jurnalistik.co.id – Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Panggulo, Kecamatan Botupingge, Kabupaten Bone Bolango pada Minggu (6/9/2026) akhirnya berhasil ditangani melalui respons cepat personel Direktorat Samapta Polda Gorontalo bersama tim gabungan.
Kejadian mulai diketahui sekitar pukul 10.35 WITA. Setelah peristiwa terpantau, petugas pemadam dari Kabupaten Bone Bolango kemudian meminta dukungan satu unit kendaraan Karhutla dari Dit Samapta Polda Gorontalo pada pukul 10.57 WITA.
Personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.01 WITA. Setibanya di lapangan, mereka langsung melakukan koordinasi dengan Polsek Suwawa, TNI, serta masyarakat setempat untuk merancang langkah pemadaman dan pengamanan di sekitar area kejadian.
Tim gabungan kemudian bekerja secara terpadu, mulai dari pemadaman, pengamanan tempat kejadian, hingga sterilisasi area. Langkah ini dilakukan agar api tidak meluas ke lahan dan vegetasi di sekitarnya.
Upaya penanganan berlangsung hingga kobaran api berhasil dipadamkan pada sekitar pukul 13.01 WITA. Setelah api benar-benar tidak terlihat aktif, petugas tetap melanjutkan proses pendinginan dan pemeriksaan di beberapa titik.
Pemeriksaan menyasar potensi bara maupun titik api yang masih mungkin memicu kebakaran kembali. Di beberapa bagian, fokus penanganan diarahkan pada area yang sebelumnya terbakar dan menyimpan panas sisa pembakaran.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan yang ditumbuhi rumput liar, bambu, dedaunan kering, serta batang pohon yang telah tumbang. Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Direktur Samapta Polda Gorontalo, Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan bersama-sama melalui sinergi kepolisian, TNI, Damkar, dan masyarakat. Ia menegaskan proses setelah pemadaman menjadi bagian penting untuk memastikan kebakaran tidak terulang.
Berita Terkait
“Setelah api berhasil dipadamkan, personel melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat menyebabkan kebakaran kembali,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, Dit Samapta Polda Gorontalo menerjunkan 25 personel. Dukungan juga berasal dari tiga personel Bid Humas Polda Gorontalo, lima personel Polsek Suwawa, serta satu personel TNI.
Untuk menunjang pelaksanaan di lapangan, tim menggunakan satu unit kendaraan taktis Karhutla, satu unit kendaraan D-Max, dan satu unit truk Dalmas Dit Samapta Polda Gorontalo. Dengan dukungan sarana tersebut, proses pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan lebih efektif sesuai kondisi di lokasi.
Setelah tahap pendinginan serta pemeriksaan dinyatakan selesai, pemadaman berakhir sekitar pukul 13.58 WITA. Seluruh personel kemudian melakukan konsolidasi dan kembali ke kesatuan masing-masing dalam keadaan aman, sementara sarana serta prasarana yang digunakan dilaporkan dalam kondisi baik.
Terkait insiden, penyebab kebakaran masih berada dalam proses penyelidikan. Di sisi lain, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.
Menurut informasi di lapangan, langkah cepat dan sinergis tersebut merupakan wujud komitmen Polri dalam melindungi masyarakat sekaligus mencegah meluasnya kebakaran lahan yang dapat mengancam lingkungan dan keselamatan warga.
Di lokasi, koordinasi yang dilakukan sejak kedatangan personel tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada pengaturan kerja tim agar penanganan berjalan terarah. Upaya itu melibatkan komunikasi dengan Polsek Suwawa, unsur TNI, serta warga setempat, sehingga tindakan pemadaman dan pengamanan area dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang terbakar.
Setelah kobaran api dinyatakan padam, proses tindak lanjut tetap dilanjutkan sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran susulan. Petugas melakukan pendinginan dan pemeriksaan di beberapa titik untuk memastikan bara tidak lagi aktif serta mengecek kemungkinan titik panas yang dapat menimbulkan api kembali. Pemeriksaan ini berlangsung hingga seluruh tahapan dinyatakan selesai, lalu seluruh personel melakukan konsolidasi dalam keadaan aman.
Dalam pelaksanaan operasi, Dit Samapta Polda Gorontalo menerjunkan 25 personel beserta dukungan personel lain dari Bid Humas Polda Gorontalo, Polsek Suwawa, dan unsur TNI. Kegiatan di lapangan turut ditopang kendaraan Karhutla, kendaraan D-Max, serta truk Dalmas. Dengan dukungan sarana tersebut, respons pemadaman dan pendinginan dapat dilakukan lebih efektif sesuai kebutuhan saat berada di area kejadian, sementara penyebab kebakaran masih terus ditelusuri melalui proses penyelidikan.












