jurnalistik.co.id – Dit Samapta Polda Gorontalo bersama tim gabungan menangani kebakaran lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat. Penanganan dilakukan pada Rabu (9/9/2026).
Menurut laporan di lokasi, api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.58 WITA. Peristiwa ini kemudian segera ditindaklanjuti karena dikhawatirkan dapat meluas di area sekitar.
Langkah awal penanganan dilakukan dengan berkoordinasi melibatkan pihak terkait. Petugas Damkar Kabupaten Gorontalo meminta bantuan satu unit kendaraan Karhutla Dit Samapta Polda Gorontalo untuk mempercepat proses pemadaman.
Personel Unit Pammat Dit Samapta tiba di lokasi sekitar pukul 12.52 WITA. Setibanya di area kejadian, tim langsung melakukan koordinasi dengan aparat desa serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tim gabungan menjalankan sejumlah tahapan pengendalian. Fokus utamanya adalah pemadaman, pengamanan lokasi, serta sterilisasi area untuk mencegah api merembet ke bagian lain.
Proses pemadaman tidak berjalan tanpa kendala. Kondisi medan yang cukup curam menjadi salah satu tantangan dalam upaya memadamkan titik api yang muncul.
Meski demikian, tim tetap melakukan penanganan secara terarah hingga kobaran api dapat dikendalikan. Setelah api berhasil diturunkan, kegiatan dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Pendinginan dilakukan untuk memastikan panas yang tersisa tidak memicu munculnya kebakaran susulan. Petugas kemudian melakukan pengecekan dengan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kerugian lanjutan.
Proses pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sekitar pukul 14.20 WITA. Pada tahap akhir, tim menyatakan seluruh area sudah aman berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi.
Berita Terkait
Kebakaran menghanguskan pepohonan dan dedaunan kering yang berada di lahan, khususnya di area pinggir tebing gunung. Dampak yang terjadi tercatat pada vegetasi di sekitar lokasi kejadian.
Dalam insiden tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Tim menyampaikan bahwa penanganan dilakukan dengan menjaga keselamatan personel serta memastikan tidak ada pihak yang terdampak secara langsung dalam bentuk cedera.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Dit Samapta Polda Gorontalo mengerahkan 26 personel. Bantuan juga datang dari dua aparat Desa Daenaa yang ikut membantu koordinasi serta kebutuhan penanganan selama proses berlangsung.
Tim menggunakan perangkat dan kendaraan operasional untuk menunjang kegiatan pemadaman. Rangkaian sarana yang digunakan meliputi satu unit Rantis Karhutla, satu unit Rantis D-Max, dan satu unit Truk Dalmas.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Hasil pemeriksaan lapangan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan faktor pemicu kejadian sesuai dengan data yang diperoleh.
Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai dan situasi dinyatakan aman, seluruh personel melaksanakan konsolidasi. Selanjutnya, tim kembali ke kesatuan masing-masing dalam keadaan aman dengan seluruh sarana dan prasarana dalam kondisi baik.
Usai api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 11.58 WITA, respons segera digerakkan agar tidak melebar ke hamparan sekitar lahan. Koordinasi awal dilakukan dengan pihak terkait, termasuk melibatkan Damkar Kabupaten Gorontalo, hingga bantuan satu unit kendaraan dari Dit Samapta Polda Gorontalo dapat digunakan. Ketika personel tiba di lokasi pada sekitar pukul 12.52 WITA, tim langsung menyelaraskan langkah dengan aparat desa dan warga setempat untuk mengetahui titik prioritas penanganan.
Di lapangan, upaya pengendalian dipusatkan pada pemadaman area yang terdampak serta pengaturan batas lokasi agar penjalaran api bisa dihentikan. Medan yang curam membuat pendekatan penanganan perlu lebih hati-hati saat mendekati titik-titik yang masih berasap. Setelah kobaran mulai terkendali, proses dilanjutkan dengan pendinginan dan pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada panas tersisa yang berpeluang memunculkan kebakaran susulan. Sekitar pukul 14.20 WITA, tim menyatakan seluruh area aman berdasarkan hasil pemeriksaan setempat.
Dalam pelaksanaan, Dit Samapta Polda Gorontalo mengerahkan 26 personel dan didukung sarana operasional berupa satu unit Rantis Karhutla, satu unit Rantis D-Max, serta satu unit Truk Dalmas. Bantuan juga datang dari dua aparat Desa Daenaa untuk membantu koordinasi kebutuhan selama proses berlangsung. Terkait penyebab kebakaran, pihak terkait menegaskan masih dalam tahap penyelidikan, sehingga kesimpulan akan menunggu hasil pemeriksaan lapangan. Usai konsolidasi, seluruh personel kembali ke kesatuan masing-masing dalam kondisi aman, dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.












