jurnalistik.co.id – Richard Wigglesworth menilai keputusan Inggris menyisihkan Maro Itoje pada jeda laga berikutnya adalah langkah yang tepat. Ia menyebut Itoje perlu waktu pemulihan lebih panjang agar bisa kembali dengan kondisi terbaik saat menghadapi tantangan besar.
Dalam rencana menuju rangkaian pertandingan awal Juli, Itoje akan beristirahat saat Inggris bertemu Afrika Selatan pada 4 Juli. Selain itu, ia juga tidak diturunkan pada dua pekan berikutnya untuk menghadapi Fiji dan Argentina, sehingga pemain berusia 31 tahun itu memperoleh jeda yang lebih panjang dari jadwal kompetisi.
Wigglesworth menekankan bahwa rest tersebut bukan sekadar untuk mengubah komposisi, melainkan bagian dari pengelolaan beban yang sudah melewati batas yang disarankan. Ia menyebut Itoje sudah melampaui rekomendasi World Rugby terkait jumlah pertandingan dalam musim 2023-24 dan 2024-25.
Secara angka, rekomendasi tersebut menyebut batas maksimal 30 pertandingan per musim. Itoje, menurut penilaian yang disampaikan dalam artikel ini, telah melampaui batas itu pada dua musim tersebut.
Wigglesworth kemudian mengaitkan keputusan istirahat itu dengan jejak perjalanan karier Itoje. Ia pernah memimpin British and Irish Lions di Australia pada musim panas lalu, dan akan kembali mendapat peran penting untuk memimpin Inggris menuju Rugby World Cup di Australia pada tahun berikutnya.
“I’m incredibly happy that we’ve been able to do right by him,” kata Wigglesworth. Ia melanjutkan, “He has had a lot on, not just last year but for the last however many years of his career, so we are lucky to be in that position with the strength in depth in that position so Maro is going to take his rest.”
Di sisi lain, proses penyegaran skuad tetap berlangsung. Leicester menghadirkan George Martin kembali ke lingkungan tim Inggris setelah pemulihannya dari cedera yang absen selama 14 bulan. Kepulangannya tercatat terjadi pada April.
Untuk formasi lini kedua, ada pula Alex Coles dari Northampton. Wigglesworth menyoroti perkembangan Coles sebagai salah satu dari sedikit hal positif dalam kampanye Six Nations yang dinilai kurang memuaskan.
Selain Coles, Ollie Chessum disebut tampil menonjol pada kekalahan putaran terakhir Inggris dari Prancis. Chessum juga disebut sebagai opsi lini kedua, tetapi ia bisa pula dimanfaatkan sebagai blindside flanker ketika kebutuhan taktik berubah di lapangan.
Nama lain yang turut masuk ke skuad Nations Championship adalah Charlie Ewels dari Bath dan Arthur Clark dari Gloucester. Dengan kombinasi ini, Inggris tetap memiliki variasi peran untuk menghadapi rangkaian pertandingan yang menuntut penyesuaian cepat.
Wigglesworth sendiri pernah bermain bersama Itoje baik di Saracens maupun saat membela Inggris. Karena itu, ia juga menyampaikan dukungannya agar kapten timnya bisa “come back better” setelah masa istirahat.
“What Maro does as well as anyone is use his time really well, so I’m looking forward to catching up after he’s had a bit of rest and he’s flying,” tambah Wigglesworth.
Rangkaian kompetisi yang akan dihadapi Inggris juga memiliki format khusus. Nations Championships baru mempertemukan enam tim belahan utara dengan enam tim rival dari belahan selatan dalam dua jendela Test. Penutupnya jatuh pada akhir pekan di bulan November yang diisi pertandingan playoff.
Jadwal Inggris dimulai dari laga melawan Afrika Selatan di Johannesburg. Setelah itu, mereka akan menantang Fiji di Liverpool serta menghadapi Argentina di Santiago del Estero.
Menanggapi potensi kekhawatiran soal dampak perjalanan terhadap persiapan, Wigglesworth merespons dengan nada tenang. Ia menyatakan para pemain dari Northampton dan Exeter tetap akan terbang bersama skuad utama ke Afrika Selatan pada hari Rabu, meskipun mereka hanya bergabung kembali pada hari Senin setelah pertandingan Prem final pekan lalu.
