Hukum & Kriminal

Penyelidikan tewasnya Robert Hamill: tak ada kolusi, namun penyidikan polisi dinilai bermasalah

×

Penyelidikan tewasnya Robert Hamill: tak ada kolusi, namun penyidikan polisi dinilai bermasalah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: No collusion in Robert Hamill killing but police inquiry flawed, inquiry finds

jurnalistik.co.id – Penyelidikan atas pembunuhan bermotif sektarian terhadap Robert Hamill menyimpulkan tidak ada kolusi dari polisi terhadap para pelaku. Namun, panel juga menilai penyidikan yang dilakukan polisi memiliki banyak kekurangan serius.

Robert Hamill tewas setelah dipukuli loyalis di Portadown, County Armagh, pada 1997, saat ia berusia 25 tahun. Ia mengalami cedera kepala berat dan meninggal 11 hari kemudian.

Kasus ini menjadi bagian dari rangkaian proses damai di Irlandia Utara, tetapi panel menyebut kematiannya tetap mengingatkan betapa dalamnya perpecahan sektarian yang masih bertahan. Pada masa itu, pembicaraan perdamaian berlangsung, sementara sengketa parade Drumcree di era 1990-an memicu gangguan publik yang termasuk yang paling serius dalam sejarah Irlandia Utara.

Pada laporan yang dipublikasikan pada Senin, panel menyatakan bahwa petugas polisi yang berada dalam sebuah kendaraan di dekat lokasi serangan tidak menyetujui atau bersekongkol dengan para penyerang. Akan tetapi, panel juga menegaskan adanya berbagai kegagalan dalam investigasi, termasuk kabar awal (tip-off) yang memungkinkan seorang tersangka menghancurkan pakaian yang ia kenakan pada malam kejadian.

Kesimpulan utama penyelidikan

Panel menyimpulkan bahwa Robert Hamill telah diserang sebelum petugas di kendaraan Land Rover turun. Dalam putusannya, panel menulis: “We find that Robert Hamill had been assaulted before the Land Rover officers got out of their vehicle.”

Panel menambahkan bahwa petugas yang kemudian turun belum menyadari penyerangan tersebut dan setelah turun mereka berupaya memulihkan ketertiban. Pernyataan itu berbunyi: “However, they were not aware of the assault and after they had got out of their vehicle, they attempted to restore order.”

Lebih lanjut, panel menegaskan tidak ada dukungan atau kerja sama dengan pelaku. Kutipan lengkapnya menyebut: “They did not in any way condone or collude with attackers.”

Meski demikian, panel juga menyatakan bahwa penyelidikan polisi dinilai cacat—baik di tempat kejadian maupun pada hari-hari setelah insiden. Panel menilai para petugas di bawah RUC (Royal Ulster Constabulary) bersalah atas “wrongful omissions”, dan kelalaian itu muncul sejak lokasi kejadian hingga tahap penyidikan awal.

Menurut laporan, sebagian kesalahan bersifat lalai, sementara yang lain bersifat disengaja. Panel menilai penyelidikan berujung pada temuan yang tidak hanya menunjuk masalah prosedural, melainkan juga tindakan yang dianggap menghalangi proses keadilan.

Proses yang memakan waktu dan biaya

Penyelidikan ini mengikuti sebuah rangkaian kerja yang dilaksanakan sebagai pemeriksaan publik. Panel menyebut laporan setebal 290 halaman dan perkiraan biaya sekitar £33m.

Panel menyelesaikan kesimpulan pada 2009, namun laporan baru rampung pada 2011. Temuan tidak dapat dipublikasikan hingga tiga proses penuntutan terkait perkara tersebut selesai.

Pada tahap pemeriksaan pada 2009, penyelidikan berlangsung selama 77 hari, dari 13 Januari hingga 17 Desember. Panel mendengar keterangan langsung dari 174 saksi dan menerima pernyataan tertulis dari 37 saksi lain.

