jurnalistik.co.id – Polairud Polda Gorontalo bergerak cepat pada Senin, 14/9/2026, saat menerima laporan adanya pohon tumbang yang mengganggu arus kendaraan di Jalan Trans Sulawesi.
Evakuasi dilakukan di sekitar Mako Polairud Gorontalo, sehingga pengguna jalan dapat melintas kembali dengan kondisi yang lebih aman.
Pohon tumbang tersebut sempat menutup sebagian badan jalan dan membuat lalu lintas tidak berjalan lancar.
Selain menghambat pergerakan kendaraan, kejadian ini juga berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat yang melintas.
Personel turun tangan ke lokasi
Mengetahui situasi di lapangan, personel Polairud Gorontalo langsung mendatangi titik kejadian untuk melakukan evakuasi serta pembersihan material pohon dari badan jalan.
Langkah penanganan dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia agar proses penanganan berlangsung cepat dan terarah.
Di lokasi, personel kemudian memotong dan memindahkan bagian batang serta ranting pohon yang tumbang hingga akses jalan dapat digunakan kembali.
Setelah proses evakuasi selesai, kondisi jalan kembali normal dan kendaraan bisa melintas tanpa hambatan berarti.
Upaya tersebut merupakan bagian dari respons cepat dan kepedulian Polri terhadap keselamatan warga, khususnya pengguna jalan di jalur Trans Sulawesi.
Dir Polairud sampaikan alasan evakuasi
Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol. Devy Firmansyah, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya dijalankan saat pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga saat membantu menghadapi situasi yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan.
Ia menegaskan fokus utama penanganan adalah mengurangi gangguan lalu lintas sekaligus mencegah potensi risiko bagi masyarakat.
Berita Terkait
“Personel kami segera melakukan evakuasi agar pohon yang tumbang tidak mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga termasuk upaya Polri dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.
Dengan penanganan yang dilakukan secara langsung, masyarakat tidak harus menghadapi hambatan di jalan dalam waktu yang lebih lama.
Imbauan agar pengendara lebih waspada
Usai evakuasi, personel Polairud Gorontalo turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara.
Imbauan itu terutama ditujukan ketika kondisi cuaca kurang bersahabat, karena cuaca seperti itu berpotensi memicu kejadian serupa.
Pohon tumbang dapat terjadi dan menimbulkan gangguan lain di ruas jalan, sehingga kewaspadaan diperlukan agar perjalanan tetap aman.
Dengan langkah pembersihan yang telah dilakukan, arus lalu lintas kembali dapat berlangsung lancar, sementara masyarakat diingatkan untuk lebih siap menghadapi kemungkinan gangguan di jalan.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan gangguan di ruang publik dapat dilakukan melalui respons cepat dari unsur Polri, khususnya saat ada kondisi yang bisa menghambat mobilitas warga dan menghadirkan risiko keselamatan.
Evakuasi yang dilakukan di titik sekitar Mako Polairud Gorontalo menjadi penegasan bahwa tugas pengamanan dan pelayanan hadir untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di jalan raya.
Polda Gorontalo melalui Polairud merespons laporan pohon tumbang tersebut sebagai bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat, dengan mendatangi titik kejadian untuk memastikan situasi segera tertangani dan tidak berlarut mengganggu mobilitas warga.
Proses di lapangan difokuskan pada penanganan langsung terhadap material yang menutup sebagian badan jalan, mulai dari penyingkiran bagian yang menghalangi hingga pemulihan akses, agar kendaraan kembali dapat melintas dengan tingkat keselamatan yang lebih baik.
Dengan adanya respons cepat, risiko yang semula berpotensi muncul bagi pengguna jalan dapat ditekan, karena area yang terganggu dibenahi hingga kondisi jalan kembali normal sehingga warga tidak perlu menghadapi keterlambatan atau hambatan yang berkepanjangan.
Usai penanganan, imbauan disampaikan kepada masyarakat agar tetap waspada ketika cuaca kurang bersahabat, mengingat kejadian serupa juga dapat dipicu oleh kondisi yang sama dan dapat menimbulkan gangguan lain di ruas Jalan Trans Sulawesi.












