Daerah

Kekeringan di Cilacap: 24.934 Warga Kesulitan Air Bersih, 1,18 Juta Liter Disalurkan BPBD

×

Kekeringan di Cilacap: 24.934 Warga Kesulitan Air Bersih, 1,18 Juta Liter Disalurkan BPBD

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kekeringan Cilacap: 24.934 Jiwa Kesulitan Air Bersih, 1,18 Juta Liter Disalurkan

jurnalistik.co.id – Kekeringan membuat warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Hingga Sabtu (8/8/2026), BPBD setempat mencatat bantuan air sudah disalurkan kepada 24.934 jiwa dari 8.691 keluarga.

Distribusi itu menjangkau 29 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Dengan kondisi kemarau yang belum mereda, penyaluran air dilakukan bertahap sesuai kebutuhan warga di tiap wilayah terdampak.

Penyaluran 1,184 juta liter air bersih

BPBD Cilacap menyampaikan bahwa volume bantuan sampai dengan 8 Agustus 2026 mencapai 1.184.000 liter air bersih. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo menjelaskan, jumlah tersebut setara dengan 232 tangki yang didistribusikan secara berjenjang.

“Total distribusi air bersih sampai dengan 8 Agustus 2026 mencapai 1.184.000 liter atau setara 232 tangki,” kata Taryo, di Cilacap, sebagaimana dilaporkan dari pemberitaan Antara Jateng, Minggu (9/8/2026).

Rincian asal pasokan menunjukkan adanya dukungan dari anggaran daerah sekaligus kerja sama berbagai pihak. Sebanyak 450.000 liter atau 90 tangki bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap, sedangkan sisanya berasal dari dukungan tanggung jawab sosial perusahaan dan mitra lembaga kemanusiaan.

Melalui skema kerja sama tersebut, bantuan mencapai 734.000 liter atau 142 tangki. Dengan komposisi itu, kontribusi dari CSR dan mitra tercatat lebih besar dibandingkan pasokan yang berasal dari APBD.

Pihak yang ikut mendukung

Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah organisasi dan institusi. Di antaranya PMI Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, BBWS Citanduy, LazisMU, serta LazisMU-CAT.

Dukungan lain datang dari CSR anggota DPR RI, Kodim 0703/Cilacap, NU Peduli Cilacap, dan PT SBI Tbk. Peran para pihak tersebut membantu memperluas cakupan bantuan agar kebutuhan warga terdampak tetap dapat dipenuhi.

Penyaluran pada Sabtu di beberapa desa

Pada Sabtu (8/8/2026), BPBD bersama para mitra menyalurkan bantuan dalam bentuk tangki kepada lima desa. Kelimanya berada di tiga kecamatan yang berbeda, dengan masing-masing desa menerima satu tangki air bersih.

Desa yang menjadi penerima pada hari tersebut adalah Desa Kubangkangkung, Desa Ujungalang, Desa Panikel, Desa Kalijeruk, dan Desa Karangjantung. Langkah penyaluran tersebut dilakukan sebagai bagian dari distribusi bertahap yang menyesuaikan kondisi di lapangan.

Taryo menegaskan bahwa proses pendistribusian tidak berjalan seragam untuk semua wilayah. Distribusi dilakukan dengan mempertimbangkan situasi serta kebutuhan masyarakat di area yang mengalami kekeringan.

Monitoring, posko 24 jam, dan imbauan penggunaan air

Selain menyalurkan air bersih, BPBD terus memantau kondisi wilayah yang terdampak kekeringan. Untuk mendukung penanganan kondisi darurat di lapangan, BPBD juga membuka layanan posko penanggulangan bencana selama 24 jam.

Dalam kesempatan itu, Taryo mengimbau agar masyarakat menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau. Imbauan ini ditujukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau lebih lama hingga kebutuhan warga dapat tertangani.

BPBD juga meminta warga tidak membakar sampah sembarangan. Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan perhatian terhadap kondisi lingkungan yang kian kering.

Penguatan imbauan dilakukan menyusul prakiraan BMKG yang menyebut musim kemarau 2026 berlangsung lebih panjang dan lebih kering. Prakiraan tersebut dikaitkan dengan fenomena El Nino yang memengaruhi pola cuaca.

Dengan demikian, BPBD menyatakan penyaluran air bersih akan terus berlangsung selama masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan bantuan. Upaya pemenuhan kebutuhan air dipertahankan melalui distribusi berkala dan pemantauan lapangan agar dukungan dapat tepat sasaran.

Penyaluran bantuan air bersih juga diatur agar tetap responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan. Dengan kemarau yang belum mereda, BPBD menyesuaikan jadwal distribusi dari waktu ke waktu, termasuk dalam menentukan desa prioritas yang mendapat jatah tangki pada periode tertentu. Pola bertahap ini dilakukan supaya suplai tidak berhenti hanya pada satu titik, melainkan terus mengikuti kebutuhan warga di setiap wilayah terdampak.

Selain layanan posko 24 jam, BPBD menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam menjaga efektivitas bantuan. Imbauan penggunaan air secara bijak dimaksudkan agar setiap liter yang disalurkan dapat dimanfaatkan lebih lama, sementara ajakan untuk tidak membakar sampah sembarangan relevan dengan kondisi lingkungan yang makin kering. BPBD juga mengaitkan rencana penanganan dengan prakiraan BMKG tentang kemarau 2026 yang berlangsung lebih panjang dan lebih kering akibat pengaruh El Nino, sehingga langkah darurat perlu dipertahankan selama kebutuhan masih ada.