Peristiwa

Kebakaran Pabrik Mebel di Kalideres, Damkar Terkendala Jalan Sempit

×

Kebakaran Pabrik Mebel di Kalideres, Damkar Terkendala Jalan Sempit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pabrik Mebel di Kalideres Terbakar, Damkar Terkendala Jalan Sempit

jurnalistik.co.id – Sebuah pabrik mebel di Kalideres, Jakarta Barat, terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam. Kebakaran itu sempat membuat proses pemadaman berjalan lebih sulit karena akses menuju lokasi dan ketersediaan air.

Kebakaran terjadi di Jalan Lingkungan III, Tegal Alur, Kalideres. Menurut Kasie Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi, laporan pertama datang dari warga ke SubCommandCenter pada pukul 21.10 WIB.

Setelah menerima informasi, tim pemadam bergerak pada pukul 21.11 WIB dengan mengerahkan 12 unit dan 60 personel. Syaiful menyebut operasi dimulai pada pukul 21.18 WIB.

Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 2.100 meter persegi. Dengan skala tersebut, petugas kemudian menambah penanganan untuk mempercepat upaya pemadaman dan mencegah api merembet.

Sudin Gulkarmat Jakarta Barat mengerahkan 25 unit mobil pemadam kebakaran dengan 125 personel. Meski jumlah personel dan armada sudah ditingkatkan, petugas tetap menghadapi kendala di lapangan.

Syaiful mengatakan petugas sempat terkendala akses jalan yang sempit dan sumber air yang jaraknya cukup jauh saat memadamkan api. Kondisi tersebut memengaruhi kecepatan distribusi air dan mobilitas peralatan selama proses penanganan berlangsung.

Meski menghadapi hambatan, petugas akhirnya mampu melokalisasi api sekitar satu jam setelah operasi dimulai. Api berhasil dipusatkan pada pukul 22.10 WIB, sehingga penyebaran kebakaran dapat dikendalikan.

Setelah bagian api utama berhasil dilokalisasi, petugas beralih ke tahap pendinginan. Pendinginan dimulai pada Minggu (23/8/2026) pukul 00.10 WIB, untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di area terdampak.

Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 01.23 WIB. Syaiful menyampaikan, “Operasi pemadaman dinyatakan selesai pukul 01.23 WIB. Alhamdulillah tidak ada korban,”

Berkenaan dengan penyebab kebakaran, Syaiful menyebut pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Ia mengatakan, “Belum tahu (penyebabnya), masih proses,”

Hingga saat ini, penyelidikan masih berjalan untuk memastikan faktor pemicu kebakaran di pabrik mebel tersebut. Petugas juga terus menelusuri kondisi di lokasi guna memahami kronologi kejadian secara lebih lengkap.

Kebakaran yang terjadi di malam hari dan berada di kawasan dengan akses jalan sempit menjadi tantangan utama dalam operasi. Kendala akses dan jarak sumber air membuat petugas harus menyesuaikan strategi pemadaman agar api dapat segera dikendalikan.

Dengan penanganan yang berlangsung hingga lewat tengah malam, petugas menilai upaya pelokalisasian pada fase awal menjadi kunci. Setelah itu, proses pendinginan dilakukan untuk meredam bara dan mencegah kebakaran muncul kembali dari titik-titik tertentu.

Kasus kebakaran ini kemudian menjadi perhatian karena melibatkan bangunan dengan luasan besar. Petugas berharap proses pemeriksaan dapat mengungkap penyebab kebakaran secara pasti, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar penanganan serupa di masa mendatang dapat berjalan lebih efektif.

Rentetan penanganan dimulai dari laporan warga ke SubCommandCenter pada pukul 21.10 WIB, lalu tim bergerak pada pukul 21.11 WIB sebelum operasi resmi mulai pukul 21.18 WIB. Dengan luasan bangunan yang terbakar sekitar 2.100 meter persegi, petugas tidak hanya fokus memadamkan titik api, tetapi juga menjaga agar proses penanganan tetap terarah untuk mencegah perluasan.

Dalam upaya tersebut, petugas menghadapi hambatan teknis di lapangan. Akses menuju lokasi disebut sempit, sementara sumber air berada pada jarak yang cukup jauh, sehingga distribusi air dan mobilitas peralatan perlu penyesuaian selama operasi berlangsung. Meski demikian, api akhirnya berhasil dipusatkan sekitar satu jam setelah operasi berjalan, tepatnya pada pukul 22.10 WIB, sehingga penyebaran kebakaran dapat dikendalikan lebih lanjut.

Setelah bagian api utama dilokalisasi, personel melanjutkan dengan tahap pendinginan mulai Minggu (23/8/2026) pukul 00.10 WIB. Proses kemudian dinyatakan selesai pada pukul 01.23 WIB, dan Syaiful menyampaikan bahwa tidak ada korban. Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih menjalankan penyelidikan, dan petugas terus menelusuri kondisi di lokasi guna melengkapi kronologi serta menjadi bahan evaluasi untuk penanganan serupa di masa mendatang.