Olahraga

Piala Dunia 2026: Inggris meredam keributan suporter lokal jelang laga lawan Meksiko

×

Piala Dunia 2026: Inggris meredam keributan suporter lokal jelang laga lawan Meksiko

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: World Cup 2026: England keep Mexico venue quiet to avoid noisy locals

jurnalistik.co.id – Inggris bersiap menghadapi laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Meksiko dengan sejumlah langkah pengamanan sebelum rombongan tim tiba di Mexico City. Fokusnya jelas: memastikan keributan dari pendukung setempat tidak mengganggu istirahat dan pemulihan para pemain.

Laga kontra Meksiko dijadwalkan berlangsung pada Minggu, dengan waktu kick-off 01:00 BST pada Senin. Menurut rencana, Inggris akan bertolak ke Mexico City pada Jumat, sehingga ada penyesuaian jadwal dibanding kebiasaan mereka yang biasanya mendarat pada malam sebelum pertandingan.

Langkah itu juga berkaitan dengan ketentuan FIFA yang mengharuskan tim menjalani sesi latihan yang terbuka sebagian, sehari menjelang pertandingan. Untuk itu, Inggris memutuskan berlatih di Mexico, bukan di basis mereka di Kansas City, sehingga mereka menghabiskan Jumat dan Sabtu di Mexico City.

Praktik disiplin jadwal ini penting karena sebelumnya ada contoh langsung dampak gangguan bagi tim yang menginap di kawasan yang sama. FIFA mencatat protes dari Ekuador setelah skuad mereka sengaja dibuat sulit tidur oleh suporter Meksiko yang berisik di luar hotel tim pada malam hari.

Dalam laporan tersebut, pendukung menggunakan pengeras suara, klakson, dan bahkan motor untuk menciptakan kebisingan larut malam. Tim Ekuador disebut menginap di Westin Hotel, Mexico City, dan insiden itu menjadi alasan mereka mengajukan komplain kepada FIFA.

Inggris sendiri berharap lokasi penginapan mereka tidak diketahui publik. Namun, kekhawatirannya muncul karena informasi seperti itu kerap berpotensi bocor ke media sosial, sehingga langkah pencegahan perlu dibuat lebih terukur sejak jauh hari.

Dengan pertimbangan tersebut, pemain dan staf yang belum membawa perlengkapan pribadi untuk tidur—seperti penutup telinga atau sleep bands—akan disediakan solusi yang bersifat membantu kenyamanan tidur. Inggris menyiapkan berbagai bentuk bantuan alami, termasuk perangkat pemutar white noise audio, agar kualitas tidur tidak terganggu menjelang pertandingan.

Selain urusan ketenangan, Inggris juga akan menghadapi tantangan besar lain: bermain di ketinggian yang tinggi. Mexico City memiliki ketinggian rata-rata sekitar 2.240 meter di atas permukaan laut, sehingga ketersediaan oksigen lebih rendah dibanding wilayah dataran rendah.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi performa sebagian pemain, terutama mereka yang belum beradaptasi dengan lingkungan setempat. Karena itulah, tim harus mengelola pemulihan dan persiapan fisik dengan lebih hati-hati dalam waktu yang relatif singkat.

Meksiko sendiri, sebagai tuan rumah, sudah menjalani rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 di ketinggian. Mereka memainkan seluruh empat laga sejauh ini dalam kondisi ketinggian, dengan tiga pertandingan di Azteca Stadium, Mexico City, dan satu laga lainnya di Guadalajara yang rata-rata berada pada ketinggian sekitar 1.566 meter di atas permukaan laut.

Pelatih Thomas Tuchel menegaskan bahwa perbedaan adaptasi fisik menjadi persoalan serius bagi Inggris dalam waktu yang ada. Ia mengakui ketidakmungkinan menyesuaikan diri sepenuhnya terhadap ketinggian, dan menyatakan situasi itu merupakan keuntungan besar bagi Meksiko.

“The altitude will be a big disadvantage because we cannot physically adapt to it,” ujar Tuchel. “And in four days, it’s just impossible. More obstacles may come, but we are ready for that.”

Ia melanjutkan penilaian yang sama tentang jarak waktu dan keterbatasan adaptasi: “My understanding is that we cannot adapt to the altitude. That is just a huge advantage that Mexico will have.” Tuchel juga menegaskan, “It just takes too much time. We have only three days in between these matches.”

Lebih jauh, Tuchel menyatakan bahwa proses adaptasi fisik tidak realistis dalam rentang waktu yang pendek: “It’s physically just not possible to adapt to the altitude, which is quite high. We knew that before.” Ia menutup dengan tekad menghadapi kondisi tersebut tanpa mengubah kenyataan tantangannya, “This is just something with which we will have to deal with. And I think we showed the attitude that we are ready for that.”

Dengan semua pertimbangan itu, Inggris datang ke laga 16 besar bukan hanya membawa fokus strategi menghadapi Meksiko, tetapi juga kesiapan menghadapi gangguan nonteknis dan efek fisiologis akibat ketinggian. Pertemuan mereka dengan Meksiko juga terbentuk setelah Inggris melaju dengan mengalahkan DR Congo pada babak 32 besar, dan kini mereka perlu memastikan persiapan berjalan mulus sampai peluit awal berbunyi.