Peristiwa

Euforia HUT ke-81 RI Banjiri Gang Pasar Jatinegara

×

Euforia HUT ke-81 RI Banjiri Gang Pasar Jatinegara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Potret Euforia Sambut Hari Kemerdekaan di Pasar Jatinegara

jurnalistik.co.id – Menjelang perayaan kemerdekaan, suasana di kawasan sekitar Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, terasa berubah lebih meriah. Di gang dan lorong yang menjadi jalur orang beraktivitas, nuansa merah-putih tampak hadir hampir di setiap sudut.

Di sisi kanan dan kiri lorong, bendera serta umbul-umbul terpasang, sementara bagian atas gang dihiasi dengan rangkaian bendera yang menjulang. Warna merah dan putih mendominasi area penjualan, sehingga lorong yang biasanya biasa saja berubah menjadi ruang yang terasa seperti sedang merayakan hari besar.

Lebih dari 10 kios terlihat menata perlengkapan bernuansa Agustusan. Produk yang dijajakan beragam, mulai dari bendera, lampion, aksesori bernuansa kemerdekaan, hingga perlengkapan lomba.

Sejumlah pembeli tampak menyusuri lapak untuk memilih perlengkapan yang akan dipakai menghias rumah dan lingkungan. Ada pula yang mencari kebutuhan untuk kegiatan perlombaan 17 Agustus, sesuai persiapan masing-masing.

Adi (30), salah satu pedagang perlengkapan kemerdekaan di Pasar Jatinegara, mengatakan pembeli yang datang berasal dari berbagai kalangan. Saat ditemui pada Selasa (11/8/2026), ia menyebut keragaman asal pembeli sebagai salah satu alasan suasana tetap hidup menjelang hari H.

“(Pemberi berasal dari) orang kantoran, warga, dari pihak-pihak sekolah, dari pihak-pihak kelurahan,” kata Adi saat ditemui Kompas.com di Pasar Jatinegara, Selasa (11/8/2026).

Menurut Adi, menjelang perayaan, beberapa jenis perlengkapan menjadi yang paling banyak dicari. Ia menyebut bendera segitiga, umbul-umbul, serta lampion sebagai barang yang sering menjadi incaran pembeli.

Ia juga menyinggung pengalaman berdagang sejak 2020. Meski waktu penjualan tiap tahun berulang, Adi menilai keramaian tahun ini masih terasa, hanya saja tidak sama seperti periode sebelumnya.

“Pengunjung sih sekarang masih banyak, cuma enggak seramai dulu,” kata Adi.

Pedagang lain, Sandi, mulai menjajakan perlengkapan perayaan kemerdekaan sejak pertengahan Juli. Ia menjelaskan sebagian barang diproduksi sendiri di Arjawinangun, Cirebon, bukan hanya mengambil stok jadi.

Menurut Sandi, proses menyiapkan perlengkapan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Sebagian barang dibuat dan dijahit sendiri, sehingga persiapan produksi dilakukan sejak jauh-jauh hari agar barang siap dijual saat musim perayaan mendekat.

Dalam pengamatannya, bendera menjadi produk yang paling cepat laku. Ia lalu membandingkan kategori barang yang juga banyak dicari oleh pembeli untuk mempercantik rumah.

“Yang paling laris kalau bendera sudah pasti, dan kedua itu background yang misal background rumah, serta bendera segitiga,” jelas Sandi.

Secara keseluruhan, geliat belanja di gang dan lorong Pasar Jatinegara memperlihatkan bagaimana persiapan kemerdekaan dilakukan secara bertahap oleh warga dan berbagai pihak. Pernak-pernik merah-putih yang memenuhi area kios tidak hanya menjadi pajangan, tetapi juga bagian dari rutinitas jelang 17 Agustus—mulai dari pemilihan perlengkapan hingga penataan untuk kebutuhan perayaan.

Di sepanjang masa menuju perayaan, penjual juga mengatur ritme persiapan agar kebutuhan pembeli saat hari H tersedia. Adi, yang sudah berjualan sejak 2020, menilai gelombang kunjungan memang tetap ada, hanya intensitasnya berbeda dibanding periode sebelumnya. Penataan lapak yang terus diperbarui membuat suasana pasar terasa bergerak mengikuti hitungan waktu menjelang Agustus.

Sementara itu, Sandi menjelaskan bahwa persediaan yang dijajakan tidak sepenuhnya mengandalkan stok jadi. Ia memulai penyiapan sejak pertengahan Juli, dan sebagian perlengkapan diproduksi sendiri di Arjawinangun, Cirebon. Menurutnya, proses menyiapkan barang memerlukan waktu sekitar tiga bulan, karena ada tahap pembuatan dan penjahitan yang membuat setiap item siap dipasarkan ketika musim perayaan mendekat.

Dalam penelusuran di lapak-lapak, terlihat bahwa minat pembeli cenderung mengerucut pada perlengkapan yang paling mudah dipakai untuk menghias. Bendera menjadi barang yang paling cepat laku, disusul kebutuhan untuk mempercantik area rumah melalui pilihan seperti background, termasuk yang dipadukan dengan bendera segitiga. Kombinasi elemen dekorasi inilah yang membuat orang datang menyusuri lorong, memilih sesuai rencana penataan dan kebutuhan kegiatan lomba.