jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Lithuania, Mindaugas Sinkevičius, mengatakan negaranya telah menyiapkan rencana evakuasi untuk menghadapi ancaman dari Rusia. Ia juga menegaskan sikap negaranya jika serangan terjadi.
Dalam wawancara dengan BBC Newsnight, Sinkevičius menyatakan warga Lithuania merasa “constantly threatened” oleh Rusia. Ia menautkan perasaan itu, antara lain, pada adanya drone yang masuk ke ruang udara negara tersebut.
Ia menjelaskan bahwa bila Lithuania diserang, “we will fight back… we will engage”. Pernyataan itu muncul setelah ia menyebut pemerintahannya memiliki rencana untuk sejumlah skenario yang berbeda.
Menurutnya, pihak berwenang sedang mempertimbangkan “a variety of scenarios, not all of them are being discussed very much publicly”. Ia menambahkan, ancaman tersebut bukan selalu muncul setiap hari, tetapi “we face concrete threats, not on a daily basis, but we’re experiencing them and it’s a true reality for us”.
Sinkevičius memberi contoh bagaimana skenario evakuasi dapat dijalankan secara terkoordinasi. Dalam ilustrasinya, kelompok warga lanjut usia bisa dipindahkan keluar dari kota-kota “smoothly” sekaligus menghindari kemacetan lalu lintas.
Posisi NATO dan kedekatan dengan sumber ancaman
Lithuania merupakan anggota NATO dan berbatasan darat dengan wilayah kantong Kaliningrad. Dalam konteks kedekatan geografis ini, Sinkevičius menilai negara-negara yang berada lebih dekat ke perbatasan berada pada posisi yang lebih langsung menghadapi ancaman.
Ia juga menyinggung kebutuhan adanya perubahan cara pandang terkait pertahanan, khususnya bagi pihak-pihak yang menilai pendekatan tersebut dari jarak yang lebih jauh. Ia tetap menekankan bahwa Lithuania “closer to the border and closer to [the] threat”.
Pernyataan itu muncul sekitar seminggu setelah pilot tempur NATO menembak jatuh sebuah drone yang sempat memasuki ruang udara Lithuania. Meski asal drone belum dikonfirmasi, Menteri Pertahanan Lithuania, Robertas Kaunas, menyampaikan bahwa perangkat tersebut datang dari arah Belarus.
Berita Terkait
Belarus disebut sebagai negara tetangga Lithuania sekaligus sekutu penting Rusia. Sementara itu, pihak Moskow tidak memberikan komentar terkait insiden tersebut.
“Thanks to the swift and professional actions of Lithuanian and Italian forces, Nato once again demonstrated our readiness to protect our airspace. “We stand united, around the clock, in defence of every inch of Nato territory.” demikian disampaikan Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting.
Insiden drone dan dampaknya di wilayah Baltik
Frekuensi masuknya drone ke wilayah Eropa disebut meningkat sejak awal invasi penuh Rusia ke Ukraina. Dampak dari peringatan semacam itu juga pernah dialami langsung oleh warga di Lithuania.
Di ibu kota Vilnius, misalnya, warga sempat diminta berlindung pada bulan Mei setelah terjadi peringatan drone. Peringatan itu sempat membuat penerbangan dan perjalanan kereta mengalami gangguan sementara.
Di kawasan Baltik, jet NATO juga beberapa kali dikerahkan untuk menembak jatuh drone yang tersesat. Pada tahun ini, insiden serupa juga disebut terjadi ketika drone melintasi wilayah Estonia dan Latvia.
Ukraina kemudian menyalahkan dugaan itu pada perang elektronik Rusia. Menurut Ukraina, teknologi yang dirancang untuk mengubah jalur terbang drone menjadi penyebab munculnya perangkat yang melintas melewati wilayah negara lain.
Lithuania, Estonia, dan Latvia bergabung dengan NATO pada tahun 2004. Ketentuan Article 5 yang mereka tandatangani menyatakan bahwa “an armed attack against one NATO member shall be considered an attack against all members”, sehingga serangan terhadap satu negara diperlakukan sebagai serangan terhadap aliansi.
Dalam rangkaian pernyataannya, Sinkevičius juga mengulang bahwa bila ancaman berkembang menjadi serangan langsung, Lithuania tidak akan menyerah. Ia menambahkan bahwa mereka “will not surrender” bila diserang.












