Peristiwa

“Cahaya kami”: keluarga berduka setelah ibu bayi, Chelsea McGillivray, meninggal saat persalinan

×

“Cahaya kami”: keluarga berduka setelah ibu bayi, Chelsea McGillivray, meninggal saat persalinan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Baby Tommy's our 'light', say grieving family of newborn whose mum died in childbirth

jurnalistik.co.id – Keluarga Chelsea McGillivray, ibu dari bayi baru lahir Tommy, tengah berduka setelah ia meninggal dunia saat proses persalinan. Dalam masa yang sulit itu, keluarga menyebut Tommy sebagai “light” yang membantu mereka bertahan menghadapi kehilangan.

Chelsea McGillivray (31) berasal dari Rutherglen, South Lanarkshire. Ia mengalami henti jantung yang tidak diketahui saat persalinan pada Senin pekan lalu, setelah sebelumnya diyakini bahwa kehamilannya berjalan “teksbook” atau sesuai pedoman.

Keluarga mengatakan Chelsea menerima CPR, tetapi dokter tidak dapat menyelamatkannya. Bayi Tommy kemudian dibawa ke unit perawatan intensif neonatal untuk pemantauan setelah kelahiran yang penuh trauma.

Tommy akhirnya dapat pulang ke rumah dalam dua hari berikutnya dan saat ini berada bersama ayahnya, Jack. Keluarga menyebut kondisi bayi stabil, sekaligus berupaya menata hidup di tengah rasa kehilangan yang belum sepenuhnya terasa nyata.

“I don’t think it has hit us yet, it doesn’t feel real,” ujar Lorna McGillivray, kakak ipar Chelsea, dalam program Drivetime di BBC Radio Scotland. Lorna menambahkan bahwa proses menerima kenyataan itu berubah-ubah: “We will be laughing and telling stories one minute then we’re breaking down the next – so it’s a rollercoaster at the moment.”

Proses hingga ruang persalinan

Menurut Lorna, kehamilan Chelsea saat itu sudah cukup bulan. Ketika ketuban pecah dan Chelsea dibawa ke Queen Elizabeth University Hospital (QEUH) di Glasgow, ia sempat menjalani pemeriksaan dan diberi tahu untuk pulang.

Tak lama setelah itu, kontraksi datang dengan cepat. Lorna mengatakan Chelsea kembali ke rumah sakit bersama pasangan, Jack, serta ibunya, dan pada pemeriksaan lanjutan dinyatakan bahwa Chelsea sudah masuk fase persalinan.

“She was in labour pain but she was still in good spirits and cracking jokes,” kata Lorna. Namun, ketika Chelsea dipindahkan ke tempat tidur untuk proses melahirkan, Lorna menyatakan bahwa keadaan mendadak berubah: “crashed”.

Lorna mengatakan petugas kebidanan segera menghubungi tim tanggap darurat. “They thought she was maybe panicking and couldn’t catch her breath,” ujarnya. Ia menambahkan, “She was talking one minute then the next, she wasn’t.”

Keluarga juga menegaskan bahwa seluruh pemeriksaan prenatal Chelsea berjalan normal dan tidak ada kondisi kesehatan yang mendasari. “She wasn’t unwell – there were no signs of this,” ungkap Lorna. “All of Chelsea’s prenatal tests had been normal and the family said she had no underlying health conditions.”

Tommy lahir 24 Agustus, dimonitor setelahnya

Bayi Tommy lahir pada 24 Agustus di QEUH, Glasgow. Setelah kelahiran, Tommy dipantau di unit perawatan intensif neonatal sebelum akhirnya dapat pulang pada dua hari berikutnya.

Lorna menyebut Tommy saat ini baik-baik saja. “Tommy is doing amazing,” katanya. Ia menegaskan bahwa bayinya “just perfect” dan menjadi “the light that is keeping us going through all of this.”

Lorna juga menambahkan bahwa keluarga masih berusaha merayakan kehadiran Tommy meski sedang menjalani masa tersulit dalam hidup mereka. “We’re still trying to celebrate him being here even though we are going through the hardest time of our life because that is what Chelsea would want.”