Kekurangan yang disebut panel

Dalam bagian temuan kunci, panel menyebut sejumlah kegagalan penyelidikan oleh polisi. Di antaranya adalah kegagalan menyimpan catatan penyelidikan secara lengkap, kegagalan melakukan pencarian yang tepat di rumah seorang tersangka penting, serta kegagalan melakukan penuntasan debriefing secara menyeluruh terhadap petugas di lokasi serangan.

Panel juga menyoroti bahwa laporan berikutnya menampilkan “multiple wrongful omissions” dalam investigasi pembunuhan, termasuk kegagalan menelusuri rumah tersangka kunci secara memadai.

Hingga akhir proses, tidak ada pihak yang dinyatakan bersalah melalui putusan pengadilan untuk pembunuhan tersebut. Panel menempatkan temuan-temuan ini dalam konteks sejarah yang lebih luas: kasus ini mencuat di tengah ketegangan tinggi di Irlandia Utara, ketika perseteruan sektarian masih sering berujung kerusuhan.

Sikap keluarga Robert Hamill

Setelah laporan dipublikasikan, Diane, saudari Robert Hamill, menyampaikan bahwa keluarga memiliki “some reservations about aspects of this report”. Ia mengungkapkan rasa lega sekaligus kekecewaan pada bagian tertentu dari kesimpulan panel.

Dalam pernyataannya, Diane mengatakan keluarga merasa “totally vindicated by the clear and unequivocal findings of the panel.” Ia menyebut laporan itu mendokumentasikan “multiple and shocking wrongdoing, some of it delivered by state agencies.”

Diane juga menyatakan bahwa kegagalan-kegagalan tersebut membuat para pembunuh saudaranya “evading justice”. Namun, ia menyatakan keluarga “disappointed” karena panel tidak mencapai kesepakatan terkait konsekuensi bagi petugas polisi di Land Rover yang gagal melakukan intervensi saat Robert diserang.

Ia juga menegaskan kembali bahwa para pelaku yang membunuh saudaranya tidak pernah benar-benar dimintai pertanggungjawaban penuh, karena “the obstructive conduct of the state justice agencies.”

Temuan terkait kesalahan yang disengaja

Panel menyoroti kesalahan yang dianggap disengaja dalam tindakan seorang petugas yang kini telah pensiun, Robert Atkinson. Atkinson dipenjara dua tahun sebelum laporan dipublikasikan karena konspirasi untuk “pervert the course of justice”.

Dalam laporan, panel menyebut Atkinson “guilty of a wrongful act for making a telephone call” kepada rumah seorang tersangka. Panel menilai telepon itu berujung pada tindakan tersangka yang “destroying or putting beyond the reach of police the clothes he had been wearing that night”.

Panel menyatakan dampak tindakan tersebut menghalangi investigasi, dan menyebutnya sebagai tindakan yang disengaja. Disebutkan: “This obstructed the investigation and was deliberate,”

Panel juga menilai Atkinson kemudian ikut dalam konspirasi untuk menutupi “the tip-off telephone call”. Dalam kesimpulan, panel menyebutnya sebagai “an obstruction of the murder investigation and was deliberate”.

Peristiwa yang dialami Robert Hamill

Panel menggambarkan bahwa Robert Hamill bersama seorang teman diserang dan dipukuli oleh loyalis saat mereka berjalan di Portadown’s Market Street setelah menghabiskan malam di luar pada April 1997. Serangan itu menyebabkan cedera kepala serius.

Insiden tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa petugas polisi berada di sebuah kendaraan polisi di dekat lokasi, tetapi tidak melakukan intervensi. Karena itu, kasus ini menjadi objek pemeriksaan publik untuk menilai peran petugas dan jalannya penyelidikan setelah serangan.

Sejak kejadian hingga puluhan tahun setelahnya, keluarga Hamill terus menuntut jawaban dan pertanggungjawaban atas berbagai kegagalan yang kemudian terungkap melalui laporan panel.