jurnalistik.co.id – Personel Direktorat Samapta Polda Gorontalo bersama Tim Gabungan berhasil memadamkan kebakaran lahan milik Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo di Desa Bongohulawa, Kecamatan Limboto. Insiden tersebut terjadi pada Senin, 7 September 2026.
Menurut laporan resmi Polda Gorontalo, api pertama kali terpantau pada pukul 11.45 WITA di dataran tinggi Desa Bongohulawa. Kebakaran kemudian berkembang sehingga pihak pemadam setempat harus melakukan koordinasi untuk memperkuat respons di lapangan.
Pada pukul 12.18 WITA, Damkar Kabupaten Gorontalo meminta bantuan satu unit Rantis Karhutla kepada Tim Samapta Polda Gorontalo. Bantuan ini diarahkan untuk membantu proses penanganan di area yang menjadi lokasi titik api.
Selanjutnya, sebanyak 33 personel Unit Pammat Dit Samapta tiba di lokasi pada pukul 12.52 WITA. Tim yang datang kemudian bekerja bersama unsur lain setempat untuk melakukan pemadaman, pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), serta sterilisasi area terdampak.
Keterlibatan unsur pendukung disebutkan meliputi 5 personel Polsek Limboto, 4 aparat Desa Bongohulawa, serta 2 personel Bid Humas Polda Gorontalo. Sinergi tersebut dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan area kebakaran dapat dikendalikan secara menyeluruh.
Kondisi Lokasi dan Upaya Penanganan
Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K., menjelaskan bahwa objek yang terbakar merupakan lahan milik PEMDA di dataran tinggi yang ditumbuhi pepohonan serta dedaunan kering. Kondisi vegetasi seperti itu membuat api berpotensi merambat lebih luas apabila tidak segera dipadamkan.
Dir Samapta juga menyampaikan kendala yang dihadapi selama proses di lapangan, yaitu akses menuju titik api yang cukup curam. Situasi ini membuat tim harus menyesuaikan cara kerja saat mencapai lokasi terdampak agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara efektif.
Berita Terkait
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Tim Gabungan melaksanakan pemadaman di titik-titik yang terpantau api. Upaya penanganan dilakukan hingga kobaran dapat dikendalikan dan dinyatakan berhasil dipadamkan.
Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 14.35 WITA. Setelah proses pemadaman utama selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih aktif dan berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Proses pendinginan terus dilakukan hingga pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 15.50 WITA. Tahap ini menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan, khususnya pada area dengan material kering yang berisiko tinggi.
Investigasi Penyebab Kebakaran
Terkait penyebab kejadian, Dir Samapta menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. “Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kami imbau masyarakat dan pengelola lahan untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau,” demikian penjelasan Direktur Samapta Polda Gorontalo.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat kebakaran lahan kerap dipicu faktor yang muncul pada kondisi musim kemarau. Pihak kepolisian mengingatkan agar pengelola lahan maupun masyarakat meningkatkan kewaspadaan, termasuk memperhatikan potensi titik api dan langkah pencegahan di sekitar area yang bervegetasi serta mudah terbakar.
Secara keseluruhan, penanganan kebakaran di Bongohulawa menunjukkan respons cepat melalui koordinasi antara Tim Samapta, Damkar, serta unsur terkait. Dengan dukungan personel dan pelaksanaan tahapan pemadaman hingga pendinginan, insiden tersebut dapat dituntaskan tanpa menyisakan titik bahaya yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Rangkaian penanganan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan di lapangan. Setelah api pertama terpantau pada 11.45 WITA, koordinasi diperkuat agar respon tidak terlambat ketika kobaran mulai meluas. Bantuan satu unit Rantis Karhutla dari Damkar Kabupaten Gorontalo kemudian diarahkan untuk menjangkau titik yang menjadi pusat api, sebelum personel gabungan lengkap berada di lokasi pada 12.52 WITA guna melanjutkan pemadaman sekaligus pengamanan TKP dan sterilisasi area terdampak.
Usai pemadaman utama dinyatakan berhasil pada 14.35 WITA, proses tidak berhenti di titik tersebut. Tim melanjutkan langkah pendinginan sampai kegiatan dinyatakan selesai pada 15.50 WITA guna memastikan tidak ada bara yang tersisa, terutama karena objek terbakar berada di lahan dataran tinggi dengan pepohonan serta dedaunan kering yang berisiko membuat api kembali muncul bila tidak diawasi. Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga menegaskan penyelidikan sebab kebakaran masih berlangsung serta mengimbau masyarakat dan pengelola lahan untuk lebih waspada pada musim kemarau.