Dalam cerita keluarga, Chelsea sebenarnya sangat menantikan menjadi ibu. Lorna mengatakan Chelsea telah menyiapkan berbagai rencana seperti acara baby shower dan gender reveal, termasuk dekorasi personal untuk menyambut Tommy.

“We knew what kind of mum she would be because she doted on my two boys – her nephews,” ujar Lorna. Ia menambahkan bahwa Chelsea yang hampir mencapai usia penuh kehamilan memiliki tekad untuk mengajak keponakannya beraktivitas ringan, termasuk piknik di taman.

“She was almost at full-term pregnancy and she was determined to take them to the park for a picnic, running about after them and playing. She had this infectious laugh, she was the life and soul of everywhere and she just loved being around people.”

Data kematian ibu dan bayi

Berita ini juga menyinggung data resmi audit kematian ibu dan bayi di Inggris, yakni MBRRACE-UK. Dari 2022 hingga 2024, lembaga itu menemukan 252 perempuan di Inggris meninggal selama masa kehamilan atau pada minggu-minggu setelah melahirkan.

Angka tersebut setara dengan 12.8 kematian untuk setiap 100,000 perempuan yang bersalin, menurut statistik MBRRACE-UK. Tingkat kematian ibu secara keseluruhan pada periode tersebut disebut 20% lebih tinggi dibanding angka dari 2009 hingga 2011.

Rencana Jack, dukungan finansial, dan pesan keluarga

Di tengah kehilangan, Jack berupaya menjalankan langkah yang menurut keluarga adalah kehendak Chelsea. Lorna mengatakan Jack ingin menghormati memori Chelsea dan tetap meneruskan hal-hal yang seharusnya dilakukan sesuai keinginan istrinya.

Jack juga dikabarkan telah merencanakan pemotretan bayi yang baru lahir. Lorna menyebut bahwa Jack masih berniat untuk membawa Tommy ke sesi foto tersebut.

“Nobody should have to go through losing the most important person in their life while she was bringing their baby into the world,” ucap Lorna. Ia menambahkan, “Jack’s obviously devastated but he is stepping up to what he needs to. We’re all so proud of him and he’s hooked to fatherhood like we all expected and knew he would.”

Keluarga juga menyiapkan penggalangan dana agar Jack, yang bekerja mandiri, tidak terbebani memikirkan uang ketika harus mengambil waktu dari pekerjaan. Hingga berita ini ditulis, penggalangan dana tersebut telah menghimpun lebih dari £85,000.

Lorna menjelaskan bahwa kebutuhan utamanya adalah memberi ruang bagi Jack untuk fokus merawat Tommy sekaligus berduka. “He needs to spend time with Tommy and grieve without worrying about finances,” katanya. Ia juga menegaskan, “It will never bring Chelsea back or take away the pain but it takes the pressure off.”

Dalam kesempatan lain, Lorna mengatakan ia terus mengingatkan Jack untuk melihat kehilangan sebagai proses waktu, bukan semata urusan uang. “I keep saying to him: ‘You don’t need to look at it as money, just look at it as time. It gives you more time.’”

Di akhir, Lorna berbagi ingatan tentang Chelsea, termasuk senyum dan tawa yang selalu ia lewatkan dalam momen-momen sedih. “I keep thinking about Chelsea’s ‘big smile and dimples’ in moments of sadness,” katanya. Ia menambahkan bahwa Chelsea tidak tampak takut: “Chelsea wasn’t scared, she wouldn’t have known this was going to happen and she held on long enough to get baby Tommy here.”

Lorna juga menyampaikan harapan agar keluarga tetap bisa merayakan Tommy, bukan terlarut sepenuhnya dalam duka. “She would want us to celebrate him and not let the grief consume us.”

Seorang juru bicara NHS Greater Glasgow and Clyde menyampaikan belasungkawa. “Our heartfelt condolences are with Chelsea’s family and loved ones during this incredibly difficult time.”