jurnalistik.co.id – Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menghanguskan 120 rumah. Pemerintah daerah kemudian menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi warga yang terdampak, sambil menunggu proses pemulihan dan rekonstruksi kawasan adat tersebut.
Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disiapkan sebagai tempat pengungsian sementara. Langkah ini diambil agar warga bisa mendapatkan tempat berlindung selama penanganan pascakejadian berjalan.
Minggu (23/8/2026), Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas pengungsian sementara. Menurutnya, KDMP yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tinggal dikoordinasikan bersama untuk tahapan rekonstruksi berikutnya.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah sudah menyiapkan KDMP untuk pengungsian sementara, nanti tinggal kita duduk bersama untuk proses rekonstruksi dan lain-lainnya,” kata Iqbal.
Iqbal juga menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan langkah pemulihan kondisi desa. Ia menegaskan bahwa pada peristiwa kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa.
“Yang paling penting saat ini bagaimana masyarakat dan seluruh warga dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Gubernur itu mengunjungi lokasi kebakaran setelah sebelumnya berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendampingi proses pemulihan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7. Setibanya di Lombok, ia kemudian meninjau Desa Adat Sade untuk memastikan penanganan pascakejadian berlangsung cepat dan terarah.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, informasi awal menyebut peristiwa diduga berawal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api lalu menyambar dan merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Berita Terkait
- Setelah Delapan Hari Tangani Korban Gempa Manggarai Timur NTT, Dokter di Posko Damer Mulai Drop
- Balita 2 Tahun di Nagekeo Meninggal Setelah Sakit Saat Mengungsi Pascagempa M 7,7 Flores, Pernah Ditangani di 2 RS
- Mohammad Jumhur: Kabut Asap Karhutla Riau Berasal dari Jambi, Opsi Libur Sekolah Disiapkan
Meski demikian, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, mengatakan belum bisa dipastikan apakah kebakaran dipicu arus pendek listrik atau faktor lain.
“Untuk penyebab kebakaran belum bisa dipastikan, apakah itu akibat arus pendek listrik atau faktor lain,” kata Ridwan Maruf, dikutip dari Antara.
Karakter bangunan di Desa Adat Sade turut memengaruhi cepatnya api meluas. Rumah-rumah di kawasan tersebut memiliki atap dari ilalang serta dinding dari anyaman bambu. Kombinasi material yang mudah terbakar dinilai membuat api cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah yang berdekatan.
Desa Adat Sade dikenal sebagai kawasan tradisional suku Sasak yang masih mempertahankan arsitektur rumah adat khas Lombok. Dalam kondisi bangunan yang didominasi material tradisional, upaya penanganan pascakejadian menjadi bagian penting agar penataan kembali kawasan dapat dilakukan sesuai kebutuhan warga dan kondisi lapangan.
Hingga hari kejadian, pemerintah daerah terus mengupayakan penanganan warga terdampak sekaligus menyiapkan langkah lanjutan untuk pemulihan lingkungan desa adat. Dengan KDMP sebagai tempat pengungsian sementara, koordinasi mengenai rekonstruksi dan tahapan berikutnya diharapkan dapat segera disusun.
Penanganan pascakejadian juga dilakukan dengan menata alur kebutuhan warga yang terdampak, mulai dari penempatan sementara hingga pengaturan langkah-langkah pemulihan yang akan dijalankan setelah kondisi lebih stabil. Dengan adanya fasilitas penampungan yang sudah disiapkan, proses pendataan dan penyaluran bantuan dapat berjalan lebih terarah.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal memberi penegasan bahwa perhatian utama berada pada respons cepat di lapangan dan memastikan semua pihak tetap dalam keadaan aman. Pernyataan ini menjadi rujukan dalam merumuskan tahapan berikutnya, termasuk koordinasi antarpihak agar rencana rekonstruksi dapat ditindaklanjuti tanpa mengabaikan keselamatan warga.
Di sisi lain, proses penelusuran penyebab kebakaran masih berada pada tahap pemeriksaan. Informasi awal menyebut kemungkinan berawal dari gangguan listrik, namun pihak BPBD menekankan bahwa kepastian terkait arus pendek atau faktor lain belum dapat dipastikan. Karena itu, hasil penyelidikan menjadi dasar penting sebelum langkah penanganan dan evaluasi dilakukan lebih lanjut.
Kecepatan penyebaran api juga dipengaruhi kondisi bangunan di Desa Adat Sade yang menggunakan material tradisional, seperti atap ilalang dan dinding anyaman bambu. Karakter bahan-bahan tersebut membuat penanganan pemadaman dan upaya pemulihan membutuhkan strategi yang sesuai dengan lingkungan setempat, sehingga penataan kembali kawasan adat dapat mempertimbangkan kebutuhan warga dan kondisi riil di lokasi.












