hingga South Shields, dengan jarak 13,1 mil atau 21,1 km, dan digelar sebagai rangkaian acara tahunan yang menarik peserta dari berbagai daerah.
Peristiwa tersebut juga disampaikan bersamaan dengan informasi bahwa Great North Run memasuki tahun ke-45. Tahun ini, lomba diikuti sekitar 63.000 pelari, sehingga setiap kejadian darurat memerlukan respons cepat agar keselamatan seluruh peserta tetap terjaga.
Di tengah suasana kompetisi, penyelenggara menyebut bahwa Andy Burnham ikut ambil bagian sebagai peserta yang menyelesaikan perlombaan. Ia disebut sebagai perdana menteri yang sedang menjabat (sitting Prime Minister) dan menjadi yang pertama untuk ikut menuntaskan setengah maraton dalam Great North Run.
Sejauh ini, pihak Great Run Company menegaskan bahwa detail penyebab kematian akan ditetapkan pada tahap pemeriksaan berikutnya. Hingga hasil tersebut tersedia, fokus diarahkan pada dukungan bagi keluarga para korban serta perhatian kepada semua pihak yang terlibat, sambil menunggu informasi lanjutan dari proses yang sedang berjalan.












