Hukum & Kriminal

M(23) dan AP(19) Curi 2 Motor Bos di Tambora, Pakai Kunci Duplikat Garasi

×

M(23) dan AP(19) Curi 2 Motor Bos di Tambora, Pakai Kunci Duplikat Garasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 2 Mantan Karyawan Sate Babi Curi Motor Bos di Tambora Jakbar, Modal Duplikat Kunci Garasi

jurnalistik.co.id – Dua mantan karyawan rumah makan sate babi, berinisial M (23) dan AP (19), ditangkap polisi karena mencuri dua sepeda motor milik bos mereka di kawasan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat. Setelah ditangkap, keduanya kini ditahan di balik jeruji besi.

Perkara ini bermula dari kejadian pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, ketika korban sedang berada di Kali Anyar. Saat itu, rumah dalam keadaan terkunci dan pintu garasi yang dipakai untuk menyimpan kendaraan juga telah digembok.

Saat korban kemudian menerima laporan dari tetangga, ia mendapat kabar bahwa pintu garasi rumah justru dalam kondisi terbuka. Setelah dicek, ternyata dua motor yang terparkir di halaman sudah hilang.

Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa korban awalnya menjalani pemeriksaan dengan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi. Dari rekaman tersebut, terlihat dua orang yang dikenal korban, yakni AP dan M.

Wahyu menjelaskan bahwa keduanya merupakan mantan karyawan korban yang mengambil dua sepeda motor tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun polisi, hasil curian kemudian dijual, dan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi pelaku.

Kronologi kejadian

Pada saat pencurian berlangsung, korban berada di Kali Anyar. Kondisi garasi telah digembok, sehingga pelapor merasa yakin tidak ada akses yang terbuka dari luar sebelum kejadian diketahui.

Laporan tetangga menjadi titik awal bagi korban untuk melakukan pengecekan lanjutan. Setelah mengetahui garasi ternyata terbuka dan dua motor hilang, korban lalu memeriksa rekaman CCTV untuk mengetahui siapa yang terlibat.

Dari rekaman itu, polisi kemudian mengerucutkan identitas pelaku. Dua orang yang terekam dan dikenali korban adalah AP dan M, yang sebelumnya bekerja di tempat korban.

Kunci duplikat tanpa perusakan

Pada proses penyelidikan, polisi mendapati bahwa pelaku tidak merusak gembok garasi ketika menjalankan aksinya. Menurut Wahyu, pintu garasi dibuka dengan kunci duplikat hasil penggandaan.

Wahyu menegaskan bahwa kunci gembok tidak menunjukkan kerusakan karena para pelaku menduplikat kunci terlebih dahulu. Dengan cara tersebut, pelaku bisa masuk dan mengambil motor tanpa harus membongkar atau merusak pengaman garasi.

Petugas lantas menggunakan rekaman CCTV sebagai bahan pembuktian awal. Dari situ, Tim Tiger Unit Reskrim Polsek Tambora kemudian memburu kedua pelaku berdasarkan hasil penyelidikan.

Dalam penangkapan, AP diketahui lebih dulu diamankan. Wahyu menyebut AP ditangkap pada 16 Agustus 2026 di Jalan Kali Sunter, saat petugas melakukan penyisiran di wilayah Sunter.

AP diamankan tanpa perlawanan saat berada di lokasi tersebut. Setelah diperiksa, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan rekannya, yakni M.

Selanjutnya, M ditangkap beberapa waktu kemudian saat sedang bekerja sebagai tukang bersih-bersih kapal di Pelabuhan Muara Baru. Wahyu menjelaskan, Tim Tiger melakukan penyisiran di wilayah Muara Baru, lalu melihat pelaku sedang membersihkan kapal dan langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan.

Pengakuan dan penggunaan hasil curian

Menurut keterangan kedua pelaku kepada polisi, mereka mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian. Mereka nekat mengambil motor karena mengetahui kunci garasi rumah korban.

Setelah motor berhasil dibawa, pelaku menjual hasil curian tersebut. Uang penjualan motor kemudian dipakai untuk membiayai kebutuhan pribadi pelaku.

Dengan demikian, selain fakta pencurian, kepolisian menyoroti pula cara pelaku menjalankan aksinya yang memanfaatkan kunci duplikat. Cara tersebut membuat gembok tidak rusak, sehingga jejak masuk pelaku perlu dilacak melalui rekaman CCTV dan rangkaian penyidikan.

Kasus ini kini menjadi perhatian aparat keamanan setempat, seiring langkah penegakan hukum terhadap dua tersangka yang memanfaatkan informasi kunci garasi dari lingkungan kerja mereka sebelumnya. Proses pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk memastikan kronologi dan keterkaitan tindakan para pelaku secara menyeluruh.