Peristiwa

Kent Police: Potensi protes di Dover sudah diberitahukan sehari sebelumnya

×

Kent Police: Potensi protes di Dover sudah diberitahukan sehari sebelumnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kent Police warned of Dover protests the day before, force says

jurnalistik.co.id – Kent Police mengatakan mereka telah diberi tahu tentang kemungkinan aksi protes di Dover sehari sebelum unjuk rasa itu terjadi. Namun, keterangan yang diterima pada periode tersebut, menurut polisi, “was not fully assessed”.

Dalam pernyataan yang dirilis setelah kejadian, pihak kepolisian menyebut informasi soal potensi protes sudah masuk sehari sebelumnya, tepat sebelum demonstrasi berlangsung. Meski begitu, proses penilaian atas informasi tersebut tidak dilakukan secara menyeluruh.

Pada Sabtu, sebuah kelompok besar pengunjuk rasa mengenakan pakaian serba hitam dan penutup wajah (balaclava) menghalangi akses menuju Pelabuhan Dover selama beberapa jam. Sejumlah saksi melaporkan terdengarnya yel-yel “stop the boats” selama aksi berlangsung.

Kent Police sebelumnya menyatakan mereka tidak mengetahui adanya demonstrasi tersebut lebih dahulu. Pernyataan itu kemudian memicu tuduhan adanya kegagalan dalam pengumpulan informasi (intelligence-gathering) terkait rencana aksi.

Menanggapi kritik, polisi menyebut telah melakukan peninjauan internal yang menemukan mereka menerima informasi non-darurat pada malam Jumat. Informasi itu, menurut hasil evaluasi, berpotensi membuat kepolisian dapat “consider its resourcing”.

Dalam penjelasannya, seorang juru bicara Kent Police menyampaikan bahwa penyelenggara protes menerapkan pendekatan yang berbeda dibanding protes-protes sebelumnya. Juru bicara itu juga mengatakan polisi sudah memeriksa pengambilan keputusan mereka untuk mengidentifikasi pelajaran yang dapat diterapkan di peristiwa mendatang.

“The protest organisers adopted a different approach to previous protests, and as part of our commitment to public safety we have examined our decision-making to identify any lessons, to ensure we are well prepared for future events organised in a similar way.”

Ia melanjutkan, “During that initial review, we found the force had received non-emergency information late on Friday evening that a protest could take place in the town the following day.”

Menurut polisi, informasi itu tidak dinilai secara penuh. “This information was not fully assessed. If it was, it may have allowed the force to consider its resourcing.”

Kementerian Dalam Negeri (Home Office) menolak untuk memberikan komentar terkait keterangan tersebut. Respons resmi itu membuat diskusi publik berfokus pada bagaimana informasi ditangani sebelum aksi berlangsung di Dover.

Polisi juga sebelumnya menggambarkan aksi tersebut sebagai sesuatu yang “spontaneous”. Mereka menyatakan tidak memiliki intelijen yang mengarah pada kemungkinan demonstrasi akan terjadi.

Di tingkat pemerintahan lokal, Wakil pemimpin Dewan Distrik Dover, Edward Biggs, menyebut pengumuman dari Kent Police “very worrying” dan “really poor”. Biggs mengatakan, “It’s very disappointing. We rely on the police providing us information so that we can inform the community and take whatever steps we need to take.”

Sementara itu, Kent Police menyampaikan bahwa informasi yang diterima tidak akan menghentikan protes yang sah. Polisi menegaskan bahwa kendati ada pemberitahuan tentang potensi aksi, informasi tersebut tidak cukup untuk mencegah gangguan yang kemudian terjadi di kota, pelabuhan, dan komunitas yang lebih luas.

Pihak kepolisian menyatakan, informasi tersebut “would not have prevented the lawful protest from taking place, nor the disruption experienced by the town, port and wider community”.

Untuk memastikan pembelajaran lebih lanjut, Kent Police mengatakan mereka meminta College of Policing melakukan pemeriksaan independen terhadap proses yang terlibat. Tujuannya adalah agar kepolisian dapat mempelajari bagaimana menanggapi peristiwa serupa di masa depan.

Ketua kepolisian dan kriminal daerah Kent (police and crime commissioner), Matthew Scott, menyatakan menyambut baik tinjauan pembelajaran independen tersebut. Ia juga mengatakan ia meminta agar pemeriksaan menilai bagaimana informasi diurutkan (triaged) dan strategi komunikasi yang digunakan kepolisian saat menghadapi peristiwa itu.

Scott menegaskan akuntabilitas terhadap pimpinan kepolisian. Ia menambahkan bahwa rekomendasi yang muncul akan menjadi dasar penilaian terhadap chief constable.

Ia menyampaikan, “It is essential that we understand how this happened, and that lessons are learnt.” Ia menambahkan pula, “This is separate to the response of officers, staff and specials on the ground, who did the best they could, in the circumstances they were presented with, to bring the disruption to an end as soon as they did.”

Dalam keterangan yang disampaikan selama hari aksi, beberapa demonstran mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak ingin berbicara kepada media. Kendati demikian, satu orang disebut mengatakan “send them back”, sedangkan yang lain meneriakkan “stop the boats” ketika didekati.

Mengenai penegakan hukum saat kejadian, polisi sebelumnya menyatakan tidak ada penangkapan yang dilakukan pada hari protes. Meski demikian, informasi peristiwa terkait menunjukkan adanya pergerakan kapal pada hari berikutnya.

Walaupun tidak ada kapal yang tiba pada Sabtu, delapan kapal dilaporkan datang pada Minggu. Home Office menyebut jumlah penumpang yang dibawa mencapai 625 orang.

Selain kejadian di Dover, pada hari setelah protes, sejumlah petugas dilaporkan mengalami cedera serta kendaraan mengalami kerusakan di Portsmouth. Insiden itu terjadi dalam konteks demonstrasi lain yang dipicu oleh kedatangan 120 migran.

Kedua rangkaian protes disebut memiliki kaitan dengan Danny Thomas, seorang penggiat lama yang menentang migran. Danny Thomas juga dikenal luas dengan nama panggilan Danny Tommo.

Dengan adanya temuan bahwa informasi non-darurat telah diterima malam sebelumnya namun tidak sepenuhnya dinilai, perdebatan kini diarahkan pada bagaimana informasi triase dilakukan dan bagaimana strategi persiapan diterapkan. Publik menunggu hasil pemeriksaan independen untuk melihat pelajaran apa yang benar-benar akan diambil ke depan.