“We’re all going to stick together on this,” kata Wigglesworth. Ia menambahkan bahwa tantangan itu justru menjadi bagian dari dinamika yang menarik. “It is an exciting challenge that we’re not going to shy away from.”
Menurutnya, akan ada penyesuaian pada beberapa sesi latihan, tetapi proses perjalanan akan dikelola dengan perhatian penuh terhadap kebutuhan tim. “There will be some adaptions on a couple of training sessions, but we get well looked after with how we travel.”
Wigglesworth juga menyampaikan perbandingan yang menegaskan kesiapan skuad menghadapi ritme jadwal. “There’s people doing far tougher things than some business-class flights, so we’ll be right.”
Di saat Inggris menyiapkan panggungnya, pelatih Afrika Selatan Rassie Erasmus menyatakan ia belum yakin sepenuhnya tentang wujud permainan yang akan dihadapi timnya di Ellis Park. Ia mengaitkan ketidakpastian itu dengan upaya Inggris untuk bangkit setelah kampanye Six Nations yang mengalami empat kekalahan dalam satu putaran yang dinilai tak biasa.
“Tactically, Steve [Borthwick, England head coach] is someone who works with numbers and chases trends, and that’s always difficult to prepare against,” ujar Erasmus. “If I say we know exactly what they’ll do next Saturday, I’d be lying.”
Erasmus juga disebut membangun persiapan dengan merekrut staf pendukung dari lingkungan Inggris. Defence coach Felix Jones disebut kembali bergabung dengan Springboks pada Februari 2025 setelah periode 10 bulan yang dinilai tidak berjalan baik ketika ia sempat berada di set-up Inggris. Sementara itu, England’s chief analyst Joe Lewis dilaporkan menukar perannya ke Afrika Selatan pada bulan Maret.
Artikel ini juga mencatat bahwa Andy Edwards, seorang kekuatan dan kondisi yang sebelumnya lama bekerja untuk Saracens, mengambil peran serupa di Springboks pada 2020.
Dalam pembahasan yang lebih luas mengenai lini yang akan menjadi perhatian, Erasmus mendukung Henry Pollock agar mampu memberi dampak untuk Inggris selama rangkaian laga musim panas. Pollock disebut berusia 21 tahun, dan ia menampilkan beberapa penampilan berurutan yang dinilai luar biasa untuk membantu Northampton meraih gelar Prem.
Namun, sosok Pollock juga disebut menarik perhatian dari sebagian pihak. Kepribadiannya yang berlebihan di lapangan disebut menimbulkan sorotan dari beberapa pundit di Afrika Selatan. Dalam satu kutipan yang disebut, Schalk Burger menggambarkan Pollock sebagai “a Tik-Tok dancer who plays some rugby”.
Selain itu, Duane Vermeulen—mantan pemain back row Springbok yang kini menjadi asisten Erasmus—juga dikutip mengatakan “there’s a hell of a lot of people that obviously dislike him”.
Erasmus menilai sorotan itu tidak selalu berasal dari keinginan pemain itu sendiri. “People make a big deal about certain players, but I don’t always think the players themselves want that attention,” katanya. Ia lalu membandingkan Pollock dengan kaptennya di Springboks, Siya Kolisi.
Erasmus menegaskan fokusnya pada output di lapangan: “What counts is what they do on the field, and recently, he’s been doing that. If I were coaching him, I’d only look at his output, and that has been exceptional.”
Dalam konteks musimnya bersama Northampton, Pollock juga disebut pernah dinobatkan sebagai player of the match pada kemenangan 26-17 atas Exeter pada akhir pekan itu. Pada saat yang sama, keputusan Inggris untuk memberi ruang istirahat kepada Itoje tetap berjalan paralel dengan upaya membangun opsi lain yang lebih adaptif untuk menghadapi rangkaian Nations Championship.
Berangkat dari rencana tersebut, Itoje dicatat diistirahatkan sementara Caluori disebut masuk ke daftar lima pemanggilan Inggris. Dengan konfigurasi yang ada, Wigglesworth dan timnya berharap istirahat yang terukur akan membuat Itoje “come back better” untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.








