jurnalistik.co.id – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan langkah ekspansi portofolio eksplorasi migas melalui penambahan sembilan wilayah kerja untuk periode 2023–2026.
Ekspansi ini disebut ditujukan untuk memperluas peluang penemuan sumber daya, sekaligus menopang ketahanan energi nasional di tengah tren penurunan produksi alamiah pada wilayah kerja eksisting.
Perusahaan juga menyoroti kinerja operasional, termasuk hasil produksi di atas target dari Sumur LLA-5 yang mulai beroperasi pada 26 Juni 2026.
Portofolio 9 wilayah kerja baru
Dalam periode tersebut, PHE mengakuisisi sembilan wilayah kerja baru yang terdiri dari delapan wilayah di Indonesia dan satu wilayah di Malaysia.
Delapan wilayah kerja di Indonesia meliputi Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, serta North Ketapang.
Satu wilayah kerja di luar negeri adalah Blok SK-510 di Malaysia.
PHE memandang perluasan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan strategi eksplorasi hulu.
Dengan adanya penambahan cakupan area, perusahaan berharap program eksplorasi dapat mengoptimalkan potensi hidrokarbon.
Program eksplorasi yang akan dijalankan
Pada seluruh wilayah kerja baru, PHE menyatakan akan menjalankan rangkaian kegiatan eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti.
Tahapan tersebut dimulai dari studi geologi dan geofisika (G&G), lalu dilanjutkan dengan akuisisi data seismik.
Setelah itu, perusahaan menargetkan proses pengeboran sumur eksplorasi sebagai bagian dari upaya mempercepat evaluasi potensi.
Melalui rangkaian kerja tersebut, PHE berharap penemuan cadangan migas baru dapat menjadi penopang produksi nasional pada masa mendatang.
Strategi jangka panjang eksplorasi
Direktur Eksplorasi Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin, menyebut ekspansi wilayah kerja sebagai bagian dari strategi perusahaan membangun portofolio eksplorasi yang berkelanjutan.
Menurutnya, eksplorasi merupakan investasi jangka panjang yang berkaitan langsung dengan keberlanjutan industri hulu migas.
“Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global , serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru,” ujar Asep dalam keterangan resmi, Sabtu (25/7/2026).
Di sisi pelaksanaan, PHE juga mengaitkan perluasan area dengan penguatan kolaborasi bersama mitra global.
Berita Terkait
Perusahaan menilai kerja sama tersebut penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan meningkatkan efektivitas identifikasi potensi migas di berbagai cekungan.
Kolaborasi ini disampaikan sebagai sarana untuk berbagi teknologi serta kapabilitas teknis, agar peluang di lokasi yang belum berkembang dapat lebih teridentifikasi.
Joint Study dan kerja sama teknis di Malaysia
Selain memperluas wilayah kerja, PHE juga menambah intensitas kerja sama eksplorasi dengan perusahaan-perusahaan energi global melalui skema Joint Study.
Berdasarkan data Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), hingga Juli 2026 PHE memiliki 12 Joint Study.
Rinciannya, 10 studi masih berjalan, 1 studi telah selesai, dan 1 studi lainnya masih menunggu persetujuan pemerintah.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah perusahaan internasional seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, hingga Woodside.
PHE juga menjalin kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada sejumlah blok migas di Malaysia.
Menurut Asep, pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan serta kemandirian energi nasional.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional,” kata dia.
Pengakuan internasional atas perluasan area eksplorasi
Langkah agresif PHE memperluas area eksplorasi juga disebut mendapat sorotan di tingkat internasional.
Berdasarkan data S&P Global periode 2021–2025 yang dirilis pada 2026, PHE tercatat sebagai perusahaan minyak nasional (National Oil Company/NOC) dengan penambahan area eksplorasi baru terbesar di dunia.
Penambahan tersebut disebut mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi.
Capaian itu dinilai melampaui sejumlah perusahaan migas nasional lainnya, termasuk Petronas, PTTEP, ADNOC, dan Sinopec.
Arah ekspansi ke depan
Ke depan, PHE menyatakan akan terus memperluas portofolio wilayah kerja baik untuk aktivitas eksplorasi maupun produksi, baik di Indonesia maupun luar negeri.
Perusahaan juga berkomitmen mempercepat proses komersialisasi potensi dari blok-blok baru agar dapat mendukung target swasembada energi nasional.
Dalam penutup, PHE menekankan pendekatan berbasis keunggulan operasional, inovasi teknologi, serta prinsip keberlanjutan.
“Dengan mengedepankan keunggulan operasional, inovasi teknologi, dan prinsip keberlanjutan, PHE optimistis dapat terus berperan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan kedaulatan energi Indonesia,” pungkasnya.












