Olahraga

Piala Dunia 2026: Inggris berhadapan dengan Skotlandia? Jadwal fase gugur

×

Piala Dunia 2026: Inggris berhadapan dengan Skotlandia? Jadwal fase gugur

Sebarkan artikel ini
England to face Scotland? World Cup knockout stage as it stands
Ilustrasi: World Cup 2026: England to face Scotland? World Cup knockout schedule

jurnalistik.co.id – Setelah putaran terakhir pertandingan fase grup mulai bergulir pada 24 Juni, perhatian kini mengarah pada pemetaan rute tiap negara menuju puncak Piala Dunia yang berlangsung pada 19 Juli mendatang.

Dengan 32 dari 48 tim dipastikan lolos ke babak gugur, proses membaca skenario menjadi jauh lebih kompleks. Apalagi, aturan baru terkait penentuan peringkat serta tabel tim peringkat ketiga membuat setiap perubahan hasil pertandingan bisa berdampak pada siapa yang akhirnya melangkah ke fase berikutnya.

Prediktor BBC Sport hingga fase gugur final

BBC Sport menghadirkan alat prediktor yang melakukan pembaruan secara langsung saat pertandingan berlangsung. Lewat pembaruan in-game, pengguna dapat melihat bagaimana jadwal babak gugur terbentuk hingga akhir turnamen, lengkap dengan tanggal serta jam pertandingan.

Format informasi tersebut memudahkan perencanaan untuk menyiapkan alarm pada pagi hari atau menikmati laga-laga penting pada waktu yang berpotensi berlangsung melewati batas malam. Hal ini juga mempertimbangkan tiga negara penyelenggara serta empat zona waktu berbeda yang digunakan sepanjang kompetisi.

Saat ini, prediksi yang menggambarkan keadaan babak gugur menunjukkan bahwa Inggris—yang menempati posisi teratas Grup L—dan Skotlandia—yang berada di posisi ketiga Grup C—sedang berada pada jalur untuk saling berhadapan di babak 16 besar. Pertemuan yang dimaksud dijadwalkan berlangsung di Mexico City pada 6 Juli, pukul 01:00 BST.

Skenario bisa berubah dari hasil pertandingan grup terakhir

Meskipun saat ini Inggris dan Skotlandia tampak mengarah pada pertemuan di babak 16 besar, hasil akhir tidak bersifat mutlak. Jalur tersebut dapat berubah tidak hanya karena performa kedua tim di laga grup terakhir mereka, tetapi juga bergantung pada hasil pertandingan lain di berbagai grup.

Untuk Inggris, penentuan posisinya pada fase grup terakhir dipengaruhi oleh pertandingan melawan Panama. Sementara itu, Skotlandia akan menghadapi Brasil pada laga penentuan akhir di fase grup mereka. Perubahan pada hasil dua pertandingan tersebut dapat mengubah konfigurasi siapa yang finis peringkat teratas, siapa yang lolos sebagai peringkat ketiga terbaik, hingga pada akhirnya siapa yang bertemu di babak 16 besar.

Dengan demikian, prediktor berfungsi sebagai alat pemantauan yang menyederhanakan pemetaan rute setiap tim. Pembaruan selama pertandingan membantu menjelaskan bagaimana jadwal babak gugur bisa bergeser ketika nilai akhir klasemen berubah, baik akibat hasil langsung maupun efek perbandingan antarkelompok.

Bagaimana kualifikasi fase gugur ditentukan

Secara skema, 16 dari total 48 tim akan tersingkir setelah fase grup berakhir. Keputusan itu menyisakan 32 negara untuk memperebutkan trofi melalui babak gugur.

Dari 12 grup yang masing-masing berisi empat tim, dua peringkat teratas di tiap grup akan maju ke babak 32 besar. Setelah itu, slot tersisa di fase gugur diisi oleh delapan tim yang menempati peringkat ketiga terbaik berdasarkan rekor mereka.

Jika dua atau lebih negara memiliki poin yang sama, penentuan peringkat awal menggunakan hasil pertemuan langsung (head-to-head) untuk memecahkan kebuntuan. Namun, apabila tim yang bersangkutan tetap berada pada posisi yang sama bahkan setelah menerapkan head-to-head, urutan ditentukan lebih lanjut melalui selisih gol (goal difference).

Apabila masih belum cukup untuk membedakan peringkat, kriteria berikutnya adalah jumlah gol yang dicetak. Dari sana, penentuan berlanjut memakai metrik FIFA Team Conduct Score, yang menjadi ukuran disiplin terkait kartu merah dan kartu kuning. Langkah terakhir untuk menentukan peringkat adalah FIFA ranking pada pembaruan yang dipublikasikan pada bulan Juni.

Kriteria-kriteria tersebut diterapkan pada seluruh 12 grup yang masing-masing terdiri dari empat tim. Proses ini dipakai untuk membentuk peringkat bagi 12 tim peringkat ketiga, sehingga dapat ditetapkan delapan tim yang akhirnya berhak mengisi slot babak gugur.

Dengan kombinasi aturan peringkat yang rinci serta prediktor yang terus diperbarui, gambaran rute menuju fase gugur Piala Dunia menjadi lebih jelas—namun tetap bergantung pada bagaimana setiap tim menjalani laga grup terakhirnya, termasuk Inggris versus Panama serta Skotlandia versus Brasil.